Aji Samsudin
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reduksi Kecemasan dan Penguatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui RELAX (Reducing Anxiety, Enjoying Language Learning through AI Experience) Muzakki Bashori; Yan Amal Abdilah; Nina Witasari; Vina Nurul Husna; Naia Sophianti; Aji Samsudin; Rizki Aldi Cahyono; Ainun Jariyati
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.81160

Abstract

Program RELAX (Reducing Anxiety, Enjoying Language Learning through AI Experience) dirancang untuk mengatasi hambatan afektif dalam kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui pemanfaatan teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Program ini diterapkan di SMA Islam Al Azhar 15 Semarang dengan melibatkan 18 siswa kelas XI. Tujuannya adalah menurunkan tingkat kecemasan berbicara (Foreign Language Speaking Anxiety/FLSA), meningkatkan kesenangan berbicara (Foreign Language Speaking Enjoyment/FLSE), serta mengembangkan keterampilan berbicara melalui aplikasi Speechace dan Sesame. Data diperoleh melalui kuesioner FLSA, FLSE, dan persepsi pengguna, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan campuran. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan berbicara siswa berada pada kategori sedang (M=2.96), sedangkan kesenangan berbicara tergolong tinggi (M=3.67). Persepsi siswa terhadap penggunaan Speechace dan Sesame juga sangat positif (M=4.19). Latihan berbasis AI dinilai membantu mengurangi rasa gugup, memperbaiki pelafalan, dan meningkatkan kepercayaan diri. Integrasi ASR terbukti menciptakan lingkungan latihan yang aman, interaktif, dan bebas tekanan sosial, sehingga mendukung reduksi kecemasan serta menumbuhkan motivasi intrinsik untuk berkomunikasi. Program RELAX memiliki potensi sebagai model pembelajaran inovatif berbasis positive psychology dan teknologi AI. Selain selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, program ini turut memperkuat keterampilan abad ke-21 dalam konteks pendidikan menengah.
Dynamics of Extreme Violence during the Indonesian National Revolution in Subang, 1945-1949 Aji Samsudin; Ibnu Sodiq
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i2.36157

Abstract

This research aims to reconstruct the patterns and impacts of violence that occurred in the Subang region, particularly in the Pamanoekan and Tjiasem lands (P & T Lands), during the early period of the Indonesian War of Independence. Subang was a strategic area with vital economic infrastructure, making it a focal point of conflict between Dutch military interests and the guerrilla tactics of Indonesian fighters. Using the critical historical method, this study examines primary sources, including newspaper reports, memoirs, and letters from Dutch officers. The findings show that violence in Subang occurred in two main forms: infrastructure sabotage by Indonesian fighters and "cleansing" operations (zuivering) conducted by the Dutch army. Dutch military operations often used euphemisms to cover up repressive acts, such as the burning of villages (scorched earth) and mass executions of citizens suspected of being "troublemakers". In addition, this study highlights the precarious situation of civilians living in an acute climate of suspicion, in which they became victims of both parties to the conflict. The results conclude that violence in Subang was not merely an excess of war, but part of a systematic military strategy to control territory and logistics, which resulted in widespread suffering for the civilian population.