Penelitian yang berjudul Maanta Batiah merupakan salah satu rangkaian upacara tujuh bulanan yang dipraktikkan oleh masyarakat Nagari Padang Laweh sebagai ungkapan rasa syukur dan doa bagi keselamatan ibu hamil dan janin, khususnya pada kehamilan pertama. Selain sebagai ritual adat, tradisi ini juga berfungsi mempererat hubungan kekerabatan dan memperkuat solidaritas sosial. Namun, seiring perkembangan zaman, perubahan ekonomi, dan pengaruh modernisasi, Tradisi Maanta Batiah mengalami perubahan dalam bentuk, tata cara, makna, serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk perubahan tersebut serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, bundo kanduang, serta masyarakat setempat. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam Tradisi Maanta Batiah, seperti penyederhanaan hantaran, berkurangnya kelengkapan dan jumlah hantaran, menurunnya partisipasi masyarakat terutama generasi muda, serta pergeseran makna dari kolektif menjadi lebih simbolis dan praktis. Perubahan ini dipengaruhi oleh pola pikir, kondisi ekonomi, serta pengaruh modernisasi. Meski demikian, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Nagari Padang Laweh.