Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Biaya Produksi dalam menentukan Harga Jual Pada Usaha Tahu Mas Boy Kota Langsa Zulhilmi Zulhilmi; Ryanda Saputra; Desyana Putri; Ulfa Utari
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i2.7349

Abstract

This study aims to analyze the calculation of production costs and determining selling prices at the Tahu Mas Boy Business in Langsa City using the full costing method. The problem faced by MSMEs, especially the tofu industry, is the lack of understanding in calculating accurate production costs, so that selling prices are often inaccurate and have an impact on low profitability and inaccurate profit and loss calculations of a business. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out by comparing the calculation of the cost of production according to the company with the calculation using the full costing method. The results showed that the calculation of the cost of production using the full costing method produced a higher value than the calculation made by the Tahu Mas Boy Business. The results of the data analysis obtained according to the calculation of the Tahu Mas Boy Business of IDR 162 per piece, while using the full costing method it was IDR 179 per piece. According to the cost of production calculated by the Tahu Mas Boy Business, the selling price of large tofu is IDR 210, while according to the cost of production calculated using the full costing method, the selling price is IDR 228. There is a difference in the selling price per piece for tofu sold of IDR 18.
Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Melalui Distribusi Logistik Makanan Sehat Di Desa Sapta Marga Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Hanisah Hanisah; Cut Gustiana; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/0fn08679

Abstract

Bencana banjir yang melanda Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, telah berdampak pada kerawanan pangan dan penurunan kapasitas ekonomi rumah tangga warga terdampak. Sebagai upaya mitigasi dan rehabilitasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca banjir melalui program distribusi logistik makanan sehat. Bantuan pangan bernutrisi ini dirancang secara strategis sebagai bantalan sosial guna meringankan beban pengeluaran konsumsi harian (cost of living), sehingga masyarakat dapat merealokasikan sisa dana darurat mereka untuk memulihkan aset ekonomi produktif yang rusak.Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan yang komprehensif, meliputi koordinasi kebutuhan dan pemetaan kelompok rentan, pengadaan, penyaluran logistik, serta evaluasi akhir. Pendekatan pengadaan logistik difokuskan pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat di wilayah yang tidak terdampak parah, guna menciptakan efek ganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi daerah. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan dengan akurasi ketepatan sasaran yang tinggi. Pemenuhan asupan gizi ini terbukti efektif menjaga resiliensi kesehatan warga dari penyakit penyerta pasca bencana sekaligus memberikan ruang finansial untuk pemulihan usaha mikro dan lahan pertanian. Selain itu, tingginya partisipasi aktif warga dan aparatur desa membuktikan terbangunnya sinergi sosial yang solid. Kesimpulannya, inisiatif pengabdian ini tidak hanya menjadi solusi taktis untuk mengatasi kerawanan pangan darurat, melainkan telah meletakkan fondasi awal yang kokoh bagi percepatan pemulihan ekonomi Desa Sapta Marga secara berkelanjutan
Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang Melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang Boy Riza Juanda; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Darwin Darwin; Risky Ridha; Danar Hadisugelar; Saiful Mahdi; Iwan Saputra; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d635tj71

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan wilayah rawan banjir dengan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Tujuan program ini adalah memperkuat ketahanan pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kampung Johar dilakukan dengan penerapan teknologi dan inovasi yang diarahkan pada optimalisasi tanaman pekarangan, pemulihan serta peningkatan kapasitas produksi peternakan rakyat pascabencana, peningkatan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan akses jalan usaha tani telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok tani dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei dan sosialisasi, tahap pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi, serta tahap pendampingan dan evaluasi . Program difokuskan pada optimalisasi tanaman pekarangan, penguatan peternakan rakyat skala rumah tangga, penyediaan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan jalan usaha tani. Teknologi yang diterapkan antara lain pekarangan produktif adaptif bencana, kandang ternak skala keluarga yang tahan terhadap bencana, serta sistem penyediaan air bersih berbasis filtrasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan Program Mahasiswa Berdampak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya dengan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi mitra yaitu Datok Penghulu beserta seluruh aparatur desa, kelompok Berkah Jaya Tani sebanyak 29 orang, Kelompok Remaja Tani sebanyak 20 orang dan masyarakat lainnya. Pemanfaatan pekarangan mampu mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga, peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan yang lebih baik, penyediaan air bersih dan perbaikan akses jalan usaha tani turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kelancaran distribusi hasil pertanian