Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Budaya dan Identitas Lokal Dalam Cerita Rakyat Laowömaru pada Masyarakat Nias: Analisis Pendekatan Antropologis Tia Maharani; Dinda Ayu Dewita; Erika Cyntia P Silitonga; Mieke Angelika Siburian; Sani Hutabarat; Sri Syahputri; Tasya Amelia Saragi; Nadra Amalia
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8178

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya, norma sosial, serta identitas suatu masyarakat. Salah satu cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat Nias adalah cerita Laowömaru yang mengandung berbagai nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai budaya dan identitas lokal yang terdapat dalam cerita rakyat Laowömaru dengan menggunakan pendekatan antropologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi. Sumber data utama berupa teks cerita rakyat Laowömaru, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan folklor dan kajian antropologi budaya. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur budaya yang terdapat dalam cerita, seperti konteks budaya masyarakat pesisir, nilai dan norma sosial, sistem kepercayaan, struktur sosial masyarakat, simbol-simbol budaya, serta fungsi sosial cerita rakyat dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Laowömaru mengandung nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan larangan penyalahgunaan kekuasaan, pentingnya solidaritas masyarakat, serta kepercayaan terhadap unsur supranatural dalam kehidupan tradisional. Cerita ini juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, kontrol sosial, serta pelestarian identitas budaya masyarakat Nias. Dengan demikian, cerita rakyat Laowömaru dapat dipahami sebagai representasi nilai budaya dan identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat.
Eksistensi Gondang Naposo sebagai Warisan Seni Budaya dan Media Interaksi Sosial Tradisional di Tengah Modernisasi Generasi Z Batak Toba: Studi pada Usia 18–29 Tahun: The Existence of Gondang Naposo as a Cultural Art Heritage and Traditional Social Interaction Medium amid the Modernization of Toba Batak Generation Z: A Study of Individuals Aged 18–29 Alvi Syahri Ramadani; Dinda Ayu Dewita; Wulan Dian Sari Br. Siahaan; Elly Prihasti Wuriyani; Tri Indah Prasasti
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/j84qs069

Abstract

Gondang Naposo merupakan warisan seni budaya Batak Toba yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media interaksi sosial bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi Gondang Naposo sebagai warisan seni budaya dan media interaksi sosial tradisional di tengah modernisasi Generasi Z Batak Toba usia 18–29 tahun. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 37 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen divalidasi melalui expert judgment dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengenal Gondang Naposo dan sejumlah responden pernah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Responden juga memandang Gondang Naposo sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan mempertahankan identitas budaya Batak Toba. Meskipun modernisasi dan media sosial memengaruhi minat generasi muda, Gondang Naposo tetap relevan dan dapat dilestarikan melalui partisipasi komunitas serta pemanfaatan media digital.