Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai terhadap Penurunan Kecemasan Anak Prasekolah yang Mengalami Hospitalisasi: Effectiveness of Coloring Play Therapy in Reducing Anxiety Among Hospitalized Preschool Children Novia Pratiwi; Feri Catur Yuliani; Luluk Dermawan
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalization triggers psychological stress and anxiety in preschool children due to unfamiliar environments and medical procedures. This study aims to analyze the effect of coloring play therapy on reducing anxiety in hospitalized preschool children in the Multazam Ward of RSU Nurussyifa Kudus. This quantitative study utilized a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. A sample of 75 preschool children was selected using a purposive sampling technique. Anxiety levels were measured before and after the intervention using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 5% ( ). The results showed that before the coloring play therapy, the majority of children (50.6%) experienced very severe anxiety. After the intervention, most children (40.0%) showed no anxiety. Statistical analysis obtained a p-value < 0.001. In conclusion, there is a significant effect of coloring play therapy on reducing anxiety levels in hospitalized preschool children.  
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi Dengan Kepatuhan Hand Hygine Di Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya Daniel Girando; Ratna Ratna; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1487

Abstract

Latar Belakang: HAIs merupakan infeksi yang terjadi pada pasien selama proses perawatan di fasilitas kesehatan dan tidak ditemukan atau tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk. Meskipun hand hygiene telah lama direkomendasikan sebagai tindakan utama pencegahan infeksi, tingkat kepatuhan tenaga kesehatan, khususnya perawat, masih belum mencapai standar yang diharapkan. Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi untuk dilakukan karena tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan perawat, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi dengan kepatuhan hand hygine di rumah sakit bhayangkara palangkaraya. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang berdinas di ruang ICU, Bangsal Perawatan, VIP di rumah sakit bhayangkara palangkaraya sebanyak 36 perawat. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,001)<α(0,05) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi dengan kepatuhan hand hygine di rumah sakit bhayangkara palangkaraya.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Keaktifan Kegiatan Prolanis Di Klinik Cantik Sehat Heriani Aninda Wangi Sundawi; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1488

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya motivasi perawat dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada peserta program. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis di Klinik Cantik Sehat Heriani. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi perawat dan keaktifan Prolanis. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 15 orang (60%), motivasi sedang 8 orang (32%), dan motivasi rendah 2 orang (8%). Tingkat keaktifan Prolanis menunjukkan 17 responden (68%) aktif dan 8 responden (32%) kurang aktif. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,003 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara motivasi perawat dan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Semakin tinggi motivasi perawat, semakin tinggi keaktifan dalam pelaksanaan Prolanis.
Hubungan Waktu Tanggap Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Palangkaraya Biddokkes Polda Kalimantan Tengah Abdul Rokim; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1490

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien mencerminkan perbandingan antara harapan pasien dengan pelayanan yang diterima selama proses perawatan. Dalam era persaingan global pelayanan kesehatan, rumah sakit dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif guna meningkatkan kepuasan pasien serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,000)<α(0,005) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit bhayangkara Tk. III palangkaraya biddokkes polda kalimantan tengah.
Hubungan Dukungan Petugas Dan Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TBC Di Puskesmas Cluwak Yetti Indarwati; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di masyarakat, baik Indonesia maupun Internasional. Sekitar ¼ populasi penduduk dunia terinfeksi dan 89% TBC diderita oleh orang dewasa, sisanya 11% anak. Angka kesembuhan kasus TB terkonfirmasi di Pati tahun 2024 sebesar 72,1%, angka keberhasilan pengobatan sebesar 85,7%. Pasien merasa malas melanjutkan proses pengobatannya sampai dinyatakan sembuh, kebanyakan kasus ditemukan penderita TB merasa sembuh setelah minum OAT selama 2 bulan, karena gejala penyakitnya sudah dirasa berkurang. Untuk mewujudkan kepatuhan minum OAT perlu adanya faktor pendukung, salah satunya dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC diPuskesmas Cluwak. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur, mencakup kuesioner dukungan petugas, akses pelayanan kesehatan dan MMAS. Analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics, menggunakan uji korelasi Spearman (Rho). Hasil: Menunjukan hubungan antara dukungan petugas (p=0,003 koefisien korelasi 0,524) dan akses pelayanan kesehatan (p=0,004 koefisien korelasi 0,513) dengan kepatuhan berobat pada pasien TBC. Hasil keduanya menunjukan arah korelasi positif (searah) dengan kategori kuat.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan petugas dan akses pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pasien TBC di Puskesmas Cluwak.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kepedulian Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Keling Tri Enik Pujiati; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1516

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi diakibatkan oleh virus dengue. Gejala DBD yaitu demam naik turun, gusi, mulut, sakit pada ulu hati terus menerus dan memar di kulit. Di Indonesia DBD salah satu masalah kesehatan masyarakat karena penderitanya tiap tahun semakin meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre eksperimen. Sampel penelitian ini berjumal 277 orang responden dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan 15 kuesioner kepedulian dalam pemberantasan (PSN). Analisi data yang dilakukan didapat hasil wilcoxom signed rank test diperoleh asymp. Sig (2-tailed), sebesar 0,002(0<0,050 sehingga H0 ditolah dan H1 dierima. Hasil Penelitian: Sebelum edukasi, responden berkepedulian tinggi sebanyak 152 orang (54,87%), sedang 105 orang (37,91%), dan rendah 20 orang (7,22%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan: kepedulian tinggi naik menjadi 237 orang (85,56%), sedang 30 orang (10,83%), dan rendah turun menjadi 10 orang (3,61%). Uji Wilcoxon menunjukkan \(p=0,001 < 0,05\), berarti terdapat pengaruh signifikan dari edukasi terhadap tingkat kepedulian. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan atara edukasi kesehatan dan tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD di Desa Klepu
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Dwi Puji Susanti; Luluk Dermawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61895

Abstract

Kualitas hidup responden yang menderita diabetes melitus bisa menjadi lebih baik jika ada bantuan dan dukungan keluarga. Dalam penanganan diabetes melitus, perawat tidak hanya bertanggung jawab atas keluhan fisik pasien saja, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada penderita diabetes melitus dan keluarganya mengenai cara melakukan perawatan diri serta perubahan gaya hidup yang terkait dengan penyakit diabetes melitus serta dalam memenuhi kepatuhan dalam mengonsumsi obat setiap hari menjadi hal utama untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik bagi pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kualitas hidup dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di RSI Pati. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional. Hasil frekuensi dukungan keluarga keluarga yang tinggi sebanyak 20 responden (47,6%) dan rendah sebanyak 7 responden (16,7%). Kualitas hidup baik sebanyak 36 responden (85,7%) dan kurang baik  sebanyak 6 responden (14,3%). Dan frekuensi kepatuhan minum obat tertinggi sebanyak 20 responden (47,6%) dan rendah sebanyak 6 responden (14,3%) di RSI Pati. Kesimpulan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di RSI Pati. Saran pentingnya dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan bagi pasien, seperti diabetes melitus.