Agustina Rahmi
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA SATUAN PENDIDIKAN DALAM LITERASI BAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN BANJAR DI SMPN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Dwi Rahmiyati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4588

Abstract

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Literasi Bahasa banjar sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.  Kearifan local tradisi lisan Banjar dalam konteks penelitian ini merujuk pada ungkapan, cerita, pantun, nasihat, dan adat istiadat yang diturunkan secara lisan di masyarakat Tabalong dan mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan pengetahuan tradisional (karakter). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa kearifan lokal tradisi Banjar di SMPN 1 Tanjung. Pendekatan penelitian ini adalah kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan proses wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara tematik mengikuti model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat antara: (1) kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik sesuai dengan program kegiatan yang telah disusun, (2) kepemimpinan kepala satuan pendidikan memberikan dampak positif dalam implementasi program kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong, dan (3) Strategi yang dapat dikembangkan oleh kepala satuan pendidikan  dalam pengelolaan program literasi bahasa melalui kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berupa pendekatan yang bersifat kolaboratif, adaptif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan guru, siswa serta komunitas.  Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal seperti: (1) Kepala sekolah agar terus menguatkan peran kepemimpinan dalam mengembangkan literasi berbasis kearfian lokal tradisi lisan Banjar, (2) Guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan literasi, (3) Pemerintah Daerah agar memberikan dukungan dan fasilitas dalam mengembangkan literasi khususnya kearifan lokal Bahasa Banjar, (4) penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan sehingga digunakan sebagai rujukan dan referensi untuk melakukan penelitian yang masih berkait.
MANAJEMEN SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI SABUMI DI SMAN 1 HARUAI Dwi Nopyanti Puji Asrini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4589

Abstract

Sekolah adiwiyata merupakan program pemerintah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik. SMAN 1 Haruai beberapa kali mengajukan diri untuk memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional sebelum berhasil menjadi sekolah adiwiyata nasional tahun 2024. SMAN 1 Haruai melakukan pembenahan dan  memanfaatkan kearifan lokal gawi sabumi/gotong royong yang hidup dalam masyarakat Haruai untuk mengembangkan manajemen sekolah adiwiyata nasional. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut sekolah adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap manajemen sekolah adiwiyata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, Ketua GPBLHS, wakasek, guru, ketua komite dan siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sekolah Adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai selaras dengan POAC, regulasi manajemen sekolah adiwiyata dan prinsip manajemen berbasis sekolah yang menekankan otonomi dan partisipasi.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF KEAGAMAAN MELALUI PENDEKATAN BAIMBAIAN DI TK NEGERI AR-ROHMAN TABALONG Eva Aulasari; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4592

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya posisi pemimpin sekolah dalam menciptakan budaya agama yang positif di pendidikan anak usia dini. Budaya agama berfungsi tidak hanya untuk membentuk karakter religius anak, tetapi juga sebagai dasar dalam menanamkan nilai moral, disiplin, dan rasa kebersamaan mulai dari usia dini. Dalam konteks setempat, pendekatan baimbaian menjadi suatu nilai budaya yang relevan untuk mendukung pengembangan budaya religius secara kolektif di dalam sekolah. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat budaya religius di sekolah. Namun, kebanyakan penelitian masih terfokus pada institusi pendidikan berbasis agama atau pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penelitian yang secara spesifik meneliti kepemimpinan kepala sekolah di taman kanak-kanak negeri dengan pendekatan kearifan lokal baimbaian masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan sesuai konteks. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang diteliti mencakup kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa di TK Negeri Ar-Rohman Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin spiritual, teladan moral, dan penggerak kolaborasi dalam membangun budaya positif keagamaan. Budaya keagamaan dikembangkan melalui pembiasaan religius harian, kegiatan keagamaan tematik, serta peringatan hari besar Islam yang dilaksanakan secara baimbaian. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang keluarga, keterbatasan sarana, dan konsistensi pelaksanaan pembiasaan. Dampak kepemimpinan terlihat pada terbentuknya perilaku religius anak, meningkatnya komitmen guru, dan terciptanya iklim sekolah yang religius dan harmonis. studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis nilai Islam dan kearifan lokal baimbaian berperan penting dalam membangun budaya positif keagamaan di TK Negeri. Disarankan agar kepala sekolah terus memperkuat kolaborasi dengan guru dan orang tua serta mengembangkan program keagamaan yang berkelanjutan agar budaya religius dapat terinternalisasi secara konsisten.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 6 TANJUNG Hairani Hairani; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4594

Abstract

Pendidikan keagamaan memegang peran yang strategis, baik dalam membentuk karakter peserta didik maupun dalam menciptakan suasana sekolah yang aman serta ramah bagi anak. Selaras dengan implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA), penyelenggaraan pendidikan keagamaan di sekolah umum dituntut untuk tidak semata-mata berfokus pada penguasaan materi keagamaan, melainkan juga pada upaya perlindungan hak anak serta pengembangan lingkungan belajar yang humanis. Studi ini dimaksudkan guna mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan keagamaan dalam mendukung kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 6 Tanjung. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif, memakai model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model CIPP dipilih karena sesuai dengan jenis penelitian evaluatif yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap program yang sedang berjalan. Melalui evaluasi konteks, peneliti dapat menilai relevansi program dengan kebutuhan sekolah dan kebijakan yang berlaku. Evaluasi input membantu mengidentifikasi kecukupan sumber daya, baik dari segi tenaga pendidik, sarana prasarana, maupun perencanaan program. Evaluasi proses memungkinkan peneliti mengkaji kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi produk bertujuan menilai dampak dan hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penggunaan model CIPP dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan analisis yang mendalam serta rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program pendidikan keagamaan di sekolah. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan agama, guru bimbingan dan konseling, peserta didik, serta orang tua. Hasil studi ini mengindikasikan bahwasannya program pendidikan keagamaan telah berkontribusi signifikan dalam membentuk iklim sekolah yang inklusif, aman, serta berorientasi pada pembinaan karakter melalui pembiasaan religius, disiplin positif, serta penguatan nilai empati dan toleransi. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek konsistensi implementasi dan pemantauan program. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan model evaluasi pendidikan keagamaan berbasis Sekolah Ramah Anak di sekolah menengah pertama negeri.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS, SARANA PRASARANA, DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMPN 5 TANJUNG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jainah Jainah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4599

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan proses pendidikan. Data di SMP Negeri 5 Tanjung menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua siswa berpendidikan dasar (50% lulusan SD) dan mayoritas bekerja sebagai petani (68,8%), kondisi yang berpotensi memengaruhi dukungan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan orang tua, lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter religius, sarana prasarana, dan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel berjumlah 32 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dokumentasi nilai siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 6,544; Sig = 0,018 < 0,05). Secara parsial seluruh variabel berpengaruh signifikan (Sig < 0,05). Variabel yang paling dominan adalah lingkungan sekolah (β = 0,411). Nilai Adjusted R² sebesar 0,066 menunjukkan kontribusi sebesar 6,6%, sedangkan 93,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
MANAJEMEN PENGELOLAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 MUARA UYA BERBASIS BAIMAN, BAUNTUNG, BATUAH, BAADAB Nani Rakhmaniah Rusadi; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta berkarakter kuat, sementara pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja. SMK Negeri 1 Muara Uya merespons kondisi tersebut melalui pengelolaan kemitraan DUDI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga berbasis nilai kearifan lokal Banjar, yaitu Baiman, Bauntung, Batuah, dan Baadab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan kemitraan DUDI dalam pembinaan kompetensi siswa berbasis nilai lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru produktif, siswa, dan mitra DUDI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang bersifat pembinaan. Kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa, tetapi juga membentuk habitus kerja yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI berbasis kearifan lokal Banjar mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan karakter siswa secara holistik serta memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH MELALUI PROGRAM BELAJAR SAMBIL BERMAIN (OUTING CLASS) DALAM PENYELENGGARAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rizal Hasannor; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4604

Abstract

Program outing class penting dikaji dalam perspektif manajemen sekolah karena keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh desain pembelajaran, tetapi oleh kapasitas kepala sekolah dalam mengelolanya secara sistematis sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik manajemen kepala sekolah dalam pelaksanaan program belajar sambil bermain (outing class) di SMPN 4 Banua Lawas Kabupaten Tabalong, dengan fokus pada perencanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan outing class dilaksanakan secara terstruktur melalui perencanaan partisipatif, dukungan kebijakan pada tahap implementasi, serta evaluasi berkelanjutan sebagai dasar perbaikan program. Faktor pendukung meliputi komitmen kepemimpinan, kolaborasi guru, dukungan orang tua, dan pemanfaatan lingkungan sekitar, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan variasi kesiapan guru. Temuan ini menegaskan bahwa outing class merupakan instrumen manajerial strategis dalam memperkuat mutu pembelajaran secara berkelanjutan.