Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Air Rebusan Biji Kacang Hijau (Vigna radiata L.) sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Candida albicans Sofia Nanda; Anthofani Farhan; Inayatul Aini
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v7i1.287

Abstract

Jamur Candida albicans adalah salah satu jamur yang dapat menginfeksi manusia.Media paling banyak digunakan untuk pertumbuhan jamur adalah SDA (Sabouraud Dextrose Agar). Namun, media SDA memiliki keterbatasan, seperti harga tinggi, produksi terbatas, dan waktu pemesanan yang lama. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain untuk menggantikan media SDA yang lebih efektif dan efisien. Kacang hijau adalah salah satu kacang-kacangan populer di Indonesia dengan harga terjangkau. Kacang hijau kaya akan protein dan karbohidrat, menjadikannya sumber nutrisi potensial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi air rebusan biji kacang hijau sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, secara experimental laboratory. Populasi penelitian ini merupakan biji kacang hijau yang diperoleh dari kebun di Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan menggunakan quota sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 65 gr (5 gr, 10 gr, 20 gr, 30 gr). Variabel dalam penelitian ini adalah biji kacang hijau sebagai media perkembangan jamur Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air rebusan kacang hijau 5%, 10%, 20%, dan 30% meningkatkan pertumbuhan jamur Candida albicans. Kandungan karbohidrat dan protein dalam air rebusan membantu pertumbuhan jamur. Pada media alternatif ditumbuhi jamur Candida albicans sebanyak 380 koloni pada konsentrasi 5%, 472 koloni pada konsentrasi 10%, 558 koloni pada konsentrasi 20%, dan 708 koloni pada konsentrasi 30%. Peneliti menyarankan untuk menggunakan metode pengenceran untuk mendapatkan kultur jamur yang seragam dan karakteristik yang konsisten, serta untuk mendapatkan visualisasi koloni yang baik