Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Fungsi Khusus Automated Hematology Analyzer Sysmex Xn-2000 Harny Edward; Linny Luciana; Yemmy Yemmy; Dominica Pita Sari; Martina Rentauli Sihombing; Sinsanta Sinsanta
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43590

Abstract

Hematologi merupakan salah satu parameter diagnostik laboratorium yang berperan penting dalam evaluasi kesehatan dan deteksi berbagai kondisi patologis. Setiap alat hematologi memiliki metode kerja, prinsip pengukuran, dan tingkat akurasi yang berbeda, sehingga perlu dilakukan uji fungsi untuk memastikan kesesuaian dan konsistensi hasil antara alat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua alat hematologi analyzer dalam mengukur parameter darah utama, seperti jumlah hemoglobin, leukosit, dan trombosit. Uji banding dilakukan untuk menilai akurasi, presisi, dan kesesuaian hasil antara kedua alat, sehingga dapat memastikan hasil laboratorium yang valid. Metode penelitian menggunakan jumlah sampel minimal untuk uji banding sebesar 20 subjek meliputi 10 sampel normal dan 10 sampel abnormal. Hasil yang diperoleh dibandingkan menggunakan uji statistik korelasi Pearson untuk menilai kesesuaian dan hubungan kedua alat. Selain itu dilakukan uji performa alat berupa uji within run dan between day menggunakan tiga level kontrol kemudian dianalisis CV dan SD. Kedua alat Hematology analyzer mempunyai CV yang baik dan tidak melampaui batas yang ditentukan CLSI dan literatur masing-masing parameter yaitu hemoglobin <1%, leukosit <3%, trombosit <4%. Uji komparasi menunjukkan korelasi kuat antara kedua alat dalam menguji sampel untuk ketiga parameter tersebut dengan r > 0,99 dan p<0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sysmex XN-2000 dan XN-1000 mempunyai presisi dan akurasi yang baik. Dengan hasil korelasi yang baik maka kedua alat ini dapat saling menggantikan.
Prevalensi dan Pola Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih di RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2024 Ade Dharmawan; Nicolas Layanto; Wahid Haikal; Dominica Pita Sari; Lasma Susi F. Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57952

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang paling umum terjadi, terutama pada wanita, dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pielonefritis serta resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan gambaran bakteri penyebab ISK di RSUD Tarakan Jakarta tahun 2024. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap data rekam medis, dimana mayoritas sampel adalah pasien perempuan pada kelompok usia dewasa dan lansia. Hasil penelitian menunjukkan Escherichia coli sebagai patogen tersering (20,8%), diikuti Klebsiella pneumoniae (16,2%) dan Enterococcus faecalis (10%), serta sebagian besar isolat menunjukkan pola multidrug resistant (MDR) sebesar 73,1%. Resistensi tertinggi ditemukan pada golongan ampicillin, cefotaxime, dan ciprofloxacin, levofloxacin dengan nitrofurantoin dan tetrasiklin masih efektif. Temuan ini menegaskan perlunya surveilans resistensi berkelanjutan dan pembaruan pedoman terapi empiris untuk meningkatkan efektivitas pengobatan ISK serta menekan tren peningkatan MDR di rumah sakit rujukan.
Profil Leukosit Esterase dan Nitrit Urin pada Anak Usia 2–24 Bulan dengan Diagnosis Infeksi Saluran Kemih di RSUD Tarakan Jakarta Harny Edward; Linny Luciana; Rudy Ciulianto; Michelle Vina Polsiary; Irene Maria Elena; Martina Rentauli Sihombing; Dominica Pita Sari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14583

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri penting pada bayi dan anak usia dini. Gejala pada kelompok usia ini sering tidak spesifik sehingga urinalisis dipstick, khususnya leukosit esterase dan nitrit, sering digunakan dalam evaluasi awal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil hasil leukosit esterase dan nitrit urin pada anak usia 2–24 bulan yang telah didiagnosis ISK di RSUD Tarakan Jakarta periode 2019–2022. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini menggunakan data sekunder rekam medis. Subjek adalah pasien rawat inap dan rawat jalan usia 2–24 bulan dengan diagnosis ISK oleh dokter umum atau dokter spesialis anak, menjalani pemeriksaan dipstick, dan memiliki rekam medis lengkap. Data dianalisis secara deskriptif. Dari 95 subjek, 61 (64,2%) adalah laki-laki dan 34 (35,8%) perempuan. Leukosit esterase positif ditemukan pada 72 subjek (75,8%), terdiri atas 1+ pada 42 (44,2%), 2+ pada 23 (24,2%), dan 3+ pada 7 (7,4%). Nitrit positif ditemukan pada 64 subjek (67,4%). Sebagian besar anak usia 2–24 bulan dengan diagnosis ISK menunjukkan leukosit esterase dan nitrit positif, dengan leukosit esterase 1+ sebagai kategori tersering. Karena seluruh subjek telah didiagnosis ISK dan data kultur tidak tersedia, temuan ini menggambarkan profil dipstick dan tidak dapat digunakan untuk menilai akurasi diagnostik atau hubungan dengan kejadian ISK.