Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SD 59 GAROTIN KAB. ENREKANG Makhrajani Majid; Melda Meiresa; Sitti Amina; Milda Juwina; Hasra Hasra; Nopi Nopi; Khusnul Khatimah; Zuraidah Inara Gani
Mediasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Mediasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Media Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior is a fundamental aspect in efforts to improve public health standards. The implementation of PHBS in school environments serves a strategic purpose: to empower students, educators, and the surrounding community with the knowledge, willingness, and ability to adopt healthy behaviors, while contributing to the creation of a clean and healthy school environment. A PHBS education program was conducted at SD 59 Garotin with the aim of enhancing sixth-grade students’ knowledge and awareness regarding the importance of maintaining personal health, particularly through proper handwashing practices. The methods employed in this activity included lectures, interactive discussions, and hands-on practice. The program took place on February 11, 2025, and involved active participation from the students. Evaluation results indicated a significant improvement in students’ understanding of PHBS concepts and practices following the intervention.. In conclusion, the education program implemented at SD 59 Garotin successfully improved sixth-grade students' health literacy, especially in the area of hand hygiene. As a follow-up, it is recommended that similar programs be implemented in other schools to broaden the reach and positive impact on school-age children’s health behaviors
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Infeksius terhadap Risiko Kesehatan Petugas Sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare Zuraidah Inara Gani; Makhrajani Majid; Dirman Sudarman; Muhammad Ikram
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4559

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit merupakan proses penanganan limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun mencemari lingkungan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis infeksius terhadap risiko esehatan petugas sanitasi di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie Kota Parepare. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap petugas sanitasi yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis infeksius. Aspek yang dievaluasi meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan sementara, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta risiko kesehatan yang dialami petugas. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk eseh serta uraian naratif. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie pada umumnya telah mengikuti prosedur operasional yang berlaku. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam konsistensi penggunaan APD secara lengkap, peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja, serta pengawasan selama proses pengelolaan limbah. Petugas sanitasi masih berpotensi mengalami paparan bahaya biologis, cedera akibat benda tajam, dan risiko infeksi akibat kontak langsung dengan limbah medis infeksius. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis infeksius di Rumah Sakit Regional Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, pengawasan keselamatan kerja, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan APD secara konsisten untuk meminimalkan risiko kesehatan petugas sanitasi.