Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL SEHAT: STRATEGI EDUKASI UNTUK MENGURANGI KECANDUAN SMARTPHONE DI MALUKU TENGGARA Muhammad Amrullah; Notesya Astri Amanupunnyo; Agnes Batmomolin; Lucky Herry Noya; Jonathan Kelabora; Maritje F. Papilaya; John D. Haluruk; Ivonne A.V Gasper; Rahel Metanfanuan; Yohanis Lefta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.41854

Abstract

Fenomena kecanduan smartphone di kalangan remaja semakin meningkat dan berdampak negatif pada kesehatan fisik, psikologis, serta sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi remaja di Kecamatan Langgur, Maluku Tenggara, mengenai penggunaan smartphone yang sehat melalui program berbasis partisipatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi survei awal, lokakarya edukatif, diskusi kelompok, serta strategi digital detox. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan rata-rata penggunaan smartphone dari 5 jam menjadi 3 jam per hari, serta peningkatan kesadaran remaja terhadap dampak negatif kecanduan smartphone. Keberhasilan program didukung oleh keterlibatan keluarga dan komunitas dalam memberikan alternatif kegiatan yang lebih produktif. Meskipun demikian, tantangan berupa resistensi awal peserta menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih personal dan dukungan jangka panjang. Program ini diharapkan dapat menjadi model dalam menangani kecanduan smartphone di kalangan remaja dan diterapkan di daerah lain.
Hubungan Dukungan Suami Dan Self-Efficacy Dengan Kesiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Agnes Batmomolin; Cakrawati R Cakrawati R; Uswatun Insani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1562

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode penting untuk mempersiapkan ibu secara fisik dan psikologis menghadapi persalinan. Dukungan suami dan self-efficacy ibu dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam mempersiapkan persalinan serta menghadapi berbagai tantangan selama proses persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan suami dan self-efficacy dengan kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 92 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah dukungan suami dan self-efficacy, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan persalinan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 responden (62,0%) memiliki kesiapan persalinan baik, sedangkan 35 responden (38,0%) memiliki kesiapan kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kesiapan persalinan (p=0,002). Self-efficacy juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kesiapan persalinan (p=0,001). Kesimpulan: Dukungan suami dan self-efficacy berhubungan secara signifikan dengan kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III. Peningkatan keterlibatan suami dan kepercayaan diri ibu perlu menjadi bagian dari pelayanan antenatal dan program persiapan persalinan.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesadaran Perlindungan dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Kesehatan Reproduksi: Analysis of Factors Associated with Awareness of Protection Against Gender-Based Violence in Reproductive Health Joula Timisela; Rezqiqah Aulia Rahmat; Agnes Batmomolin
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1758

Abstract

Latar belakang: Kekerasan berbasis gender merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, seksual, dan reproduksi. Kurangnya pengetahuan, norma gender yang tidak setara, keterbatasan akses informasi, dan rendahnya dukungan sosial dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengenali, mencegah, dan mencari pertolongan ketika mengalami kekerasan berbasis gender. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender dalam kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 perempuan usia reproduksi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan tentang kekerasan berbasis gender, sikap terhadap kesetaraan gender, akses informasi kesehatan reproduksi, dukungan sosial, dan paparan edukasi kesehatan reproduksi. Variabel dependen adalah kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kesadaran perlindungan dalam kategori baik dan 22 responden (36,7%) dalam kategori kurang. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), sikap terhadap kesetaraan gender (p=0,008), akses informasi (p=0,017), dukungan sosial (p=0,026), dan paparan edukasi kesehatan reproduksi (p=0,011) dengan kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap terhadap kesetaraan gender, akses informasi, dukungan sosial, dan paparan edukasi kesehatan reproduksi berhubungan dengan kesadaran perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender dalam kesehatan reproduksi. Edukasi yang komprehensif dan penguatan dukungan sosial diperlukan untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengenali risiko, mencegah kekerasan, serta mengakses pertolongan.