Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Kekambuhan Tuberkulosis di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Febriyanti , Eka; Amelia, Ayu; Meilanda , Rastria; Syahputra , Ghalib Syukrillah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.792

Abstract

Malnutrition can weaken the immune system, thereby increasing the risk of Mycobacterium tuberculosis infection. The aim of this study was to determine the risk of tuberculosis (TB) recurrence associated with the nutritional status of TB patients. This study was conducted at the Surakarta Center for Lung Health in 2017 using a case-control design. The study included 15 individuals in the control group (patients who had been cured of TB) and 15 individuals in the case group (patients who experienced TB recurrence). Inclusion criteria for this study were TB patients aged 18-65 years, both male and female, who had completed the full course of TB treatment, and who had complete data on nutritional status measured through Body Mass Index (BMI) and documented dietary intake in medical records. Patients with metabolic disorders or chronic diseases other than TB that could influence nutritional status were excluded. Data were collected from medical records and analyzed using SPSS version 25. The results showed that patients with poor nutritional status (below the normal BMI) had a significantly higher risk of TB recurrence (p = 0.028). Another finding indicated that patients who had a habit of consuming alcohol also had a higher likelihood of TB recurrence (p = 0.001). The conclusion of this study is that poor nutritional status plays a role in the occurrence of recurrent tuberculosis.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DAPUR 3 AIR NAGA MELALU SENAM SEHAT Rury Trisa Utamii; Ayu Amelia; Rastria Meilanda; Delladari Mayefis; Hesti Marliza; Eka Febriyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42990

Abstract

Dapur 3 Air Naga adalah salah satu desa yang berada Di Kecamatan Sijantung, Sembulang Provinsi Kepulauan Riau. Mayoritas masyarakat desa dapur 3 Air Naga bekerja di pantai, Libur kerja pada hari minggu. Biasanyan masyarakat pada waktu libur kerja menggunakan waktu nya untuk beristirahat sehingga dapat dilihat bahwa permasalahan yang terdapat di desa belum maksimalnya untuk penggnan waktu pada saat di libur kerja. Dari hal tersebut perlu adanya sebuah kegiatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu solusi untuk dapat menggunakan waktu di libur kerja dengan bermanfaat selain istirahat dengan berolahraga yaitu senam bersama. Tujuan dari adanya kegiatan senam bersama ini agar masyarakat Desa dapur 3 Air Naga dapat meningkatkan kesehatan tubuh melalui senam bersama yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah memberitahu dan mengajak secara langsung masyarakat sekitar secara langsung. Metode yang digunakan pada saat senam adalah metode demonstrasi, gerakan senam akan dipimpin oleh mahasiswa KKN yang sesuai dengan bidang ahlinya
STUDI EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH EMBUNG FATIMAH KOTA BATAM Riznur Arfilina Putri; Suci Fitriani Sammulia; Eka Febriyanti
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6176

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada infeksi saluran pernapasan bawah. Terapi antibiotik menjadi pilihan utama dalam penanganan pneumonia, namun penggunaannya harus dilakukan secara rasional untuk mencegah kegagalan terapi, efek samping, dan resistensi bakteri. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu dilakukan untuk menilai kesesuaian terapi dengan pedoman pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis antibiotik yang paling banyak digunakan serta mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Umum Embung Fatimah Kota Batam menggunakan metode Gyssens. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran rekam medis pasien pneumonia dewasa yang menjalani terapi antibiotik. Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan metode Gyssens. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson. Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa sebanyak 89% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional (kategori 0), sedangkan 11% lainnya termasuk dalam kategori IIIb. Kesimpulan: Sebagian besar penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa telah dilakukan secara rasional. Namun, perbaikan masih diperlukan terutama pada aspek durasi pemberian antibiotik untuk mengurangi risiko terjadinya resistensi bakteri serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.