Muhammad Syarifuddin Rahman
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Etnomatematika Bugis–Makassar pada Materi Trigonometri: Program PKM untuk Siswa Madrasah Aliyah DDI Baru Baru Tanga Abdul Majid; Muhammad Syarifuddin Rahman; Achmad Abdurrachman; Syamsinar Syamsinar; Yonathan S Pasinggi
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/6d48pm43

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk mengintegrasikan unsur‐unsur budaya Bugis–Makassar ke dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi trigonometri bagi siswa Madrasah Aliyah DDI Baru Baru Tanga. Selama ini trigonometri dianggap abstrak dan sulit dipahami siswa karena kurangnya pendekatan kontekstual yang dekat dengan pengalaman budaya mereka. Melalui program ini, tim pelaksana mengimplementasikan konsep etnomatematika dengan menggunakan objek budaya lokal seperti struktur rumah panggung Bugis, kemiringan tangga tradisional, bentuk layar perahu pinisi, serta pola ukiran kajang sebagai media pengenalan konsep perbandingan trigonometri. Metode pelaksanaan meliputi workshop, demonstrasi, praktik lapangan, penyusunan LKPD berbasis budaya lokal, dan evaluasi pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep dasar sinus, cosinus, dan tangen, serta meningkatnya ketertarikan siswa dalam mempelajari matematika melalui media budaya mereka sendiri. Selain itu, siswa menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran karena merasa budaya daerahnya dihargai dalam kegiatan belajar. Program PkM ini membuktikan bahwa integrasi etnomatematika Bugis–Makassar efektif dalam memperkuat pemahaman konsep abstrak trigonometri sekaligus menumbuhkan rasa identitas budaya pada peserta didik.
Pendampingan Edukatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pelatihan dan Kompetisi Matematika pada Siswa SMP Negeri 3 Takalar Nur Qadriana Ramadani Iqbal; Muhammad Syarifuddin Rahman; Andi Eka Kartika; Haerul Amri; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ngv95h84

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pendampingan edukatif dalam kegiatan Pelatihan dan Lomba Matematika (PLM) yang diselenggarakan oleh MEC RAKUS Makassar di Kabupaten Takalar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika non-rutin, khususnya yang berbasis kompetisi dan menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pendampingan edukatif dirancang sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan kompetensi siswa dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi pada soal rutin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi penguatan konsep matematika, latihan soal berbasis olimpiade, serta simulasi kompetisi yang dilaksanakan secara intensif. Subjek kegiatan adalah 30 siswa tingkat SMP yang mengikuti program PLM. Instrumen yang digunakan berupa pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 66,87 pada pre-test menjadi 77,30 pada post-test. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 13,032 menjadi 9,513 yang menunjukkan peningkatan pemerataan kemampuan siswa. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendampingan edukatif yang terintegrasi dengan pengalaman kompetisi efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif sekaligus kesiapan mental siswa. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program PLM dapat menjadi model pembinaan matematika nonformal yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, strategi pemecahan masalah, serta kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kompetisi matematika secara berkelanjutan dan adaptif.