Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kinetics of Phenol Degradation Using TiO₂/Zeolite Composite Andi Eka Kartika; Sumiati Side; Diana Eka Pratiwi; Nur Afni
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.4138

Abstract

Phenol is a hazardous organic pollutant commonly found in industrial wastewater and is difficult to degrade through conventional treatment methods, thus requiring more effective and sustainable approaches. Photocatalytic degradation using TiO₂ has been widely explored; however, its performance is limited by rapid electron–hole recombination and low surface area. Combining TiO₂ with zeolite enhances adsorption capability and increases the availability of active sites, offering a promising strategy to improve photocatalytic efficiency. This study aims to analyze the kinetic behavior of phenol degradation using a TiO₂/zeolite composite and to determine the optimum irradiation time based on a pseudo-first-order kinetic model. Irradiation times of 15, 30, 45, 60, and 75 minutes were applied, and phenol concentrations were measured using UV–Vis spectrophotometry at 270,20 nm. The results show rapid degradation during the first phase (15-30 minutes), with removal efficiency increasing from 83,014% to 87,315%. After 30 minutes, the degradation rate becomes nearly constant, indicating the attainment of photocatalytic dynamic equilibrium. The -ln(Ct/C0) plot reveals two distinct reaction phases: an initial high-rate phase followed by a plateau phase. Therefore, 30 minutes is identified as the most efficient irradiation time, representing the point at which maximum degradation is achieved before the reaction rate significantly decreases. These findings provide meaningful insight into the photocatalytic kinetics of TiO₂/zeolite composites and support their potential application in phenolic wastewater treatment.
Progress in Electrochemical MIP Sensors for Detection of Bisphenol A: A Mini review Andi Eka Kartika; Andi Bulqiah Nur Bunyamin
Hayyan Journal Vol. 3 No. 2 (2026): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v3i2.5151

Abstract

Bisphenol A (BPA) is an endocrine-disrupting chemical widely used in the production of polycarbonate plastics and epoxy resins, raising concerns regarding its migration into food, beverages, and the environment. This mini-review summarizes recent advances in molecularly imprinted polymer (MIP)-based electrochemical sensors for BPA detection, with emphasis on recent developments in sensor fabrication, nanomaterial modification, and analytical performance. The review discusses MIP synthesis strategies, sensor platforms, nanomaterial modifications, and analytical performance. Recent studies have demonstrated that MIP-based electrochemical sensors can achieve highly sensitive BPA detection with limits of detection ranging from 0.03 pM to 52 nM, wide linear ranges, and successful application in real samples such as drinking water, milk, and packaged beverages. The incorporation of nanomaterials, including graphene, carbon nanotubes, and gold nanoparticles, has significantly improved electron transfer, sensitivity, and selectivity. Despite these advances, challenges related to long-term stability, reproducibility, template removal efficiency, and matrix interference remain. Overall, MIP-based electrochemical sensors represent a promising platform for rapid, selective, and cost-effective BPA monitoring in environmental and food safety applications.
EDUKASI PEMANFAATAN PRODUK TULANG IKAN BANDENG MENJADI KERUPUK BERGIZI BERNILAI TAMBAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN SAPANANG, KABUPATEN PANGKEP Iwan Dini; Hasri Hasri; Andi Eka Kartika; Sri Magfirah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84813

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tulang ikan bandeng sebagai bahan baku kerupuk bergizi bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 11 Pangkep pada tanggal 25 April 2026 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas masyarakat Kelurahan Sapanang, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, petani, dan mahasiswa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan evaluatif yang meliputi penyampaian materi, pemutaran video proses pengolahan, diskusi, serta pemberian pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pretest sebesar 56,80 meningkat menjadi 89,92 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tulang ikan bandeng yang selama ini dianggap limbah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk pangan bergizi dan bernilai ekonomis. Tingginya partisipasi peserta selama diskusi menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pemanfaatan limbah hasil perikanan serta pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal di masyarakat pesisir.
Voltammetric Sensing in Portable and Point-of-Care Devices A Review of Recent Trends and Applications Andi Eka Kartika
Hayyan Journal Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing demand for rapid, low-cost, and decentralized analytical technologies has driven the development of portable voltammetric sensors and point-of-care (POC) devices. This review examines recent advancements in miniaturized voltammetric systems, with a particular emphasis on innovations in screen-printed electrodes (SPEs), microfluidic integration, plug-and-play configurations, and smartphone-enabled electrochemical platforms. These technological developments exhibit substantial potential for real-time, on-site analytical applications across various fields, including medical diagnostics, environmental monitoring, food safety, and wearable health technologies. Several studies are highlighted to illustrate the practical implementation of voltammetric sensing, including glucose and uric acid detection, cancer biomarker analysis, heavy metal monitoring, pesticide screening, and nitrite and formaldehyde detection in food. The review also discusses major challenges such as signal noise, sensor stability, energy constraints, and the need for user-friendly interfaces. Finally, it outlines future research directions, focusing on the incorporation of artificial intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and low-power electronics to enable fully autonomous and smart diagnostic systems. These developments position voltammetric sensing as a vital tool in the future of accessible, real-time, and personalized analytical technologies.
Pendampingan Edukatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pelatihan dan Kompetisi Matematika pada Siswa SMP Negeri 3 Takalar Nur Qadriana Ramadani Iqbal; Muhammad Syarifuddin Rahman; Andi Eka Kartika; Haerul Amri; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ngv95h84

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pendampingan edukatif dalam kegiatan Pelatihan dan Lomba Matematika (PLM) yang diselenggarakan oleh MEC RAKUS Makassar di Kabupaten Takalar. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika non-rutin, khususnya yang berbasis kompetisi dan menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pendampingan edukatif dirancang sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan kompetensi siswa dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi pada soal rutin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi penguatan konsep matematika, latihan soal berbasis olimpiade, serta simulasi kompetisi yang dilaksanakan secara intensif. Subjek kegiatan adalah 30 siswa tingkat SMP yang mengikuti program PLM. Instrumen yang digunakan berupa pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 66,87 pada pre-test menjadi 77,30 pada post-test. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 13,032 menjadi 9,513 yang menunjukkan peningkatan pemerataan kemampuan siswa. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendampingan edukatif yang terintegrasi dengan pengalaman kompetisi efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif sekaligus kesiapan mental siswa. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program PLM dapat menjadi model pembinaan matematika nonformal yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, strategi pemecahan masalah, serta kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kompetisi matematika secara berkelanjutan dan adaptif.
MOLECULARLY IMPRINTED POLYMER (MIP) SEBAGAI MATERIAL SELEKTIF PADA SENSOR VOLTAMETRI UNTUK ANALISIS RESIDU ANTIBIOTIK DALAM MATRIKS PANGAN Andi Eka Kartika; Nur Afni
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Volume 1, No.3: Oktober (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Molecularly Imprinted Polymer (MIP) merupakan material selektif yang semakin berkembang dalam teknologi sensor voltametri untuk mendeteksi residu antibiotik pada matriks pangan. Kompleksitas pangan, tingginya kebutuhan deteksi cepat, dan keterbatasan metode konvensional mendorong penggunaan MIP sebagai alternatif yang stabil, sensitif, dan berbiaya rendah. Artikel ini bertujuan meninjau prospek dan tantangan penggunaan MIP pada sensor voltametri untuk analisis residu antibiotik dalam berbagai jenis pangan. Objek kajian meliputi prinsip kerja MIP, teknik pembuatan, integrasi dengan nanomaterial, serta performanya pada sampel pangan nyata. Metode penelitian menggunakan pendekatan tinjauan pustaka terhadap publikasi terkini yang membahas sintesis, karakterisasi, dan aplikasi sensor berbasis MIP. Hasil kajian menunjukkan bahwa MIP mampu meningkatkan selektivitas, sensitivitas, serta kestabilan sensor, terutama ketika dikombinasikan dengan nanomaterial konduktif dan teknik fabrikasi modern seperti elektropolimerisasi atau surface imprinting. Namun, beberapa tantangan masih ditemukan, antara lain fouling matriks pangan, kesulitan penghilangan template secara sempurna, interferensi analit analog, serta kurangnya standarisasi fabrikasi yang berdampak pada reprodusibilitas dan komersialisasi. Secara keseluruhan, MIP memiliki prospek besar sebagai material selektif dalam sensor voltametri untuk deteksi cepat residu antibiotik, namun diperlukan inovasi berkelanjutan pada aspek sintesis, validasi, dan integrasi perangkat agar teknologi ini dapat diaplikasikan secara luas dalam pengawasan keamanan pangan.
NANOPARTIKEL SINTESIS HIJAU BERBASIS SENYAWA ALAMI SEBAGAI PLATFORM INOVATIF DALAM TERAPI INFEKSI BAKTERI: LITERATURE REVIEW Nur Afni; Andi Eka Kartika
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Volume 1, No.3: Oktober (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green synthesis of nanoparticles derived from natural compounds has emerged as a promising strategy to address increasing bacterial infections and antibiotic resistance. Unlike conventional methods that rely on toxic chemicals and high energy processes, this eco-friendly approach uses plant extracts as reducing and stabilizing agents, producing safer and more biocompatible nanoparticles. This narrative review summarizes recent findings on biosynthetic approaches, physicochemical characteristics, and antibacterial mechanisms demonstrated in experimental studies. Relevant articles published between 2015 and 2025 were retrieved from ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar using defined eligibility criteria. The synthesis commonly produces silver, gold, or zinc oxide nanoparticles with nanoscale size (<100 nm) and high colloidal stability. These nanoparticles exhibit potent antibacterial activity through multimodal pathways, including membrane disruption, oxidative stress induction, and biofilm inhibition, including against multidrug-resistant pathogens. Overall, green-synthesized nanoparticles represent a promising and sustainable platform for antibacterial therapy; however, further standardization, toxicity evaluation, and preclinical validation are required before translation to clinical applications.