Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Representasi Makna Kata Palum dalam KBBI Berdasarkan Frame Semantics pada Kajian Leksikografi Jiwana Nurinsani; Ela Emayusnita Sirait; Stephanie Br Sipayung; Icut Aprilla; Johannes Bagas Sitorus; Anggia Puteri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8205

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi makna kata palum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berdasarkan pendekatan Frame Semantics pada kajian leksikografi. Kata palum berasal dari bahasa Batak Pakpak dan digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang setelah rasa haus terpuaskan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data berupa dokumen entri kata palum dalam KBBI daring. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kata palum dapat dipahami melalui tiga unsur utama Frame Semantics, yaitu situasi pengalaman, partisipan yang terlibat, dan hubungan antar unsur yang membentuk pengalaman utuh. Kata palum tidak hanya menunjuk kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikologis berupa rasa puas dan tenang. Temuan ini menegaskan bahwa kamus merepresentasikan pengalaman nyata penutur dan menambah kosakata bahasa Indonesia melalui adaptasi bahasa daerah.
KONSTRUKSI KEWAJIBAN DAN LARANGAN DALAM UU NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Jiwana Nurinsani; Rahma Hidayati; Kaila Azzahra Yasmin; Huraiyah Jiratullah; Lili Tansliova
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 04 (2026): Volume 12 No. 04, Desember 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i04.19231

Abstract

This study describes the construction of obligation and prohibition in the body of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System (Articles 1–77) from the perspective of forensic linguistics. A descriptive qualitative method was used with documentation and note-taking techniques. The study found 37 data: 24 constructions of obligation and normative responsibility and 13 constructions of prohibition and sanction. Obligation is marked by wajib (12), harus (4), berkewajiban (6), and bertanggung jawab (2). Wajib is always followed by an active verb and is most often attached to the Government, whereas berkewajiban is attached only to non-governmental parties. Harus appears mostly in passive constructions, two of which do not state the obligated party. Explicit prohibition with dilarang occurs only in Article 21(2), while twelve criminal provisions in Articles 67–71 imply prohibition through the relation between the act and the sanction, eight of them by referring to other articles. The findings show that normative meaning is shaped by the choice of markers together with the subject, voice, clause structure, and cross-references between articles.