Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Perbedaan Kemampuan Kontrol Diri Berdasarkan Gender pada Siswa dengan Tingkat Empati Rendah Hapsari Puspita Rini; Ni Putu Rizky Arnani; Kurrota Aini
Journal of Social, Culture, and Language Vol 3, No 2 (2025): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v3i2.29947

Abstract

This study aims to determine whether there are differences in self-control abilities based on gender in low empathy students. This research is a type of descriptive quantitative research that will provide an overview of a phenomenon that occurs. The population of this study were students at SMA 'X' Bangkalan with a total sample of 39 people with 16 male students and 23 female students. The sampling method was carried out using purposive sampling method by distributing empathy questionnaires to all X and XI grade students through google form media. Analysis of self-control questionnaire data filled in by the participants was carried out using an independent sample t-test technique after ensuring the distribution of normally distributed data with homogeneous data group variants. The results showed that there was no difference in the ability of self-control in male and female students who have low empathy in SMA 'X' Bangkalan. This is possible because in this study all participants had empathy in the same category and ignored the role of parenting and the role of peer groups.
Psikoedukasi Sebagai Strategi Penguatan Manajemen Diri dan Emosi pada Siswa SMKN 4 Malang Faqihul Muqoddam; Hapsari Puspita Rini; Yudho Bawono; Kurrota Aini; Wasis Purwo Wibowo; Masrifah Masrifah; Ni Putu Rizky Arnani; Ahmad Najibullah
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.261

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) mendatang, sehingga menjadi tugas utama pendidik dalam membangun sumber daya peserta didik yang berkualitas, salah satunya meningkatkan manajemen diri dan emosi siswa remaja. Tujuan: Pengabdian bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman serta keterampilan dasar dalam mengenali, mengelola, dan mengarahkan emosi serta perilaku diri secara sehat dan adaptif. Metode: Pengabdian ini melibatkan siswa-siswi SMKN 4 Malang dengan menggunakan metode Psikoedukasi dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Evaluasi efektivitas psikoedukasi menggunakan desain pre-experimental melalui pemberian pre-test dan post-test kepada peserta. Hasil: Pemberian psikoedukasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan post-test sebesar 4,89 poin dibandingkan pre-test. Selain itu, data menunjukkan bahwa 42,55% siswa mengalami peningkatan skor, dan 46,81% mempertahankan nilai yang sama. Kesimpulan: Pemberian psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman tentang manajemen diri dan emosi peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah peserta yang mencakup berbagai jenjang kelas atau jurusan.
Psikoedukasi Sebagai Strategi Penguatan Manajemen Diri dan Emosi pada Siswa SMKN 4 Malang Faqihul Muqoddam; Hapsari Puspita Rini; Yudho Bawono; Kurrota Aini; Wasis Purwo Wibowo; Masrifah Masrifah; Ni Putu Rizky Arnani; Ahmad Najibullah
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.261

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) mendatang, sehingga menjadi tugas utama pendidik dalam membangun sumber daya peserta didik yang berkualitas, salah satunya meningkatkan manajemen diri dan emosi siswa remaja. Tujuan: Pengabdian bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman serta keterampilan dasar dalam mengenali, mengelola, dan mengarahkan emosi serta perilaku diri secara sehat dan adaptif. Metode: Pengabdian ini melibatkan siswa-siswi SMKN 4 Malang dengan menggunakan metode Psikoedukasi dengan pendekatan partisipatif dan kontekstual. Evaluasi efektivitas psikoedukasi menggunakan desain pre-experimental melalui pemberian pre-test dan post-test kepada peserta. Hasil: Pemberian psikoedukasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan post-test sebesar 4,89 poin dibandingkan pre-test. Selain itu, data menunjukkan bahwa 42,55% siswa mengalami peningkatan skor, dan 46,81% mempertahankan nilai yang sama. Kesimpulan: Pemberian psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman tentang manajemen diri dan emosi peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah peserta yang mencakup berbagai jenjang kelas atau jurusan.
If I Had Your Face: Gambaran Citra Tubuh pada Wanita yang Mengalami Acne Vulgaris Nadia Masfufatul Islamiyah; Kurrota Aini
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v2i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perempuan dewasa awal dalam membentuk citra diri ketika menghadapi acne vulgaris. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis, dua partisipan perempuan berusia 19–25 tahun diwawancarai secara mendalam untuk memahami persepsi, emosi, dan strategi koping mereka terhadap jerawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerawat berdampak negatif pada citra tubuh, menimbulkan rasa malu, rendah diri, serta memicu konflik internal antara penerimaan diri dan tekanan sosial. Partisipan menggunakan berbagai strategi seperti skincare, makeup, serta mencari dukungan sosial sebagai bentuk adaptasi emosional. Lingkungan sosial, terutama komentar negatif, memperkuat ketidakpuasan terhadap tubuh, namun dukungan dari teman dan keluarga terbukti memperkuat ketahanan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jerawat bukan sekadar masalah fisik, melainkan persoalan psikososial yang kompleks dan perlu ditanggapi secara lebih empatik dalam pendekatan budaya dan relasi sosial.