Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Strategi Pemasaran Produk Tabungan Britama Terhadap Peningkatan Jumlah Nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Kabanjahe Andrew Fransiscus Maydi Sitanggang; Remus Silalahi; Mangasa Panjaitan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran yang meliputi segmentasi, targeting, dan positioning terhadap peningkatan jumlah nasabah produk Tabungan BritAma pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Kabanjahe. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya fluktuasi jumlah nasabah, khususnya penurunan pada tahun 2024, yang menunjukkan belum optimalnya penerapan strategi pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 78 responden nasabah Tabungan BritAma yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial segmentasi, targeting, dan positioning berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan jumlah nasabah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik terhadap karakteristik pasar, penentuan sasaran yang tepat, serta penempatan produk yang jelas di benak konsumen mampu meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan produk tabungan. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah nasabah Tabungan BritAma. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pasar lokal memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik produk perbankan. Oleh karena itu, pihak bank disarankan untuk memperkuat segmentasi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat, menetapkan targeting yang lebih spesifik, serta membangun positioning produk yang unik dan kompetitif guna meningkatkan jumlah nasabah secara berkelanjutan.  
Pengaruh Budaya Organisasi, Etos Kerja, dan Beban Kerja terhadap Kedisiplinan Kerja Pegawai pada Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbang Hasundutan Santonius Rikki Situmorang; Remus Silalahi; Maludin Panjaitan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, etos kerja, dan beban kerja terhadap kedisiplinan kerja pegawai pada Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 35 pegawai. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai, yang dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 3,324 lebih besar dari ttabel 2,039 serta nilai signifikansi sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05. Etos kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja dengan nilai thitung sebesar 2,120 lebih besar dari ttabel 2,039 dan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih kecil dari 0,05. Selanjutnya, beban kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai dengan nilai thitung sebesar 2,272 lebih besar dari ttabel 2,039 dan nilai signifikansi sebesar 0,030 lebih kecil dari 0,05. Secara simultan, budaya organisasi, etos kerja, dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai, dengan nilai Fhitung sebesar 40,999 lebih besar dari ttabel 2,91 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,779 atau 77,9%, yang berarti bahwa variabel budaya organisasi, etos kerja, dan beban kerja mampu menjelaskan variasi kedisiplinan kerja pegawai sebesar 77,9%, sedangkan sisanya sebesar 22,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Pengembangan Karir dan Team Work terhadap Kinerjakaryawan pada PT. Charoen Pokphand Jaya Desa Kuta Limbaru Jessa Bastanta Perangin Angin; Remus Silalahi; Mislan Sihite
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, pengembangan karir, dan teamwork terhadap kinerja karyawan pada PT. Charoen Pokphand Jaya di Desa Kuta Limbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik analisis data dilakukan melalui uji hipotesis parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta analisis koefisien determinasi (Adjusted R-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kemampuan karyawan dalam mengelola emosi, maka kinerja yang dihasilkan juga semakin meningkat. Selain itu, pengembangan karir juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti adanya peluang peningkatan karir dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih optimal. Sementara itu, variabel teamwork menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, yang mengindikasikan bahwa kerja tim belum berjalan secara efektif dalam meningkatkan kinerja individu. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, pengembangan karir, dan teamwork secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan analisis koefisien determinasi, diperoleh nilai Adjusted R-Square sebesar 0,280, yang berarti ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan kinerja karyawan sebesar 28%, sedangkan sisanya sebesar 72% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.