Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS TINDAKAN SOSIAL DALAM TRADISI KULIWA PADA MASYARAKAT NELAYAN MANDAR DI PAMBUSUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT Rahmatullah Rahmatullah; Mahmud Tang; Rahmat Muhammad
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 2, ISSUE 2, 2020
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.v2i2.12864

Abstract

This study aims to describe the implementation of kuliwa and describe social actions in the Kuliwa tradition of the Mandar fishing community in the village of Pambusuang. The approach used is qualitative. The results showed that Mandar people usually perform kuliwa rituals to inaugurate the use of new boats and to inaugurate new fishing machines or equipment as well as for the first time to go to sea. The implementation of kuliwa rituals, is a series of activities held on the boat and at the courtier house . Of the four further classification of Weber's actions, only three will be used by the author to analyze the phenomenon of the Kuliwa tradition in the Mandar fishing community in the village of Pambusuang, namely: the rationality of the value of affective actions, and traditional actions, to understand the motives and goals of the perpetrators of the kuliwa tradition up to currently still maintaining and preserving it. The act of rationality based on the findings of existing data, Mandar people in the village of Pambusuang who have done kuliwa said that implementing kuliwa also means not only as a tradition but also a condition for values, such as social values, religion and others. Affective actions based on the findings of existing data One of the emotional actions seen in the kuliwa tradition is where neighbors come to help prepare the event for the kuliwa tradition. At the time the event will start at home, the courtier calls neighbors around to come to eat at the retainer's house. Traditional actions based on the findings of existing data Pambusuang community who decided to carry out the kuliwa because in the family of the community there is a habit to carry out the kuliwa and the habit already exists from the previous offspring which then passed on to the next offspring. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan pelaksanaan kuliwa dan mendeskripsikan tindakan sosial dalam tradisi Kuliwa pada masyarakat nelayan Mandar di Desa Pambusuang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang Mandar biasanya melakukan ritual kuliwa untuk meresmikan penggunaan perahu baru dan untuk memresmikan mesin atau alat-alat tangkap baru serta untuk pertama kalinya untuk melaut. Pelaksanaan ritual kuliwa, merupakan serangakaian kegiatan yang diadakan di perahu dan di rumah punggawa. Dari keempat klasifikasi tindakan Weber selanjutnya hanya tiga yang akan penulis gunakan untuk menganalisis fenomena pada tradisi kuliwa pada masyarakat nelayan Mandar di Desa Pambusuang yaitu: tindakan rasionalitas, nilai tindakan afektif, dan tindakan tradisional, untuk memahami motif dan tujuan dari para pelaku tradisi kuliwa yang sampai dengan saat ini masih tetap menjaga dan melestarikannya. Tindakan rasionalitas nilai berdasarkan temuan data yang ada, masyarakat Mandar di Desa Pambusuang yang telah melakukan kuliwa mengatakan bahwa melaksanakan kuliwa juga memaknainya tidak hanya sebagai suatu tradisi tetapi juga syarat akan nilai, seperti nilai sosial, agama dan lain lain. Tindakan afektif berdasarkan temuan data yang ada salah satu tindakan emosianal yang terlihat pada tradisi kuliwa yaitu dimana para tetangga datang membantu untuk mempersiapakan acara tradisi kuliwa tersebut. Pada saat akan mulai acara dirumah, punggawa memanggil tetangga sekitar untuk ikut makan dirumah punggawa. Tindakan tradisonal berdasarkan temuan data yang ada masyarakat Pambusuang yang memutuskan untuk melaksanakan kuliwa karena di dalam keluarga masyarakat tersebut ada kebiasaan untuk melaksanakan kuliwa dan kebiasaan tersebut sudah ada dari keturunan sebelumnya yang kemudian diteruskan pada keturunan berikutnya.
Community Perceptions of Social and Political Dynamics in Polewali Mandar Regency in 2023 Rahmatullah; Saputra, Aco Nata; Yusri, Muhammad; Kusmin, Achmad Fauzi
International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsas.v2i3.1476

Abstract

The problem studied in this research is perception the company about Social and political dynamics in Polewali Mandar regency . This research uses a quantitative descriptive research design to explain qualitative research phenomena. For this reason, the research approach uses a combination of qualitative and quantitative methods for community perceptions of social and political dynamics in Polewali Mandar Regency . The data collection techniques used were surveys, interviews and observations. The research results show that, based on the research results, it can be concluded that perception the company about the social and political dynamics in Polewali Mandar Regency which includes social conditions, economic conditions, political conditions, security conditions, law enforcement conditions, regional government performance, general problems and special problems are good, this is marked by the greatest number of several evaluation indicators of The various conditions that occur in society are in good percentage . Meanwhile, the lowest value of the indicator is a bad rating. Community perception of social and political dynamics of residents of Polewali Mandar regency seen from the perspective of functionalism theory It is very diverse, there are some people who have positive perceptions and others who have negative perceptions accompanied by factors that influence it , but overall, in the socio-political dynamics that occur, the Polwali community Mandar has a positive response .
Literasi Demokrasi Desa Kalumammang Kec.Alu, Kab. Polewali Mandar Rahmatullah, Rahmatullah; Hendrawan, Hendrawan; Taufiq, Muhammad Syihabuddin; Saputra, Aco Nata; Ikhsan, Taufik; Kusmin, Achmad Fauzi; Yusri, Muhammad; Prayetno, Budi
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.644

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalumammang, Kabupaten Polewali Mandar, bertujuan untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan masyarakat pedesaan yang minim akses terhadap informasi politik dan pendidikan demokrasi. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, yang mencakup observasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta refleksi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap demokrasi masih terbatas pada aspek formal seperti pemilu, tanpa menginternalisasi nilai-nilai substantif seperti partisipasi, akuntabilitas, dan kesetaraan. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menggambarkan antusiasme dan kebutuhan akan pemahaman demokrasi yang lebih mendalam. Namun, terdapat tantangan, seperti rendahnya keterlibatan perempuan dan pemuda dalam proses pengambilan keputusan, serta dominasi politik transaksional. Pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk budaya demokrasi yang kritis dan berkelanjutan di tingkat lokal, dengan potensi untuk diperluas ke desa lain dan mendukung penguatan demokrasi berbasis nilai lokal.
INTEGRASI SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT PESISIR DI KELURAHAN BAURUNG KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE Rahmatullah; Husniah
SOSIORELIGIUS Vol 10 No 1 (2025): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v10i1.58020

Abstract

This paper discusses the socio-cultural integration of coastal communities in Baurung Village, East Banggae District, Majene Regency. This paper aims to analyze the forms of socio-cultural integration of coastal communities in Baurung Village, East Banggae District, Majene Regency. In this paper, the author has the main focus of his study on social interaction, local cultural values and socio-cultural integration and adaptation between ethnic groups that live side by side in the area. This paper uses a qualitative approach using descriptive methods, data obtained through field observations conducted by researchers in the Baurung Village area. Then conducting in-depth interviews with the Baurung Village community and conducting documentation. The results of this study indicate that socio-cultural integration in Baurung Village can be seen from the existence of events or traditions such as the celebration of the fisherman's party (Mappasso), mutual cooperation (Sirondo-rondoi), social services, buying and selling activities and so on. From several of these activities, the involvement of several individual actors who interact with each other in a structured manner has a match with the structural functionalism theory put forward by Talcott Parson. The factors that drive socio-cultural integration are the adaptation of existing values that are still believed in by the community, tolerance between coastal community groups, and collective participation in social, cultural and religious activities.
STUDI LITERATUR : PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Rahmatullah; Achmad Fauzi Kusmin; Hendrawan
Jurnal Arajang Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Arajang Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/arajang.v6i1.2804

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertolak dari pemahaman tentang bagaimana konsep modal sosial dapat diaplikasikan dalam upaya dan peran untuk percepatan peningkatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan dalam pembangunan yang menggunakan aspek sosial untuk meningkatkan aspek ekonomi masyarakat. Aspek sosial yang umum digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah modal sosial. Di dalam modal sosial terdapat elemen-elemen berupa nilai dan norma, kepercayaan, serta jaringan sosial yang digunakan untuk mencapai tujuan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan modal sosial sebagai konsep teoritis. Pemaparan studi menunjukkan adanya peran modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep modal sosial berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Peran modal sosial dalam masyarakat dapat dilihat pada persoalan persoalan pembangunan ekonomi yang sifatnya lokal dan peran dalam kegiatan yang berbasis komunitas.
Hubungan Motivasi Religius dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene Muhammad Syihabuddin Taufiq; Hendrawan Hendrawan; Rahmatullah Rahmatullah
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 3 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i3.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi religious dan stress kerja seorang aparatur bisa mempengaruhi kinerjanya yang memiliki permasalahan yang kompleks, hal tersebut diharapkan bisa memberikan informasi penting dalam rangka reformasi birokrasi untuk menuju good governance  penelitian ini juga mencoba mengukur seberapa jauh motivasi religius dan stres kerja mempengaruhi kinerja mengingat motivasi  dan stres yang memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggabungkan antara data hasil penghitungan informan dengan narasi ilmiah dalam lingkup motivasi religious dan manajemen stress.