Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MINAT BACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 096114 SORBADOLOK Awani Haloho; Risna Wati Br Sitepu; Meikardo Samuel Prayuda
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 04 FEBRUARI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol2iss1no08pp52

Abstract

Permasalahan minat baca bangsa ini adalah masalah Bersama. Dilihat dari kondisi saat ini minat baca di Indonesia sungguh memprihatinkan bila dibandingkan dengan negara lainnya. Untuk menumbuhkam minat baca dalam waktu singkat sangat sulit, maka diperlukan konsntrasi dalam menumbuhkan minat baca yan tertuju pada anak usia dini. Menumbuhkan kesadaran dalam pentingnya minat baca anak diperlukan Kerjasama antar anggota keluarga sebagai agen sosialisasi. Ibu sebagai figure terdekat dengan anak, sangat berpotensi untuk meningkatkan minat baca anak. Selain itu peran keluarga juga dibutuhkan untuk meningkatkan minat baca anak. Fakta-fakta bahwa kegiatan membaca juga kegiatan utama dalam pendidikan.Masalah dalam penelitian yaitu rendahnya minat baca siswa yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Materi bacaan perlu dibuat menarik, penuh warna, dan gambar yang dapat mengembangkan imajinasi. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran guru juga mempengaruhi minat baca siswa dalam menerapkan program literasi dan bahan bacaan yang menarik sehingga meningkatnya prestasi belajar siswa meningkat.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV SDN 064025 MEDAN Darinda Sofia Tanjung; Olivia Angelina Panjaitan; Evi Beneditta Br Meliala; Awani Haloho; Risna Wati Br Sitepu
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 06 JUNI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol1iss6pp301-307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning di kelas IV SDN 064025 Medan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPAS yang ditandai dengan tingkat ketuntasan belajar yang belum mencapai target. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan hasil belajar siswa: dari 36,4% siswa yang tuntas pada pra-siklus, menjadi 54,6% pada siklus I, dan mencapai 86,3% pada siklus II. Penerapan Discovery Learning juga mendorong siswa untuk lebih aktif, kritis, dan terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.
ANALISIS PENYEBAB KURANGNYA KEDISIPLINAN SISWA DI UPT SD NEGERI 060919 MEDAN SUNGGAL Reflina Sinaga; Joen Parningotan Purba; Olivia Angelina Panjaitan; Evi Beneditta Br Meliala; Frisa Meilani Simarmata; Mardiana Sinaga; Awani Haloho; Risna Wati Br Sitepu
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 06 JUNI 2025
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905/vol1iss6pp313-319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kurangnya kedisiplinan siswa di SD Negeri 060919 Medan Sunggal. Kurangnya kedisiplinan siswa berdampak negatif pada proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama kurangnya kedisiplinan siswa meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya pengawasan dari orang tua, serta penerapan tata tertib sekolah yang belum konsisten. Selain itu, lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan kurangnya pemahaman siswa tentang pentingnya kedisiplinan juga menjadi faktor pendukung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran guru dan orang tua dalam membangun kedisiplinan serta penegakan tata tertib yang lebih tegas dan konsisten.