Elieser Kulimbang
Universitas Cenderawasih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Formatif dan Needs Assessment Pelatihan Calon Guru SD: Urgensi Ekstensi Waktu dan Institusionalisasi Laboratorium Praktikum Microteaching Suwita Suwita; Amelia Warikar; Elieser Kulimbang; Martijn van Driel; Okky Riswandha Imawan
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2195

Abstract

Keberlanjutan dan efektivitas sebuah program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari tingkat kepuasan partisipan, melainkan dari kedalaman evaluasi formatif terhadap kekurangan pelaksanaan program tersebut. Artikel ini menyajikan needs assessment (analisis kebutuhan) berbasis data campuran (mixed-method) pasca-pelatihan literasi dan numerasi menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) bagi 61 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sementara data kualitatif dievaluasi menggunakan Computer-Assisted Qualitative Data Analysis Software (CAQDAS) LONTAR, dengan isolasi analisis secara ketat pada domain tema "Kritik dan Saran". Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan fundamental dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi skor kepuasan penyelenggaraan 4,90 dari 5,00. Jejak audit kualitatif membuktikan bahwa durasi pelatihan yang singkat menjadi hambatan utama dalam internalisasi materi. Partisipan secara eksplisit menuntut perpanjangan waktu kegiatan, penambahan porsi simulasi/praktik, serta peletakan modul BPKP sebagai inventaris wajib di laboratorium kampus. Temuan ini merekomendasikan perlunya pergeseran kebijakan institusional, dari yang sekadar penyelenggaraan seminar insidental berdurasi dua hari, menuju program praktikum terstruktur dan penyediaan infrastruktur laboratorium yang memadai bagi calon pendidik.  
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Sekolah Dasar di Perbatasan RI-PNG dalam Menyelesaikan Soal Cerita Bilangan Elieser Kulimbang; Rian Efendi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan literasi numerasi peserta didik Sekolah Dasar khususnya di wilayah perbatasan Indonesia. Selain itu, temuan ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi di Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Inpres Skouw Mabo. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, metode wawancara tidak terstruktur, dan rekaman (record). Instrumen yang digunakan berupa lembar tes kemampuan literasi numerasi dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan indikator literasi numerasi, yaitu dapat menggunakan berbagai macam angka dan simbol, dapat menganalisis informasi, dan dapat menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih memiliki keterampilan literasi numerasi yang rendah. Peserta didik belum memenuhi ketiga indikator kemampuan literasi numerasi. Tidak terpenuhinya indikator disebabkan oleh faktor dari peserta didik diantaranya: 1) Belum bisa memahami soal dengan baik sehingga sulit menuliskan informasi data yang diketahui dan ditanya, 2) Keliru pada saat melakukan perhitungan, dan 3) Tidak menuliskan kesimpulan atas hasil jawaban yang didapatkan.
Penguatan Penyusunan Soal AKM Sekolah Dasar Bagi Guru Di SD Negeri Inpres Skouw Mabo Perbatasan RI-PNG Elieser Kulimbang; Rian Efendi; Dian Septikasari
Jurnal PKM: Karya dan Inovasi untuk Negeri Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : ITEKES Permata Ilmu Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aims to strengthen the competence of elementary school teachers in developing numeracy questions oriented towards the Minimum Competency Assessment (AKM) through practice-based mentoring and local context. The program was implemented at SD Negeri Inpres Skouw Mabo, in the Indonesia-PNG border region, using a direct participatory approach involving all teachers. The activity stages included initial observations, presentation of AKM concept material, a question development workshop, revision mentoring, and evaluation of results. Data were collected through interviews, process observations, and analysis of the quality of the question products before and after the mentoring. The results showed an increase in teachers' understanding of the characteristics of AKM, particularly in the development of contextual stimuli, the selection of numeracy content, and the determination of cognitive levels based on reasoning. Teachers who previously tended to develop procedural questions without context were able, after mentoring, to design questions based on real-life situations of students in Papua, such as local social and cultural activities. The iterative revision process helped teachers understand that the strength of AKM questions lies in their ability to encourage students to read, understand information, and reason before answering. This activity not only improved teachers' technical skills in developing questions but also built their confidence as agents of change in numeracy literacy learning in the border region. This mentoring model has proven to be effective and worthy of replication in schools in 3T areas as an effort to equalize the quality of education and strengthen the implementation of the National Assessment at the educational unit level.