Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR DI KELAS X SMAN 14 PEKANBARU Cahya, Anggra Prasetya; Rery, H. R. Usman; ', Rasmiwetti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The application of Accelerated Learning model aims to improve student achievement on subject of Atomic Structure and Periodic System Elements in class X SMAN 14 Pekanbaru. This type of research is experimental research design with randomized control group pretest-posttest. Samples were students in class X2 as an experimental class and students in class X1 as a control class. Data analysis technique used is the t test. The test results of data analysis obtained t calculated > t table is 3.91> 1.67, meaning that the application of Accelerated Learning model can improve student achievement on subject of Atomic Structure and Periodic System Elements in class X SMAN 14 Pekanbaru with the influence coefficient of 17, 74%.Keywords : Accelerated Learning, Learning Achievement, Atomic Structure and Periodic System Elements
MENTAL MODEL OF PROSPECTIVE CHEMISTRY TEACHER ON EQUILIBRIUM CONSTANT AND DEGREE OF DISSOCIATION Anggra Prasetya Cahya; Antuni Wiyarsi; Anti Kolonial Prodjosantoso
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.335 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.26696

Abstract

MODEL MENTAL CALON GURU KIMIA PADA KONSEP TETAPAN KESETIMBANGAN DAN DERAJAT DISOSIASIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model mental calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan dan derajat disosiasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa semester lima di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental mahasiswa sebagai calon guru kimia pada konsep tetapan kesetimbangan terbagi menjadi enam model yang tergolong mengalami miskonsepsi yaitu kekurangpahaman mengenai kesetimbangan heterogen, kesalahan penulisan persamaan Kp, pemahaman tentang nilai Kc bergantung pada pangkat dari koefisien reaksi pada kondisi reaksi yang sama, kesalahan menentukan satuan tetapan kesetimbangan, kesalahan menghitung Δn, dan tidak mengetahui koefisien reaksi zat yang tidak tertulis angka. Adapun model mental calon guru kimia pada konsep derajat disosiasi terbagi menjadi tiga yaitu model saintifik derajat disosiasi, model tanpa pengertian disosiasi, dan model kesalahan jumlah mol awal. Kata kunci: model mental, calon guru kimia, tetapan kesetimbangan, derajat disosiasiAbstractThis study was aimed at exploring the mental model of prospective chemistry teacher on the concepts of equilibrium constant and the degree of dissociation. This study used explorative qualitative research model. The research was conducted at the fifth semester students in the Chemistry Study Program at Riau University. The results show that the mental model of students as prospective chemistry teachers on the concept of the equilibrium constant is divided into six models that are classified as experiencing misconceptions: the lack of understanding about heterogeneous equilibrium, error writing in Kp equation, misunderstanding of the value of Kc depends on the rank of the reaction coefficient under the same reaction conditions, the error of determining the unit of equilibrium constant, the error of calculating Δn, and the lack of understanding regarding to the reaction coefficient of an unwritten number of substances. The mental model of prospective chemistry teachers on the concept of dissociation degree is divided into three: the scientific model of dissociation degree, the model without understanding dissociation, and the initial mole number error model.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA Wisnu Prammana Surya; Anggra Prasetya Cahya
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v8i1.18395

Abstract

Hasil penting dari pembelajaran kimia antara lain mengajarkan siswa tentang keterampilan yang relevan dengan ilmu kimia, yaitu keterampilan berpikir kritis. Kualitas suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan ex-post facto. Siswa SMA di Pekanbaru, Riau yang telah mempelajari materi kesetimbangan kimia dan sedang menjalani semester ganjil menjadi partisipan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan skor yang diperoleh dari tes ke dalam kategori penilaian ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa sangat rendah yaitu pada kategori kurang baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa perlu melatih keterampilan berpikir kritisnya terutama pada aspek menyimpulkan dan menyusun strategi dan teknik.
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Komik Berbasis Kemaritiman dengan Menggunakan Aplikasi Canva di SMAN 1 Toapaya Rasyid, Muhamad Al; Putri, Steva Dara; Cahya, Anggra Prasetya; Surya, Wisnu Prammana
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2025): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v7i1.21824

Abstract

Pembelajaran yang bermakna sudah seharusnya memberikan dampak positif bagi siswa dalam menjalankan proses pembelajaran. Pelatihan dan pendampingan pengembangan bahan ajar komik berbasis kemaritiman dengan menggunakan aplikasi canva bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para guru dalam mengembangkan bahan ajar yang menarik, interaktif, dan mudah digunakan oleh siswa dengan menggunakan aplikasi Canva.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Toapaya, Kabupaten Bintan dengan jumlah peserta pelatihan yaitu 26 peserta yang merupakan guru SMA Negeri 1 Toapaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan review terhadap komik yang sudah dibuat oleh para peserta pelatihan. Hasil dari pelatihan dan pendampingan ini yaitu, 1) para guru termotivasi untuk mengembangkan bahan ajar interaktif dalam bentuk komik; 2) para guru dapat mengembangkan bahan ajar secara inovatif dengan menggunakan aplikasi canva; 3) para guru dapat menngkatkan keterampilan diri diantaranya berkolaborasi, inovatif dan kreatif dalam menggunakan teknologi yang relevan dengan pembelajaran di era digital.  
Model Mental Mahasiswa Pendidikan Kimia Terhadap Konsep Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan Prasetya Cahya, Anggra; Prammana Surya, Wisnu
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 3 (2025): Juli 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i3.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model mental mahasiswa terhadap konsep faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan termasuk dalam jenis penelitian eksploratif. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang telah mempelajari topik kesetimbangan kimia pada mata kuliah sebelumnya. Data dikumpulkan melalui analisis respons mahasiswa terhadap soal diagnostik dan wawancara mendalam semi terstruktur. Peneliti bersama lima orang ahli di bidang pendidikan kimia melakukan analisis terhadap jawaban tertulis dan transkrip wawancara melalui diskusi terfokus (Focus Group Discussion/FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental mahasiswa dapat dikategorikan ke dalam dua tipe, yaitu Model Parsial Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan (MPFPK) dan Model Miskonsepsi Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan (MMFPK). Model MMFPK terdiri atas empat jenis miskonsepsi yang teridentifikasi, yaitu: (1) katalis dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan pergeseran kesetimbangan kimia, (2) mahasiswa meyakini bahwa nilai tetapan kesetimbangan (K) tidak berubah ketika terjadi perubahan suhu, (3) penentuan arah pergeseran kesetimbangan didasarkan pada koefisien reaktan atau produk, dan (4) persepsi bahwa katalis hanya mempercepat reaksi ke arah kanan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penanganan miskonsepsi secara sistematis untuk membangun pemahaman konseptual yang ilmiah dan menyeluruh pada mahasiswa.
Model Mental Mahasiswa Pendidikan Kimia Terhadap Konsep Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan Prasetya Cahya, Anggra; Prammana Surya, Wisnu
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 3 (2025): Juli 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i3.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model mental mahasiswa terhadap konsep faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan termasuk dalam jenis penelitian eksploratif. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang telah mempelajari topik kesetimbangan kimia pada mata kuliah sebelumnya. Data dikumpulkan melalui analisis respons mahasiswa terhadap soal diagnostik dan wawancara mendalam semi terstruktur. Peneliti bersama lima orang ahli di bidang pendidikan kimia melakukan analisis terhadap jawaban tertulis dan transkrip wawancara melalui diskusi terfokus (Focus Group Discussion/FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mental mahasiswa dapat dikategorikan ke dalam dua tipe, yaitu Model Parsial Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan (MPFPK) dan Model Miskonsepsi Faktor-Faktor Pergeseran Kesetimbangan (MMFPK). Model MMFPK terdiri atas empat jenis miskonsepsi yang teridentifikasi, yaitu: (1) katalis dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan pergeseran kesetimbangan kimia, (2) mahasiswa meyakini bahwa nilai tetapan kesetimbangan (K) tidak berubah ketika terjadi perubahan suhu, (3) penentuan arah pergeseran kesetimbangan didasarkan pada koefisien reaktan atau produk, dan (4) persepsi bahwa katalis hanya mempercepat reaksi ke arah kanan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penanganan miskonsepsi secara sistematis untuk membangun pemahaman konseptual yang ilmiah dan menyeluruh pada mahasiswa.
Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA melalui Proyek Sains Kimia Lingkungan pada Praktikum Pengukuran pH Air Laut dan Tanah Mangrove Steva Dara Putri; Rita Fitriani; Yudi Umara; Anggra Prasetya Cahya
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan proses sains siswa SMA melalui proyek sains kimia lingkungan pada praktikum pengukuran pH air laut dan tanah mangrove. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek siswa SMA Negeri 5 Tanjungpinang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian yang mengukur indikator keterampilan proses sains meliputi mengamati, mengklasifikasi, mengukur, menafsirkan data, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat pencapaian setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan prosedural siswa terutama observasi, pengukuran, dan klasifikasi berada pada kategori cukup hingga baik, sementara keterampilan analitis seperti penafsiran data dan penarikan kesimpulan masih relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif dalam memfasilitasi keterampilan ilmiah dasar, tetapi masih memerlukan penguatan tahap refleksi konseptual untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran kimia yang kontekstual berbasis isu lingkungan pesisir serta memberikan implikasi bagi guru untuk memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai sumber belajar autentik.
Kuliah Mini Ekosistem Mangrove sebagai Pemantik Intensi Pro-Lingkungan Siswa Pesisir: Studi Deskriptif–Korelasional (SDG 14) Anggra Prasetya Cahya; Wisnu Prammana Surya
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2383

Abstract

Penelitian ini mengkaji luaran segera (immediate outcomes) dari kuliah mini (~10 menit) tentang ekologi mangrove dan perlindungan garis pantai terhadap pemahaman konsep (concept understanding/CU) dan intensi pro-lingkungan (pro-environmental intention/PEI) siswa SMA pesisir, serta menguji hubungan CU–PEI. Setelah pembelajaran, 36 siswa mengisi exit ticket 12 butir (6 butir CU dan 6 butir PEI; skala Likert 1–5) yang diturunkan dari tujuan pembelajaran dan ditelaah kesesuaian isinya oleh tim pengajar. Hasil menunjukkan CU berada pada kategori sedang (M = 3,35; SD = 0,38; IK 95% [3,22; 3,47]) sedangkan PEI tinggi (M = 4,35; SD = 0,39; IK 95% [4,22; 4,47]). Korelasi CU–PEI mendekati nol (r = 0,02; IK 95% [−0,31; 0,35]). Reliabilitas internal memadai untuk PEI (α = 0,76) dan borderline untuk CU (α = 0,59), sehingga diperlukan penyempurnaan butir CU serta pelaporan reliabilitas berbasis model (McDonald’s ω) pada studi lanjutan. Secara umum, kuliah mini efektif sebagai pemantik cepat intensi kepedulian pesisir selaras SDG 14, namun penguatan konsep memerlukan tindak lanjut terstruktur.