Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of Ethyl p-Methoxycinnamate from Kaempferia galanga L. Extract by High Performance Liquid Chromatography Wiwin Winingsih; Sri Gustini Husein; Rozalia Putri Neno Ramdhani
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 4 (2021): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i4.331

Abstract

Ethyl para-methoxycinamate (EPMS) is a major compound of Kaempferia galanga L that has anti-inflammatory effect. The purpose of this study was to determine of EPMS in Kaempferiae galanga L rhizome extract by High Performance Liquid Chromatography (HPLC) and evaluated the performance of the analysis. This study included determination of system suitability, accuracy, precision, linearity and range, limit of detection (LOD) and Limit of quantitation (LOQ) and selectivity. The results of system suitability test HPLC System for EPMS analysis were as follows isocratic elution system of a mobile phase mixture of methanol: water (70:30) containing 0.1% TFA, uv detector at a wavelength of 308 nm using column C18 (150 × 4, 6mm, 5?m) flow rate 1 ml / min. From the analysis, it was found that the average EPMS content was 78.74%. Then method had linear concentration range from 5-360 ppm, with R ² = 0.9999. The LOD and LOQ were 7.0722 ppm and 21.4311 ppm respectively. The accuracy of this method that represented by % recovery was 98.02% - 101.26%. The precision of this method that expressed by Relative Standard Deviation (RSD) was 1.57%. The selectivity of this method that showed by resolution value was 2.6. Based on the results of the system suitability test and analysis performance evaluation,all parameters met the requirements.
Review: Analisis Komponen Senyawa Kimia Krokot (Portulaca oleraceae L. dan Portulaca grandiflora Hook.): Review: Component Analysis of Purslanes Chemicals Compound (Portulaca oleraceae L. andPortulaca grandiflora Hook.) Sri Gustini Husein; Melvia Sundalian; Nurul Husna
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i2.278

Abstract

Purslanes are medicinal plants from the Portulacaceae family which has more than 100 species, including Portulaca oleraceae L. and Portulaca grandiflora Hook. Both types of purslanes have the potential to become natural medicines due to the presence of active chemical compounds that produce various pharmacological effects. This review compiled the data concerning chemical compounds found in those two types of purslanes, the method of analysis, as well as the factors that affect the quality and quantity of chemical compounds so that they can be used as references in determining natural medicinal ingredients by selecting purslanes based on their desired phytochemical compounds and the appropriate analysis. The data were collected by a method of searching research journals on Google Scholar using certain keywords. From this review, the results showed that the chemical compounds found in the two types of purslanes are phenolic, flavonoid, fatty acid, sterol, terpenoid, and alkaloid. These components can be analyzed using spectroscopic and chromatographic methods for both qualitative and quantitative analysis. Some factors that need to be considered in the analysis of these components are the analytical method used, the method of extraction, the solvents, the plant varieties and genotypes, the part of the plant used, the growth time and harvest time of the sample, and the conditions in which the samples grew.
PEMANFAATAN MESOPORI SILIKA UNTUK PEMISAHAN SELEKTIF SENYAWA PADA TEH HITAM (Camelia sinensis L.) Sri Gustini Husein; Melvia Sundalian
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v4i1.76

Abstract

Teh (Camellia sinensis [L.] O. Kuntze) merupakan bahan minuman kedua yang paling banyak diminati di dunia setelah air mineral. Pengembangan metode isolasi senyawa metabolit sekunder teh hitam perlu menjadi perhatian mengingat potensi dan manfaatnya. Salah satu metode yang dapat pilih yaitu dengan menggunakan material mesopori. Pada penelitian ini mesopori dibuat dari campuran CTAB (Cetyl Trimetil Amonium Bromide), etanol absolut, ammonium hidroksida, asam borat, dan TEOS (Tetraethyl Orthosilicate) yang karakterisasi menggunakan instrument Scanning Electron Microscopic, Transmition Electron Microscopic, dan Fourier Transform Infrared. Selain itu, mesopori silika juga dilakukan penjerapan terhadap ekstrak teh hitam yang bertujuan mengisolasi senyawa metabolit sekunder teh hitam, salah satunya kuersetin. Pemastian kadar kuersetin dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa mesopori silika yang dibuat memiliki partikel dengan diameter antara 10-20 nm dan bersifat amorf. Berdasarkan proses penjerapan mesopori terhadap ekstrak hitam menghasilkan fraksi yang memiliki kadar kuersetin sebesar 0,8753 ppm. Mesopori silika dapat dikatakan memiliki kemampuan untuk menjerap beberapa metabolit sekunder teh hitam, walaupun belum dapat diaplikasikan proses permurnian isolat.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI NATRIUM KURKUMIN Wiwin Winingsih; Sri Gustini Husein; Melvia Sundalian
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v5i1.108

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica L.) termasuk family Zingiberaceae yang banyak terdapat di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Kunyit telah banyak digunakan sebagai pewarna makanan, penambah rasa, dan obat tradisional. Peningkatan kelarutan kurkumin telah terbukti dapat meningkatkan bioavaibilitas dan juga efek farmakologinya. Pembuatan garam kurkumin larut air dilakukan dengan cara reaksi penggaraman dengan menggunakan natrium metoksida sehingga menghasilkan natrium kurkumin yang diharapkan dapat meningkat kelarutannya. Selain itu pada penelitian ini juga dilakukan karakterisasi garam kurkumin dengan spektrofotometri UV-Vis, FTIR, LC-MS, HPLC, dan KLT. Garam natrium Kurkumin dengan perbandingan molnatrium : kurkumin ( 1:1 ) dapat meningkatkan kelarutan kurkumin dalam air sebesar 620 kali. Hasil karakteristik garam kurkumindengan spektrofotometri menunjukann adanya perubahan panjang gelombang maksimum (λ maks) dari 450 nm menjadi 350 nm. Garam natrium kurkumin menunjukkan adanya substitusi atom H oleh natrium yang mengakibatkan turunnya intensitas puncak pada daerah 3500-3000 cm-1. Hasil ujikarakteristik dengan KLT garam kurkumin dan kurkumin memiliki sedikit perbedaan nilai Rf. Garam natrium kurkumin dapat dibuat dengan mereaksikan natrium metoksida dan kurkumin.
VALIDASI METODE ANALISIS KADAR METHEMOGLOBIN DALAM DARAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL Husein, Sri Gustini; Nadhila, Nadhila; Mulyana, Mulyana
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.229

Abstract

Pengukuran kadar methemoglobin (metHb) dalam darah menjadi penting untuk penapisan dan penegakan diagnosis kondisi methemoglobinemia. Pengukuran kadar methemoglobin dengan menggunakan NaCN merupakan alternatif karena pertimbangan ketersediaan dan optimalisasi biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja metode analisis kadar methemoglobin dalam darah menggunakan spektrofotometri UV-Visibel dengan reagen NaCN. Metode ini dievaluasi berdasarkan parameter linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ). Hasil validasi menunjukkan bahwa metode spektrofotometri UV-Visibel dengan reagen NaCN memiliki rentang linearitas antara 1,1% hingga 11,4% metHb dengan nilai r = 0,9862; uji akurasi dengan rata-rata perolehan kembali berada pada rentang 100 - 101,884%; dan presisi inter-day dievaluasi dengan koefisien variasi 7,01%. LOD dan LOQ masing-masing dihitung sebesar 1,84% dan 5,92% metHb. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa spektrofotometri UV-Visibel pada analisis kadar methemoglobin menggunakan reagen NaCN tervalidasi atau valid karena terpenuhinya kriteria dari parameter validasi.
STUDI KEMOMETRIK SPEKTRUM INFRAMERAH BUAH CABAI JAWA (Piper retrofractum Vahl.) DARI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA Melvia, Sundalian; Sri Gustini, Husein; Tatik, Rokayah
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.2256

Abstract

Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai kondisi, seperti asma, gangguan pencernaan, kelelahan, dan infeksi. Aktivitas farmakologisnya berkaitan erat dengan kandungan metabolit sekunder, yang komposisinya dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, varietas, dan asal geografis. Perbedaan komposisi ini sulit diidentifikasi secara akurat menggunakan metode konvensional, sehingga diperlukan pendekatan kemometrik untuk memetakan variasi kimianya. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil spektral buah Cabai Jawa dari berbagai daerah di Indonesia menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan karakteristik kimia antar sampel melalui Principal Component Analysis (PCA) dan analisis klaster. Sampel buah kering yang diperoleh dari Bandar Lampung, Bengkulu, Jember, Madura, Malang, Pamekasan, Pati, Sleman, Sumenep, dan Tanggamus dianalisis menggunakan FTIR tanpa proses ekstraksi, pada rentang bilangan gelombang 4000–500 cm⁻¹. Data spektrum kemudian diolah dengan PCA dan analisis klaster. Hasil skrining fitokimia dan analisis FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi yang terkait dengan metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, steroid, dan tanin. PCA menghasilkan varians kumulatif sebesar 99%, dengan pengelompokan Malang–Jember, Madura–Sumenep–Pamekasan, serta Bandar Lampung–Tanggamus, sementara perbedaan paling menonjol ditemukan pada Pati dan Sleman. Analisis klaster mengonfirmasi terbentuknya kelompok alami sesuai kesamaan spektral. Pendekatan kemometrik terbukti efektif dalam membedakan dan mengelompokkan profil kimia Cabai Jawa, serta berpotensi mendukung autentikasi geografis dan pengendalian mutu bahan baku herbal di Indonesia.
Edukasi Label Pangan dan Informasi Nilai Gizi untuk UMKM: Studi Kasus, Seminar, dan Pelatihan di Kecamatan Pondoksalam Purwakarta Hamdani, Syarif; Sundalian, Melvia; Husein, Sri Gustini; Melianasari, Yunita
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1173

Abstract

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap regulasi pelabelan pangan sesuai Peraturan BPOM No. 16 Tahun 2020 dan Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Fokus kegiatan adalah UMKM di Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, yang sebagian besar belum memiliki label sesuai regulasi, izin edar seperti PIRT, maupun sertifikasi halal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan: survei awal, seminar, pelatihan teknis, dan evaluasi. Survei awal dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi UMKM terkait pemenuhan regulasi. Seminar memberikan pemahaman dasar mengenai informasi wajib pada label pangan, seperti nilai gizi, komposisi, dan sertifikasi halal. Pelatihan teknis mencakup simulasi pencantuman nilai gizi dan pembuatan label sesuai standar BPOM. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test, yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 0% menjadi 100% terkait regulasi pelabelan pangan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis kebutuhan dan pendekatan praktis efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM untuk memenuhi standar legalitas. Program ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung daya saing UMKM melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.