Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Augmented Reality-Based Ethnomathematics Learning Media to Enhance Spatial Ability in 3D Geometry for Fifth Grade Elementary Students Gustina, Devi Maya; Mariana, Neni; Wiryanto, Wiryanto
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i2.1229

Abstract

This study explores the potential of Augmented Reality (AR)-based learning media integrated with ethnomathematics to enhance students’ spatial ability in the context of teaching 3D geometry to fifth-grade elementary students. Spatial ability, which includes spatial perception, mental rotation, spatial visualization, spatial relations, and spatial orientation, is a critical cognitive skill for understanding geometric concepts. A Systematic Literature Review (SLR) method was employed to identify, evaluate, and synthesize findings from 15 studies related to the use of AR and ethnomathematics in mathematics education. The review reveals that AR offers significant advantages in presenting three-dimensional geometric objects interactively, visually, and concretely, which improves students' comprehension of abstract spatial relationships and enhances mental manipulation of objects. Additionally, the integration of ethnomathematics provides contextual learning experiences by linking mathematical content to students’ cultural backgrounds, thereby increasing engagement and motivation. These findings support the Van Hiele theory, emphasizing the importance of gradual stages in geometric understanding. The combination of AR and ethnomathematics not only deepens spatial reasoning but also promotes meaningful and culturally relevant learning experiences. Future studies should further explore the impact of AR-based ethnomathematical media through empirical classroom-based research and assess its long-term effects on students’ mathematical thinking and spatial abilities. The 21 students selected for the classroom trials were chosen through purposive sampling, ensuring the sample’s relevance to the study context.
MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN MELALUI PRAKSIS KRITIS PENDIDIKAN SAINS EMANSIPATORIS DI SEKOLAH DASAR Gustina, Devi Maya; Rahayu, Dwi Puri; Jannah, Fitri Miftahul; Julianto, Julianto; Susiyawati, Enny; Hidayati, Fitria
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8021

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pendidikan sains emansipatoris di tingkat sekolah dasar untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, pendidikan berbasis keberlanjutan menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang peduli terhadap alam. SD Negeri 1 Sonoageng, dengan pendekatan pendidikan yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan berbasis lingkungan, menjadi lokasi penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sains emansipatoris dapat memfasilitasi pembelajaran yang kritis dan transformatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran sains dan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan beberapa siswa. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola-pola penting dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan sains emansipatoris di SD Negeri 1 Sonoageng efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis siswa, meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya dan tekanan kurikulum. Siswa menunjukkan perubahan perilaku positif terhadap lingkungan dan merasa lebih bertanggung jawab atas keberlanjutan alam sekitar. Kesimpulannya, pendidikan sains emansipatoris dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa sekolah dasar, meskipun membutuhkan dukungan kebijakan dan sumber daya yang lebih baik.