Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perencanaan Transformasi Manajemen Logistik Pada Radjak Hospital Salemba Junnata, Agung; Zerlinda, Davina Puspa; Pradewa, Firstandika Aria; Chudri, Juni; Suwignyo; Muhammad Jauharil Wafi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2598

Abstract

Instalansi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) berperan penting dalam pengelolaan obat di rumah sakit, yang mencakup berbagai proses seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan retur barang. Proses pengadaan logistik dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Saat ini, Radjak Hospital Salemba menerapkan sistem desentralisasi dalam perencanaan dan pengadaan obat, tetapi berencana untuk beralih ke sistem sentralisasi. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pembelian obat dan mengurangi biaya pengeluaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi antara sistem logistik sentralisasi dan desentralisasi dalam pengelolaan obat di Radjak Hospital Salemba. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFRS telah mencapai tahap pembentukan Perusahaan Besar Farmasi (PBF), di mana semua pembelian obat akan dilakukan melalui satu PBF. Saat ini, IFRS Radjak Hospital Salemba sudah menerapkan sistem manajemen logistik dengan cukup baik yang menggunakan sistem desentralisasi dengan banyak vendor untuk pengadaan obat.
Analisis Perencanaan Transformasi Manajemen Logistik Pada Radjak Hospital Salemba Junnata, Agung; Zerlinda, Davina Puspa; Pradewa, Firstandika Aria; Chudri, Juni; Suwignyo; Muhammad Jauharil Wafi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2598

Abstract

Instalansi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) berperan penting dalam pengelolaan obat di rumah sakit, yang mencakup berbagai proses seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan retur barang. Proses pengadaan logistik dibedakan menjadi dua sistem, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Saat ini, Radjak Hospital Salemba menerapkan sistem desentralisasi dalam perencanaan dan pengadaan obat, tetapi berencana untuk beralih ke sistem sentralisasi. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pembelian obat dan mengurangi biaya pengeluaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi antara sistem logistik sentralisasi dan desentralisasi dalam pengelolaan obat di Radjak Hospital Salemba. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFRS telah mencapai tahap pembentukan Perusahaan Besar Farmasi (PBF), di mana semua pembelian obat akan dilakukan melalui satu PBF. Saat ini, IFRS Radjak Hospital Salemba sudah menerapkan sistem manajemen logistik dengan cukup baik yang menggunakan sistem desentralisasi dengan banyak vendor untuk pengadaan obat.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Preeklampsia Di RSUP Persahabatan Junnata, Agung; Marliany, Lily; Pudyastuti, Sri
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 32 No 2 (2026): MARET
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v32i2.4120

Abstract

Introduction: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia. Several studies have reported that hormonal contraception may affect blood pressure and vascular function, thereby potentially contributing to the development of preeclampsia. However, the available evidence remains inconsistent. Purpose: This study aimed to determine the association between maternal age, parity, and history of contraceptive use, particularly hormonal contraception, and the occurrence of preeclampsia among pregnant women. Methods: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach using secondary data from the medical records of pregnant women at RSUP Persahabatan Jakarta during May–July 2025. A total of 138 respondents were selected using a simple random sampling technique. Univariate analysis was conducted to describe subject characteristics, while bivariate analysis was performed using the Chi-square test or Fisher’s exact test, with a significance level of (p < 0.05.) Results: The prevalence of preeclampsia was 10.87%. There was a significant association between maternal age and the occurrence of preeclampsia (p < 0.001), as well as between parity and preeclampsia (p = 0.049). A history of contraceptive use was also significantly associated with preeclampsia (p = 0.014). However, no significant association was found between the type of contraception (hormonal vs non-hormonal) or the duration of hormonal contraceptive use and preeclampsia. Conclusion: Maternal age, parity, and history of contraceptive use were associated with preeclampsia. However, the type and duration of hormonal contraceptive use were not shown to increase the risk of preeclampsia in this study population.