Telaumbanua, Agus Arda Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kepenuhan Allah sebagai Orientasi Spiritualitas Paulus: Analisis Teologis atas Efesus 3:14-21 Fanggidae, Putra Jackson; Telaumbanua, Agus Arda Setiawan
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 2 (2026): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/grafta.v5i2.110

Abstract

Contemporary Christian spirituality often faces a crisis of orientation, where faith centers on personal experience rather than on God. Ephesians 3:14-21 offers an alternative paradigm through Paul’s prayer, emphasizing the “fullness of God” as the essence of Christian spirituality. This study aims to theologically interpret the meaning of God’s fullness and its implications for the church’s spiritual formation today. Using a qualitative approach with theological and expository analysis of Ephesians 3:14-21, the study finds that Paul’s prayer reveals a Trinitarian structure the Father as the source, Christ as the center, and the Holy Spirit as the inner strengthener. True spirituality is participatory and transformative, leading believers to live in God’s love and power. The conclusion affirms that the fullness of God forms a spiritual orientation that unites faith, love, and communion with the Triune God in the life of the church. Abstrak Kehidupan rohani kontemporer sering mengalami krisis orientasi spiritual, di mana iman berpusat pada pengalaman diri, bukan pada Allah. Efesus 3:14-21 menghadirkan paradigma alternatif melalui doa Paulus yang menekankan “kepenuhan Allah” sebagai inti spiritualitas Kristen. Penelitian ini bertujuan menafsirkan secara teologis makna kepenuhan Allah dan implikasinya bagi pembinaan rohani gereja masa kini. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan analisis teologis dan ekspositori terhadap teks Efesus 3:14-21. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa doa Paulus memiliki struktur Trinitarian yakni Bapa sebagai sumber, Kristus sebagai pusat, dan Roh Kudus sebagai penguat manusia batiniah. Spiritualitas yang sejati bersifat partisipatif dan transformatif, menuntun umat untuk hidup dalam kasih dan kuasa Allah. Novelty penelitian ini terletak pada kekosongan penelitian tentang kepenuhan Allah berdasarkan Efesus 3:14-21 yang merupakan orientasi spiritual yang menegaskan kesatuan antara iman dan persekutuan dengan Allah Tritunggal dalam kehidupan gereja.
KONSTRUKSI POLA HIDUP ORANG KRISTEN BERDASARKAN 1 PETRUS 4:7-11 DI ERA DIGITAL Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Arifianto, Yonatan Alex
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.217

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara drastis cara hidup manusia, termasuk dalam aspek spiritualitas orang percaya. Transformasi ini menuntut respons teologis yang kontekstual agar umat Kristen tetap hidup selaras dengan firman Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi pemahaman teologis mengenai cara hidup orang Kristen berdasarkan 1 Petrus 4:7-11 dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tiga prinsip utama yang digariskan oleh Petrus, yakni: hidup dalam penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan hidup memuliakan Allah dengan karunia. Ketiga prinsip ini memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan etika dan spiritualitas di tengah disrupsi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan diri menjadi dasar kehidupan doa dan kewaspadaan rohani di tengah distraksi digital; kasih menjadi nilai etis yang menuntun relasi digital umat; dan karunia digunakan secara bertanggung jawab untuk membangun tubuh Kristus melalui pelayanan digital yang bermakna. Dengan demikian, surat 1 Petrus memberikan kerangka teologis dan praktis bagi umat Kristen untuk hidup sebagai terang di tengah dunia digital yang kompleks.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Menanamkan Etika Kristen Bagi Generasi Alpha dalam Bermedia Sosial Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Telaumbanua, Desmeni; Daeli, Mesra Cani Putri; Leiwakabessy, Marchel Anthony
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol. 6 No. 1: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/zbkvs837

Abstract

Abstract: Generation Alpha lives in a highly dynamic digital ecosystem and is highly dependent on social media, making them vulnerable to various moral issues such as cyberbullying, identity crises, and exposure to destructive content. Therefore, this study aims to examine the role of Christian Religious Education in instilling Christian ethics in Generation Alpha in their use of social media. Using qualitative methods with a literature study approach, this study analyzes biblical texts hermeneutically through logical arguments and integrates relevant theological literature and scientific studies. The results show that biblical values such as wisdom as a way of life (Col. 4:5), fearing and knowing God (Prov. 2:5), identity as salt and light of the world (Matthew 5:13-14), and living according to the fruit of the Holy Spirit (Galatians 5:22–23) are relevant ethical frameworks for shaping the digital character of this generation. Thus, Christian Religious Education has a strategic role in shaping ethical digital behavior that reflects the character of Christ for Generation Alpha.