Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sundanese Women in Politics: A Structural Analysis to Inform Educational Strategies for Gender Equality Komariah, Siti; Amanah, Dini Asmiatul; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v44i2.82057

Abstract

This study examines Sundanese women's participation in legislative institutions through a structuration theory approach to inform educational strategies for gender equality. The purpose of this study is to understand how structure-agent relation in Sundanese women to navigate and challenge socio-political barriers for equality. We used a qualitative phenomenological approach to collect data through in-depth interviews, observations, and document analysis, aided by NVivo 12 software for data reduction and coding. The research findings reveal a complex dynamic in which structural factors significantly shape political participation, but individual agency plays an important role in challenging and changing these structures and to inspire young women. This discussion contributes to the broader debate on gender, politics, and empowerment by education in the Indonesian context. To enhance women's political involvement, we require to make Sundanese political women as an agent to inspire young generation in school which support by pedagogy that build critical and democratic sphere
Perilaku Sosial Pengguna Instagram (Studi Pada Siswa SMK Rina Hasanah Pandeglang) Al Yas'a, M Dissha Najiah; Amanah, Dini Asmiatul; Adzkia, Afaf Fadhila; Hardiana, Ana; Lizein, Baandaalr
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20907

Abstract

Penggunaan media sosial secara intensif di kalangan remaja berpotensi memengaruhi pola interaksi sosial mereka di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial siswa dalam menggunakan Instagram serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi dan dampaknya terhadap interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap sembilan informan yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan di SMK Rina Hasanah, Pandeglang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram mendorong munculnya sikap apatis dan individualisme, yang dipengaruhi oleh dorongan emosional dan tekanan teman sebaya. Dampaknya terlihat dari menurunnya kualitas interaksi tatap muka dan lemahnya kerja sama antar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Instagram secara tidak terkontrol dapat menghambat perkembangan perilaku sosial siswa, sehingga diperlukan pendampingan dari lingkungan sekolah dan keluarga.
DINAMIKA PERAN PEREMPUAN SUNDA DALAM KEPEMIMPINAN POLITIK ERA MODERN Amanah, Dini Asmiatul; Nurbayani, Siti; Komariah, Siti; Nugraha, Restu Adi
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i2.70660

Abstract

The involvement of women in politics is crucial for democracy. In the mythology and philosophy of Sundanese culture, women have a respected role and status in society that is equal to men. However, with the emergence of patriarchal culture during feudalism, women were placed as a subordinate class and men were deemed more suitable for leadership and decision-making in public affairs. This research examines the positive shift in social construction and Sundanese values regarding the leadership of Sundanese women and their role in modern politics. The research method used is a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection was conducted through interviews with legislators, observation, and literature studies. The results show that in the modern era, there has been a positive shift in the social construction and cultural values of women's leadership in the political sphere. The public's view is becoming more open that women can be good leaders in the public domain, supported by the performance of Sundanese women legislators who exhibit political values such as awareness, openness, consultation, and flexibility in communication. However, Sundanese women still face obstacles in entering politics, especially issues of courage and self-confidence. Therefore, efforts are needed to increase awareness, knowledge, and skills of women in politics through the community, education, and organizations that support women as political leaders.Keywords: Leadership, Politics, Women, Sundanese AbstrakKeterwakian perempuan dalam ranah politik merupakan hal yang penting bagi demokrasi. Dalam mitologi dan filosofi kebudayaan Sunda, perempuan Sunda memiliki peran dan kedudukan terhormat dalam masyarakat yang setara dengan laki-laki. Namun, seiring masuknya budaya patriarki pada masa feodalisme, menempatkan perempuan sebagai subjek kelas dan laki-laki yang lebih layak menjadi pemimpin dan decision making dalam urusan publik. Penelitian ini mengkaji pergeseran konstruksi sosial dan nilai-nilai kesundaan dalam kepemimpinan perempuan sunda dan peran perempuan sunda dalam politik era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan anggota legislatif, observasi dan studi literatur. Hasilnya bahwa di era modern, terjadi pergeseran positif dalam konstruksi sosial budaya mengenai kepemimpinan perempuan di dunia politik. Pandangan masyarakat semakin terbuka bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang baik di ranah publik, yang didukung oleh kinerja anggota legislatif perempuan Sunda yang menunjukkan nilai-nilai politik seperti kesadaran, keterbukaan, musyawarah, dan fleksibilitas dalam berkomunikasi. Meskipun demikian, perempuan Sunda masih menghadapi kendala dalam memasuki dunia politik, terutama masalah keberanian dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan perempuan dalam politik melalui lingkungan masyarakat, pendidikan, dan organisasi yang mendukung perempuan sebagai pemimpin politik.Kata Kunci: Kepemimpinan, Politik, Perempuan, Sunda