Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Produk Mi Berbahan Dasar Tepung Komposit Talas Beneng Kepada KWT Tanjung Kulon, Kecamatan Pabuaran, Banten Wulandari, Puji; Annazhifah, Nurul; Izzah, Annisa Nurul; Putra, Irvine Chanty; TSZI, Ghasany; Azzahra, Fitriani; Mustofa, Abidin
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i1.6435

Abstract

Talas beneng belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai produk unggulan daerah Banten. Produk olahan talas beneng yang dijual di pasaran masih terbatas pada produk keripik dan tepung. Teknologi pengolahan dalam pembuatan mi ini dapat didiseminasikan dan diuji coba produksi oleh UMKM di Kabupaten Serang yang memiliki sumber talas beneng yang melimpah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan berperan serta dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat petani talas beneng. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pelatihan yang disertai dengan demonstrasi pengolahan produk mi basah dan mi kering berbasis tepung talas beneng. Penyampaian disampaikan secara langsung dan diikuti dengan demonstrasi pengolahan mi basah dan mi kering yang dipandu oleh instruktor. Pelatihan pengolahan mi berbahan dasar tepung komposit talas beneng kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), Kampung Tanjung Kulon mampu memberikan motivasi dan pengetahuan peserta. Produk mi yang merupakan produk olahan dari umbi talas beneng berpotensi menjadi produk lain dari tanaman talas beneng yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
POTENSI SENYAWA AKTIF TANAMAN REMPAH TERHADAP KEMASAN EDIBLE FILM ANTIMIKROBA Putri, Nezly Nurlia; Annazhifah, Nurul; Nafisah, Ainun; Roidelindho, Kiki
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (Journal Of Food Technology And Health) Mei
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v5i1.1670

Abstract

Kemasan edible film merupakan pengemasan yang tepat untuk mempertahankan kualitas bahan pangan dan memperpanjang umur simpan produk. Edible film berbentuk lapisan tipis yang terbuat dari bahan biopolimer yang aman untuk dikonsumsi serta dapat diurai oleh mikroba.  Penambahan senyawa aktif tanaman rempah berupa antimikroba mampu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan memperbaiki sifat fisik edible film. Penulisan ini dlakukan berdasarkan hasil penelitian terkait senyawa aktif tanaman rempah dan potensinya terhadap kemasan edible film antimikroba, serta tantangan pengembangannya. Metode yang digunakan berupa kajian literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber kajian literatur dikumpulkan melalui unduhan dari database utama yaitu google scholar, research gate, dan science direct dengan rentang tahun terbit jurnal dari 2006 sampai 2022 yang sumber isinya dapat dipertanggungjawabkan dan relevan dengan penelitian atau kajian yang dilakukan. Proses penyeleksian menghasilkan 11 pustaka sesuai kriteria yang memuat edible film antimikroba. Senyawa penyusun edible film berupa senyawa makromolekul alami seperti polisakarida, protein, atau lipid sedangkan senyawa aktif tanaman rempah sebagai zat antimikroba seperti, kunyit putih, lengkuas, daun beluntas, pinang, kayu manis, jahe merah dan bawang putih. zat antimikroba ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Potensinya terhadap edible film antimikroba terbukti mampu menghasilkan karakteristik edible film yang dihasilkan sesuai dengan JIS (1975) dan mampu mencegah kerusakan bahan pangan dimana terdapat zona hambat terhadap bakteri serta memperpanjnag umur simpan bahan pangan. Pemanfaatan edible film secara komersial belum banyak dikembangkan, meskipun jumlah produk olahan minimal meningkat di pasar modern. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengaplikasian edible film antimikroba adalah penambahan zat antimikroba, plastisizer dan bahan tambahan lainnya yang kurang tepat berdampak pada karakteristik edible film yang dihasilkan. Selain itu, Setiap bahan pangan memiliki sifat yang berbeda-beda sehingga membutuhkan informasi yang lebih banyak dalam pengaplikasiannya.
Pengaruh Proses Termal Terhadap Karakteristik Fisik Dan Organoleptik Minuman Kombinasi Jus Nanas Dan Wortel Annazhifah, Nurul; Wulandari, Puji; Yusriyanti, Isfah; Dwi Cahyani Sutopo, Sukma Annisa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13564

Abstract

Proses termal pada produk pangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan masa simpannya. Beberapa jenis produk pangan memerlukan penyesuaian pH sebelum dipanaskan untuk meningkatkan kemampuan pengawetannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak proses termal dan penggunaan zat asam terhadap sifat fisik dan rasa dari kombinasi jus nanas dan wortel. Penelitian ini menggunakan dua faktor dengan 2 pengulangan. Faktor pertama adalah suhu pasteurisasi (70oC) dan suhu sterilisasi (121oC), sedangkan faktor kedua adalah jenis zat asam yang digunakan, yaitu asam sitrat dan jeruk nipis khusus untuk perlakuan pasteurisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sterilisasi memiliki efek yang signifikan dibandingkan dengan pasteurisasi, meskipun tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan sampel kontrol. Selain itu, jenis zat asam memberikan pengaruh yang nyata terhadap warna dan pH dari sampel. Secara keseluruhan, panelis lebih menyukai sampel yang mengalami proses sterilisasi karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam atributnya dibandingkan dengan sampel kontrol.
Optimasi Kondisi Suhu dan Waktu Ekstraksi Gelatin Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) pada Karakteristik Fisik Najah, Zulfatun; Annazhifah, Nurul; Qisti, Nurul
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.720

Abstract

Gelatin, yang umumnya diproduksi dari kulit atau tulang babi dan sapi, menghadapi tantangan kehalalan dan larangan suku tertentu. Produksi gelatin sudah mulai beralih dengan eksplorasi bahan dari limbah perikanan dan dengan rekayasa produksi berbasis enzim pada mild kondisi dan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Optimasi suhu, waktu, dan jenis enzim menjadi hal utama pada rancangan optimasi proses produksi gelatin dengan hidrolisis enzimatis. Penelitian menggunakan metode box behnken design dengan tiga faktor yaitu suhu (25, 35, 45); waktu ekstraksi (12, 16, 20), dan jenis enzim (papain dan bromelin). respon yang akan diamati adalah rendemen, viskositas dan kejernihan.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model interaksi dua faktor (2FI) merupakan model yang direkomendasikan untuk ketiga respons fungsional tersebut. Rendemen tertinggi sebesar 1,460% diperoleh pada perlakuan enzim papain (suhu 45 °C, waktu 20 jam)  dengan viskositas 227 cP, dan kejernihan 0,46% dengan nilai desirability 1.