Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Sumber Pangan Lokal Khas Provinsi Banten (Talas Beneng Sebagai Bahan Baku Produk Keripik) Putri, Nezly Nurlia; Putri, Nia Ariani; Eris, Fitria Riany; Pamela, Vega Yoesepa; Kusumasari, Septariawulan; Rusbana, Tubagus Bahtiar; Wulandari, Puji; Nurtiana, Winda; Riyanto, Rifqi Ahmad; Najah, Zulfatun; Nafisah, Ainun; Syabana, Mohamad Ana; Dzikribillah, Muhammad Dhabit; Hariyanti, Rahma
abdimesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v2i2.32

Abstract

Pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan oleh program Studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang merupakan salah satu perwujudan dan pengaplikasian bidang ilmu atau kajian pada bidang rekayasa dan pengolahan pangan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh program studi teknologi pangan berkerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran dalam bentuk pelatihan pengolahan kripik talas beneng yang difokuskan pada penurunan kadar oksalat. Batas konsumsi kalsium oksalat adalah 71mg / 100g berat basah talas. Apabila terkonsumsi dapat menimbulkan pembengkakan pada bibir dan mulut atau rasa gatal pada lidah dan tenggorokan.Kadar kalsium oksalat tepung talas varietas beneng, mentega, semir dan hijau berkisar antara 219.3 - 759.9 ppm. Umbi talas beneng dapat meningkatkan potensi sumber pangan lokal dan pendapatan masyarakat setempat. Salah satunya kandungan karbohidrat yang tinggi dan mensubstitusi beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan sumber pangan lokal talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, memberikan informasi dan solusi cara menurunkan kandungan oksalat serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi pengolahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tujuh tahapan dengan pendekatan partisipatif. Hasil pengabdian di Desa Telaga Warna adalah Ibu-ibu mampu menjelaskan sumber pangan lokal dan pemanfaatan talas beneng sebagai bahan baku olahan produk pangan, mendapatkan solusi alternatif dari kendala yang ditemukan dilapangan dan kegiatan ini berjalan dengan lancer dimana terlihat antusias dan semangat ibu-ibu mengikuti kegiatan ini.
Penerapan Teknologi Pascapanen Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Di Arifki Tani, Cipocok Jaya, Kota Serang Adiwinata, Doni; Nurpitriani, Irna; Tampenawas, Russel Yehezkiel; Pamela, Vega Yoesepa; Najah, Zulfatun
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v2i4.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman petani mengenai penanganan panen dan pascapanen jamur tiram (Pleurotus ostreatus) serta upaya mereka dalam mengolahnya untuk meningkatkan nilai produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan petani jamur dan studi literatur yang relevan dengan budidaya dan pengolahan jamur. Ruang lingkup penelitian meliputi prosedur budidaya, waktu panen, teknik pasca panen, diversifikasi produk, dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mengikuti proses budidaya yang terstruktur, mulai dari persiapan media hingga inkubasi dan panen. Panen dilakukan berdasarkan indikator morfologi seperti ukuran dan kematangan kepala jamur. Penanganan pascapanen meliputi penyortiran, penyimpanan yang tepat untuk menjaga kesegaran, dan pengemasan yang mendukung perlindungan dan daya tarik pemasaran. Sebagian dari jamur segar diolah menjadi makanan ringan jamur krispi yang lebih tahan lama dan dapat dipasarkan. Selain itu, petani memanfaatkan media tanam yang sudah tidak terpakai sebagai kompos dan menjual produk sampingannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Praktik ini tidak hanya meminimalkan kerugian produksi tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan daya saing di pasar. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan pascapanen yang tepat dan pengolahan bernilai tambah secara signifikan berkontribusi pada kualitas produk, manfaat ekonomi, dan pengembangan jangka panjang pertanian jamur.
Budidaya Cabai sebagai Komoditas Unggulan: Peluang, Kendala, dan Strategi Pengembangan Hortikultura di Banjar Agung, Provinsi Banten Khatulistiwa, Iksan; Sonjaya, Ferdinansyah; Ramadhan, Abian Galin; Pamela, Vega Yosepha; Najah, Zulfatun
JURNAL PERTANIAN KEPULAUAN Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Kepulauan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpk.2025.9.2.135

Abstract

Indonesia, as an agrarian nation, relies on its agricultural sector to fulfill food needs, enhance public welfare, and generate national foreign exchange. Chili stands out as a high-value horticultural commodity, serving not only as a culinary spice but also as a raw material for the food and pharmaceutical industries. This study aims to describe the utilization of agricultural land for chili cultivation in Banjar Agung District, Serang City, Banten Province. The research employs a descriptive approach using secondary data from the Jabon Adiyasa Mandiri farmer group. Findings indicate that chili cultivation covers 3 hectares, equally distributed among cayenne pepper, curly chili, and large chili, each yielding 200 kg per hectare. This productivity is relatively low compared to the national average of 500–1,000 kg/ha. Key factors contributing to low yields include suboptimal cultivation techniques, limited technology, climate change, and pest and disease outbreaks. These findings highlight the necessity for improved agricultural technology and practices to ensure self-sufficiency and sustainability in chili cultivation within the region.
Optimasi Kondisi Suhu dan Waktu Ekstraksi Gelatin Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) pada Karakteristik Fisik Najah, Zulfatun; Annazhifah, Nurul; Qisti, Nurul
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.720

Abstract

Gelatin, yang umumnya diproduksi dari kulit atau tulang babi dan sapi, menghadapi tantangan kehalalan dan larangan suku tertentu. Produksi gelatin sudah mulai beralih dengan eksplorasi bahan dari limbah perikanan dan dengan rekayasa produksi berbasis enzim pada mild kondisi dan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Optimasi suhu, waktu, dan jenis enzim menjadi hal utama pada rancangan optimasi proses produksi gelatin dengan hidrolisis enzimatis. Penelitian menggunakan metode box behnken design dengan tiga faktor yaitu suhu (25, 35, 45); waktu ekstraksi (12, 16, 20), dan jenis enzim (papain dan bromelin). respon yang akan diamati adalah rendemen, viskositas dan kejernihan.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model interaksi dua faktor (2FI) merupakan model yang direkomendasikan untuk ketiga respons fungsional tersebut. Rendemen tertinggi sebesar 1,460% diperoleh pada perlakuan enzim papain (suhu 45 °C, waktu 20 jam)  dengan viskositas 227 cP, dan kejernihan 0,46% dengan nilai desirability 1.