Sari, Fitrotin Ni'ma Intan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Meningkatkan Produktivitas Jamu Bu Nurul Surabaya dengan Mesin Evaporator Teknologi Double Jacket dan Vacuum Pressure Otomatis Purwidiani, Niken; Dewi, Ila Huda Puspita; Romadhoni, Ita Fatkhur; Sari, Fitrotin Ni'ma Intan
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 9, No 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2025.v9i1.6551

Abstract

Dunia usaha dan industri (DU/DI) di Indonesia, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian negara. Namun, banyak UMKM di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin kompetitif. Persaingan ini tidak hanya datang dari pelaku usaha lokal, tetapi juga dari produk impor yang membanjiri pasar domestik dengan harga dan kualitas yang sangat kompetitif. Salah satu contoh adalah UMKM Jamu Herbal Bu Nurul di Surabaya, yang masih tertinggal dalam adopsi teknologi, terutama dalam teknologi produksi yang lebih canggih. Usaha ini masih mengandalkan metode produksi manual, yang kurang efisien dan lebih rentan terhadap kesalahan. Sebagai solusi, dilakukan pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode observasi, diskusi, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi mesin evaporator dengan metode double jacket dan vacuum pressure otomatis yang terbukti meningkatkan efisiensi produksi jamu di UMKM Jamu Herbal Bu Nurul. Mesin ini dapat mempercepat proses produksi jamu sekali produksi dengan kapasitas 35 liter dengan waktu ±100 menit dan dioperasikan satu orang. Mesin ini juga dapat meningkatkan kualitas produk dari segi tekstur, warna, dan rasa, dengan memastikan pemanasan dan pengeringan yang lebih merata dan efektif. Penggunaan mesin evaporator ini juga dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi berbagai tantangan dalam proses produksi. Penerapan teknologi ini juga dapat meningkatkan produktivitas UMKM dengan memperbesar kapasitas produksi jamu, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih higienis dan ergonomis yang diharapkan dapat bersaing di pasaran.
PKM Diversifikasi Pengolahan Buah Durian Pasca Panen berkonsep Zero Waste dan Branding Potensi Agropolitan Kelompok Tani "Lestari" Desa Suluk Madiun Juniarti, Rosa Safitri; Lebdoyono, Rendra; Arrizq, Ahmad Fatih; Abdillah, Moh Bima Fahrosyid Rizki; Sari, Fitrotin Ni'ma Intan; Azizah, Wafiq; Fatoni, Fandi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dqc3nc06

Abstract

Kelompok Tani “Lestari” di Desa Suluk merupakan wadah komunikasi petani yang fokus pada budidaya rambutan, alpukat, dan durian. Meskipun menghasilkan banyak durian setiap tahun, pada 2024 kelompok ini mengalami gagal panen karena rasa buah hambar meskipun sudah matang. Upaya pemupukan belum mampu memperbaiki kualitas rasa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan strategi diversifikasi produk berkonsep zero waste menjadi solusi. Diversifikasi tersebut berupa Daging durian dapat dijadikan dodol atau dijual ke PT. Ice Cream Campina sebagai bahan es krim atau diolah menjadi dodol, sementara bijinya dapat dijadikan keripik. Untuk mengatasi hal tersebut tim PKM melakukan diskusi setelah dilakukan observasi dan menghasilkan bahwa kelompok tani “Lestari” membutuhkan Teknologi Tepat Guna berupa Mesin Ekstraktor Durian (pemisah daging dan biji) serta mesin perajang biji durian model horizontal. Dengan dukungan ini, hasil panen dapat dimanfaatkan optimal. Selain itu, kelompok tani “Lestari” memerlukan pendampingan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar, melengkapi manajemen yang selama ini sudah berjalan baik melalui pertemuan rutin bulanan. PKM on Post-Harvest Durian Fruit Processing Diversification with a Zero-Waste Concept and Branding of Agropolitan Potential of the “Lestari” Farmer Group Suluk Village Madiun The “Lestari” farmer group in Suluk Village serves as a communication forum for farmers focusing on the cultivation of rambutan, avocado, and durian. Although they produce a significant amount of durian each year, in 2024 the group experienced crop failure as the fruits tasted bland despite being ripe. Fertilization efforts had not been able to improve the fruit quality. To address this issue, a product diversification strategy with a zero-waste concept was introduced as a solution. The diversification includes pulp can be made into dodol or selling durian pulp to PT Ice Cream Campina as an ingredient for ice cream or processing it into dodol, while the seeds can be processed into chips. To overcome these challenges, the PKM team conducted discussions after carrying out observations and concluded that the “Lestari” farmer group requires appropriate technology in the form of a Durian Extractor Machine (to separate pulp and seeds) as well as a horizontal model seed slicer. With this support, harvest yields can be utilized optimally. In addition, the “Lestari” farmer group requires assistance in digital marketing to expand market reach, complementing the management practices that have already been running well through regular monthly meetings.