Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Defisiensi Strategi: Faktor Kegagalan Program Food Estate di Kalimantan Tengah Perspektif QS. Yusuf [12]: 54-58 Khair, Muhammad Saiful; Lestari, Mega Asri; ., Syifa; El-Bilad, Cecep Zakarias
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 1 (2025): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v6i1.331

Abstract

The food estate policy in Central Kalimantan has drawn controversy because it is considered to hurt the local community. However, if studied further, this policy has a good goal orientation. However, it is often thwarted by a clumsy management system. To overcome this, QS. Yusuf [12]: 54-58 provides a solution in the form of an excellent managerial system exemplified by Yusuf in facing the lean times. By using the thematic method in the data collection process and George R. Terry's management theory as an analytical tool, this article aims to determine the factors that caused the failure of the food estate program in several areas of Central Kalimantan with the reference point of Yusuf's story in QS. Yusuf [12]: 54-58. The results of the study showed that the failure of the food estate program in several areas in Central Kalimantan Province was due to the need for more mature planning by the Indonesian government. As a result, there was a series of reactions, namely the neglect of other management functions such as organizing, actuating, and controlling (as in George Robert Terry's theory), so the program could not run well.
Konsep ‘Arsy dalam Q.S. Thaha [20]: 5: Telaah Riffaterre Atas Teks Al-Qur’an dan Tafsir Al-Misbah Romadoni, Wahyu; Jainah, Jainah; El-bilad, Cecep Zakarias; Imansyah, Imansyah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5736

Abstract

Semiotika merupakan cabang ilmu yang mengkaji tanda dan makna, serta bagaimana realitas dikonstruksi melalui sistem tanda Bagaimana relevansi makna tersebut jika dikaitkan dengan penafsiran dalam Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik kata ‘Arsy dalam Q.S. Thaha [20]: 5 dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre serta menelaah relevansinya melalui penafsiran dalam Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab. Semiotika sebagai ilmu tentang tanda digunakan untuk mengungkap proses pemaknaan yang tidak hanya bersifat literal, tetapi juga simbolik dan kontekstual. Teori Riffaterre, yang terdiri dari pembacaan heuristik, hermeneutik, matriks, dan hipogram, diaplikasikan untuk menginterpretasi kedalaman makna ‘Arsy sebagai simbol kekuasaan mutlak Allah SWT. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna ‘Arsy tidak terbatas pada aspek linguistik sebagai "singgasana", melainkan mencerminkan kekuasaan dan pengaturan Allah terhadap alam semesta. Interpretasi simbolik ini semakin kuat ketika dikaji secara intertekstual dengan ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an dan ditopang oleh pandangan mufasir kontemporer. Pendekatan semiotik Riffaterre terbukti mampu memperkaya pemahaman tafsir dengan membuka ruang pemaknaan yang dalam, kontekstual, dan tidak kaku terhadap teks suci.