Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOCIAL CHANGE AND CHARACTER EDUCATION IN THE DIGITAL ERA: PERUBAHAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL I Putu Sriartha; Wayan Mudana; I Made Pageh; I DEWA AYU EKA PURBA DHARMA TARI; Putu Abda Ursula; Ni Ketut Erawati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4722

Abstract

The social changes that occur in society are influenced by the development of digital technology and have had a profound impact on the education system, school culture, and quality of education. This article aims to analyze the dynamics of social change in education, its impact on school culture, as well as the challenges and opportunities that arise in efforts to improve the quality of education in the digital era. The main focus of this research is character education, which is becoming increasingly relevant amid rapid technological advancements. Character education in the digital age focuses not only on the development of moral values, but also on the formation of the social and emotional intelligence necessary to interact ethically in cyberspace. Through a literature review, this article finds that in order to adapt to social and technological changes, education systems need to transform, create an inclusive environment, and ensure that technology is used as a tool to improve the quality of education, without neglecting social and ethical values. This research concludes that character education in the digital era requires a holistic approach that integrates technology with the teaching of moral and social values to shape the young generation that is ready to face global challenges.
Rekonfigurasi Peran Gender dalam Keluarga Fatherless: Tanggung Jawab Ganda Ibu dalam Ekonomi, Pengambilan Keputusan, dan Pendidikan Anak dalam Perspektif Sosio-Antropologi Agustinasari, Agustinasari; Ni Komang Dwi Eka Yuliati; I Putu Sriartha; Wayan Mudana; I Made Pageh
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3913

Abstract

Artikel ini menganalisis rekonfigurasi peran gender dalam keluarga fatherless dengan menyoroti tanggung jawab ganda ibu pada tiga ranah utama: penyediaan ekonomi, pengambilan keputusan, dan pendidikan anak, dalam perspektif sosiologi keluarga dan antropologi kekerabatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap 9 artikel ilmiah yang dipilih melalui penelusuran sistematis di Google Scholar, dengan kriteria membahas keluarga tanpa ayah dan relasi gender pada ranah ekonomi, keputusan, dan pengasuhan dalam lima tahun terakhir. Analisis isi dan sintesis tematik menunjukkan bahwa absennya ayah mendorong ibu menggabungkan fungsi instrumental sebagai pencari nafkah dan fungsi ekspresif sebagai pengasuh utama, sementara keluarga besar berperan sebagai safety net dan pengasuh pengganti melalui dukungan ekonomi, pengawasan, dan pendidikan karakter anak. Pergeseran ini mengakibatkan ketidakseimbangan disiplin dan dukungan emosional di tingkat keluarga, tetapi sekaligus melahirkan pola keluarga yang lebih berpusat pada ibu serta mekanisme ekonomi moral kekerabatan yang menopang keberlangsungan rumah tangga. Kajian ini menegaskan bahwa keluarga fatherless tidak hanya memproduksi risiko, tetapi juga menunjukkan daya tahan melalui dukungan kekerabatan dan komunitas.
Influencer Dan Kapital Perhatian: Tinjauan Literatur Mengenai Keterlihatan Digital Dan Budaya Fleksing Heni Kumalasari; Noor Akhmad; I Putu Sriartha; Wayan Mudana; I Made Pageh
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1961

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas digital, menjadikan perhatian publik sebagai komoditas bernilai tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara influencer, ekonomi perhatian, digital visibility, dan budaya flexing dalam membentuk performativitas diri di platform digital. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif dan tematik dari 53 artikel tahun 2016 hingga 2025. Proses analisis meliputi identifikasi artikel melalui basis data internasional, seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi, serta sintesis tematik untuk menyoroti tema dominan, kerangka teori, dan metode penelitian yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan tren peningkatan publikasi sejak tahun 2020, dengan distribusi disiplin ilmu sebagai berikut: 62% komunikasi, 15% sosiologi, 13% psikologi, dan 10% ekonomi digital. Sebagian besar penelitian berasal dari konteks Barat (70%), sedangkan 30% meneliti konteks Global South. Temuan tematik menegaskan bahwa influencer berperan sebagai produsen visibilitas digital; keterlihatan tersebut memunculkan perhatian publik yang dikonversi menjadi nilai ekonomi dan sosial melalui strategi flexing. Fenomena ini menimbulkan ketegangan antara otentisitas diri, ekspektasi sosial, dan logika algoritma, membentuk ekosistem baru dalam kapitalisme digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa digital visibility berfungsi sebagai modal sosial dan simbolik yang mempengaruhi status, peluang ekonomi, dan identitas digital individu. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memahami performativitas digital dan memberikan panduan praktis bagi influencer dan praktisi media sosial dalam manajemen konten, branding personal, serta pengelolaan ekspektasi audiens. Studi ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai konteks lintas budaya, authenticity paradox, dan dinamika algoritmik.