Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Isu Gender dan Keadilan Sosial dalam Pendidikan: Analisis Teoritis dan Tantangan Implementasi Heni Kumalasari; Wayan Suastra; Ananta Wikrama Tungga Atmaja; I Nyoman Tika
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1944

Abstract

Isu gender dan keadilan sosial dalam pendidikan merupakan persoalan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan. Meskipun berbagai kebijakan nasional telah menekankan prinsip kesetaraan, praktik pendidikan di lapangan masih menunjukkan adanya bias gender dan ketidakadilan sosial yang bersifat struktural maupun kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kerangka teoritis gender dan keadilan sosial dalam pendidikan, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender, mengkaji upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mewujudkan pendidikan berperspektif gender, serta menguraikan tantangan implementasinya. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah hasil-hasil penelitian nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran, representasi dalam kurikulum, serta dampak jangka panjang terhadap kesempatan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan transformasi pendidikan yang sistemik, inklusif, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan perspektif gender dan keadilan sosial pada seluruh level kebijakan dan praktik pendidikan.
Influencer Dan Kapital Perhatian: Tinjauan Literatur Mengenai Keterlihatan Digital Dan Budaya Fleksing Heni Kumalasari; Noor Akhmad; I Putu Sriartha; Wayan Mudana; I Made Pageh
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 12 (2025): GJMI - Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1961

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun identitas digital, menjadikan perhatian publik sebagai komoditas bernilai tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara influencer, ekonomi perhatian, digital visibility, dan budaya flexing dalam membentuk performativitas diri di platform digital. Penelitian menggunakan kajian literatur naratif dan tematik dari 53 artikel tahun 2016 hingga 2025. Proses analisis meliputi identifikasi artikel melalui basis data internasional, seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi, serta sintesis tematik untuk menyoroti tema dominan, kerangka teori, dan metode penelitian yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan tren peningkatan publikasi sejak tahun 2020, dengan distribusi disiplin ilmu sebagai berikut: 62% komunikasi, 15% sosiologi, 13% psikologi, dan 10% ekonomi digital. Sebagian besar penelitian berasal dari konteks Barat (70%), sedangkan 30% meneliti konteks Global South. Temuan tematik menegaskan bahwa influencer berperan sebagai produsen visibilitas digital; keterlihatan tersebut memunculkan perhatian publik yang dikonversi menjadi nilai ekonomi dan sosial melalui strategi flexing. Fenomena ini menimbulkan ketegangan antara otentisitas diri, ekspektasi sosial, dan logika algoritma, membentuk ekosistem baru dalam kapitalisme digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa digital visibility berfungsi sebagai modal sosial dan simbolik yang mempengaruhi status, peluang ekonomi, dan identitas digital individu. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner untuk memahami performativitas digital dan memberikan panduan praktis bagi influencer dan praktisi media sosial dalam manajemen konten, branding personal, serta pengelolaan ekspektasi audiens. Studi ini juga membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai konteks lintas budaya, authenticity paradox, dan dinamika algoritmik.
STRENGTHENING ENVIRONMENTAL CARE CHARACTER THROUGH ORGANIC WASTE MANAGEMENT IN “TEBA MODERN” BASED ON THE TRI HITA KARANA PERSPECTIVE AT SD NEGERI 2 CELUK SUKAWATI Kadek Yudista Witraguna; Heni Kumalasari; Ni Nyoman Serma Adi; Muhammad Yamin; I Wayan Rudiarta; Gracia Marianne Nafsindha Otta; Peni Betasari; Azra Fauzi; Made Sutajaya
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v10i1.5725

Abstract

The Teba Modern program represents a culturally based approach to organic waste management that integrates Balinese local wisdom with environmental education. This study aims to analyze the implementation of Teba Modern in strengthening students’ environmental care character at SD Negeri 2 Celuk Sukawati from the perspective of Tri Hita Karana. A descriptive qualitative method was employed to explore the implementation process, students’ behavioral changes, and the educational values embedded in the program. The findings indicate that Teba Modern contributes positively to the development of students’ environmental responsibility and daily clean-living habits. The values of Tri Hita Karana—Parahyangan, Pawongan, and Palemahan—are reflected through students’ spiritual awareness, social responsibility, and care for the environment. The program not only supports school cleanliness and sustainable waste management but also strengthens character education aligned with the 7 Habits of Great Indonesian Children and the Eight Graduate Profiles. This study highlights the contribution of local wisdom-based environmental programs in integrating ecological awareness with character education in elementary schools.