Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Peran Manajemen Stres dan Pola Hidup Sehat dalam Mencegah Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Remaja Sekarbumi, Ananda; Olipia, Jesika; Issyakirawahyu, Kayisa; Khairan, Moch. Akhdan Difa; Hafiza, Nova; Meilani, Rahayu; Safarina, Raisya Putri Azlyna; Irmawati, Salwa Putri; Qolbi, Shofatul; Sopiah, Popi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1456

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 pada remaja menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh tingginya tingkat stres dan pola hidup yang tidak sehat yang banyak dijumpai pada kelompok usia ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajemen stres dan pola hidup sehat dalam pencegahan DM pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review naratif terhadap 8 artikel ilmiah terbitan tahun 2016–2025 yang diperoleh dari database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kronis meningkatkan kadar hormon kortisol dan adrenalin, yang berdampak pada resistensi insulin. Pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik turut memperbesar risiko DM. Manajemen stres yang efektif dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten berperan penting dalam pencegahan DM. Penelitian ini penting sebagai dasar edukasi kesehatan remaja dan pengembangan intervensi promotif untuk menurunkan angka kejadian DM tipe 2 sejak usia dini.
PERAN PERAWAT DALAM BERFIKIR KRITIS PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI RUANG GAWAT DARURAT Khairan, Moch. Akhdan Difa; Haryono, Arvi Aliviani; Adzra, Athifah Aulia; Olipia, Jesika; Sopian, Raditya Hafizh; Haryeti, Popon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45648

Abstract

Pelayanan kesehatan di ruang gawat darurat (RGD) menjadi ujung tombak dalam sistem rumah sakit yang menuntut perawat untuk membuat keputusan secara cepat, tepat, dan akurat di bawah tekanan tinggi. Dalam kondisi tersebut, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan guna menjamin keselamatan pasien, meminimalkan kesalahan medis, dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi dan berorientasi pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran berpikir kritis dalam proses pengambilan keputusan klinis oleh perawat di RGD. Studi ini menggunakan pendekatan narrative literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar. Tujuh artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan secara sistematis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis perawat dipengaruhi oleh faktor internal seperti pendidikan, pengalaman kerja, dan pelatihan, serta faktor eksternal seperti tekanan kerja, keterbatasan sumber daya, dan bias kognitif yang tidak disadari. Hambatan utama yang dihadapi meliputi tekanan waktu dan beban kerja tinggi yang mengganggu proses analisis informasi secara mendalam dan objektif. Oleh karena itu, penguatan berpikir kritis perlu dilakukan melalui pelatihan yang terstruktur, dukungan lingkungan kerja, serta peningkatan kesadaran profesional dan etis. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ketepatan triase, efektivitas pengambilan keputusan, dan keselamatan pasien di ruang gawat darurat.
Pengaruh Penggunaan Amlodipine Terhadap Risiko Edema Perifer Pada Pasien Hipertensi: Tinjauan Literatur Marsya, Shofi; Amalia, Hilfi; Putri, Januarini Maharani; Olipia, Jesika; Akhdan, Moch; Meilani, Rahayu; Ridwan, Heri
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7571

Abstract

Amlodipine is a widely prescribed antihypertensive drug, but its side effect, peripheral edema, can cause discomfort and reduce patient compliance. The high prevalence of hypertension, including in Indonesia, makes understanding the balance between effectiveness and side effects crucial for both healthcare professionals and patients. The purpose of this literature review is to analyze the relationship between Amlodipine use and the risk of peripheral edema, including its mechanisms, risk factors, and clinical implications in therapeutic practice. The method used is a literature review with the PRISMA approach through a search of articles in the PubMed, Semantic Scholar, and Google Scholar databases using related keywords. Inclusion criteria included Indonesian and English-language articles published between 2015 and 2025 that discussed peripheral edema caused by Amlodipine. Of the 241 articles identified, only 5 articles met the criteria for further analysis. The analysis results showed that the incidence of peripheral edema ranged from 10% to 46.5%, with high doses and advanced age being the main risk factors. The main mechanism of edema is an imbalance in arteriolar and venular vasodilation that increases capillary hydrostatic pressure. Effective management strategies include combination with an ACE inhibitor/ARB, dose reduction, or the use of (S)-amlodipine as an alternative. In conclusion, amlodipine remains effective as an antihypertensive therapy, but peripheral edema is a common side effect and can impair quality of life and patient compliance. Therefore, monitoring risk factors and implementing appropriate management strategies are essential to optimize therapy.