Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Nugraha, Ari; Oktavia, Nur; Marseliana, Rohayati; Alia, Salma; Marsya, Shofi; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44222

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia kesehatan telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan keperawatan di rumah sakit. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya risiko kesalahan medis dan meningkatnya beban administratif yang dialami perawat, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan teknologi dapat meningkatkan kualitas proses keperawatan di lingkungan rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan sistematis. Populasi yang dikaji adalah perawat rumah sakit dengan intervensi berupa penggunaan berbagai teknologi keperawatan dibandingkan dengan metode konvensional. Strategi pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “penerapan teknologi,” “proses keperawatan,” dan “teknologi keperawatan.” Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025 serta tersedia dalam format full text. Artikel yang tidak relevan, duplikat, atau tanpa metode penelitian yang jelas dieliminasi. Dari hasil seleksi, diperoleh empat artikel yang memenuhi kriteria. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Electronic Health Records (EHR), Clinical Decision Support Systems (CDSS), Mobile Nursing Systems, dan Artificial Intelligence (AI) berkontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi kerja, akurasi dokumentasi, pengambilan keputusan klinis, serta keselamatan pasien. Kesimpulannya, penerapan teknologi terbukti mampu meningkatkan kualitas keperawatan di rumah sakit, namun keberhasilannya bergantung pada faktor pelatihan, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan dan adaptasi tenaga keperawatan terhadap inovasi tersebut.
Dampak Mutasi HMPV pada Pasien Kanker : Scoping Review Marsya, Shofi; Aliviani, Arvi; Tiranie, Dian; Vita, Elsa; Nabila, Levina; Aulia, Shera; Sadiyah, Halimah; Ramadhan, Gilang; Hanah, Ray; Aqiqah, Zahra; Sopiah, Popi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.1919

Abstract

Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan dapat mengalami mutasi, meningkatkan risiko penyakit serius. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak mutasi HMPV terhadap keparahan infeksi pada pasien kanker. Metode penelitian menggunakan scoping review dengan sumber data dari Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar, menggunakan kata kunci mutasi HMPV, kanker, dan dampak. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, pasien kritis, artikel full-text/open access, serta publikasi tahun 2015–2025 yang relevan dengan topik. Analisis dilakukan menggunakan diagram PRISMA untuk menyeleksi artikel yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi HMPV pada pasien kanker dapat memperburuk kondisi akibat penurunan sistem imun yang disebabkan oleh terapi kanker seperti kemoterapi atau transplantasi sel punca. Infeksi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan gagal napas, serta menghambat pengobatan kanker yang sedang berlangsung. Mengingat status imun yang terganggu, pasien kanker lebih rentan terhadap dampak mutasi virus ini. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami konsekuensi klinis mutasi HMPV guna mengoptimalkan strategi pencegahan dan penanganan.
Pengaruh Penggunaan Amlodipine Terhadap Risiko Edema Perifer Pada Pasien Hipertensi: Tinjauan Literatur Marsya, Shofi; Amalia, Hilfi; Putri, Januarini Maharani; Olipia, Jesika; Akhdan, Moch; Meilani, Rahayu; Ridwan, Heri
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.7571

Abstract

Amlodipine is a widely prescribed antihypertensive drug, but its side effect, peripheral edema, can cause discomfort and reduce patient compliance. The high prevalence of hypertension, including in Indonesia, makes understanding the balance between effectiveness and side effects crucial for both healthcare professionals and patients. The purpose of this literature review is to analyze the relationship between Amlodipine use and the risk of peripheral edema, including its mechanisms, risk factors, and clinical implications in therapeutic practice. The method used is a literature review with the PRISMA approach through a search of articles in the PubMed, Semantic Scholar, and Google Scholar databases using related keywords. Inclusion criteria included Indonesian and English-language articles published between 2015 and 2025 that discussed peripheral edema caused by Amlodipine. Of the 241 articles identified, only 5 articles met the criteria for further analysis. The analysis results showed that the incidence of peripheral edema ranged from 10% to 46.5%, with high doses and advanced age being the main risk factors. The main mechanism of edema is an imbalance in arteriolar and venular vasodilation that increases capillary hydrostatic pressure. Effective management strategies include combination with an ACE inhibitor/ARB, dose reduction, or the use of (S)-amlodipine as an alternative. In conclusion, amlodipine remains effective as an antihypertensive therapy, but peripheral edema is a common side effect and can impair quality of life and patient compliance. Therefore, monitoring risk factors and implementing appropriate management strategies are essential to optimize therapy.