Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review Penelitian RCT dan Clinical Trials : Gambaran Health Coaching terhadap Gangguan Kesehatan Mandehe, Andi Ario; Miladhiyah, Anindha Nur; Nailah, Intan Hana; Septiani, Riani Jihan; Nuraeni, Widya; Ridwan, Heri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1484

Abstract

Pendekatan edukasi konvensional dinilai kurang efektif dalam mengubah perilaku pasien dengan penyakit kronis, sehingga diperlukan intervensi yang lebih interaktif dan berkelanjutan seperti health coaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran intervensi health coaching terhadap berbagai gangguan kesehatan. Studi dilakukan dengan metode literature review melalui pencarian artikel di database PubMed. Artikel yang diseleksi adalah penelitian dalam 10 tahun terakhir mengenai health coaching oleh tenaga kesehatan terhadap pasien dengan gangguan kesehatan tertentu. Dari 30 artikel yang dianalisis, health coaching menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan efikasi diri, kualitas hidup, dan kepatuhan pasien dalam mengelola penyakit kronis. Efektivitas dipengaruhi oleh metode, jenis penyakit, dan latar belakang tenaga kesehatan. Health coaching merupakan intervensi yang efektif dan aplikatif pada berbagai kondisi kesehatan, dan dapat diadopsi sebagai strategi pendukung dalam manajemen penyakit kronis secara berkelanjutan.
ANALISIS PENDAPAT ULAMA ORGANISASI ISLAM DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PANTI JOMPO A. Ario Mandehe; Nailah, Intan Hana; Hasanah, Khoula Shofil; Nisa, Neng Lina Rohamatun; Nursadiyah, Siti; Syirin, Zaenab; Faozi, Akhmad; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38250

Abstract

Panti jompo adalah tempat merawat orang tua yang tidak dapat dirawat anaknya. Namun, ada kasus di mana orang tua sengaja ditelantarkan, memicu fatwa seperti dari Dÿ''irat al-Iftÿ'' Jordan dan Syaikh ''Abd al-ÿamÿd al-Aÿrash yang menganggap menitipkan orang tua di panti jompo sebagai pengucilan. Diperlukan analisis ulama untuk mengubah persepsi keluarga dan masyarakat mengenai panti jompo.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan case study. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena panti jompo menurut perspektif Islam dan tenaga kesehatan, maka dari itu penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Dengan instrumen wawancara pada triagulasi yaitu ulama, tenaga kesehatan, dan pengurus serta klien panti jompo. PERSIS berpendapat bahwa memasukkan orang tua ke panti jompo tergantung kesepakatan keluarga. Jika keinginan orang tua, itu wajib. Jika anak menelantarkan, itu dosa. Pendapat ulama NU menyatakan panti jompo tidak dilarang, namun menyayangkan jika anak mampu merawat namun menitipkan orang tua di panti jompo. Ulama Muhammadiyah berpendapat sebaiknya orang tua dirawat di rumah oleh keluarga atau perawat, dan jangan dikirim ke panti jompo. Keberadaan panti jompo merupakan isu kompleks dengan pandangan beragam. Panti jompo menawarkan perawatan bagi lansia yang tidak memiliki dukungan keluarga. Cendekiawan Islam sepakat panti jompo tidak dilarang, namun menekankan pentingnya kesepakatan keluarga. Tenaga kesehatan berperan penting dalam merawat lansia, namun ikatan keluarga tetap harus diperkuat. Stigma negatif terhadap panti jompo perlu diatasi agar menjadi lingkungan sehat bagi orang tua.
Cognitive function and stress as determinants of independence among older adults in institutional care: A cross-sectional study Nailah, Intan Hana; Akhmad Faozi; Delli Yuliana Rahmat
Lentera Perawat Vol. 6 No. 4 (2025): October - Desember
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i4.640

Abstract

Background: The global increase in the older adult population is accompanied by complex health challenges, including cognitive decline, elevated stress levels, and decreased independence in activities of daily living. In Indonesia, approximately 12.7% of older adults experience dependency in basic activities, influenced by factors such as chronic disease, depression, low physical activity, limited social support, and cognitive impairment, which collectively accelerate functional decline. Objective: This study aimed to examine the relationship between cognitive function and stress levels with independence among older adults residing at Griya Lansia Ciparay. Methods: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 61 older adults selected through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Cognitive function was assessed using the Mini-Mental State Examination (MMSE), stress levels were measured with the Perceived Stress Scale (PSS-10), and independence was evaluated using the Barthel Index. Data were analyzed using univariate analysis to describe variable distributions and bivariate analysis employing the Spearman Rho correlation test. Results: The findings revealed a statistically significant relationship between cognitive function and stress levels with independence among older adults (p = 0.001). Older adults with better cognitive function and lower stress levels demonstrated higher levels of independence in performing daily activities. Conclusion: Cognitive function and stress levels are significantly associated with independence among older adults. Strategies aimed at preserving cognitive abilities and managing psychological stress are essential to maintain functional independence and improve quality of life in the elderly population, particularly in institutional care settings.