Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Filosofis dan Praktis dalam Laporan Keuangan : Perspektif Konvensional vs Syariah Dede Maman Pathulrahman; Pipit Pipit; Anggia Dhafa Irvani; Tsuwaebatul Aslamiyah; Joni Joni
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v3i2.1755

Abstract

The aim of this study is to examine the philosophical and practical differences between conventional and Islamic financial reports. Laporan keuangan konvensional disusun berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi kapitalis, dengan orientasi pada laba dan kepentingan pemegang saham. Meanwhile, Islamic financial reports are based on Islamic principles that emphasise justice, transparency, and social responsibility, as well as holding financial activities accountable not only to humans, but also to Allah SWT. The research method used was qualitative descriptive-comparative through a literature study of accounting standards and related journals. The results of the study show differences in reporting objectives, report structure, basic principles, transaction measurement methods, and stakeholder orientation. Laporan syariah mencakup unsur-unsur tambahan, seperti laporan zakat, qardh, dan tanggung jawab sosial, yang tidak ditemukan dalam sistem konvensional. Memahami perbedaan ini sangatlah penting untuk mempromosikan praktik pelaporan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan keberlanjutan.
Pemikiran Ekonomi Islam Abu Hanifah: Analisis Historis dan Kontribusinya dalam Perkembangan Ekonomi Syariah Pricilia Siska Sintia Muhtari; Tsuwaebatul Aslamiyah; Lia Wardatul Umah; Lina Marlina
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4434

Abstract

Abu Hanifah, sebagai pendiri Mazhab Hanafi, tidak hanya dikenal sebagai ahli fikih tetapi juga sebagai pemikir ekonomi Islam yang visioner. Artikel ini mengeksplorasi pemikirannya tentang keadilan distributif, larangan riba, dan mekanisme pasar yang adil, serta pengaruhnya terhadap ekonomi syariah kontemporer. Melalui analisis historis dan tekstual, penelitian ini mengungkap bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Abu Hanifah berakar pada nilai-nilai etika dan keadilan Islam. Pemikirannya menekankan pentingnya transaksi yang adil, penghapusan eksploitasi, dan keseimbangan sosial dalam aktivitas ekonomi. Artikel ini juga membahas relevansi gagasannya dalam konteks ekonomi modern, termasuk kontribusinya dalam membentuk kerangka hukum dan etika ekonomi Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Abu Hanifah tetap aktual dan memberikan landasan moral bagi pengembangan sistem ekonomi yang berkeadilan.
Strategi Komunikasi Pitching dalam Membangun Kepercayaan Wisata Halal: Studi Kasus Ramayana Tour Pricilia Siska Sintia Muhtari; Dimas Ganjar Pinasti; Lia Wardatul Umah; Tsuwaebatul Aslamiyah; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5946

Abstract

Pertumbuhan pariwisata halal global menciptakan peluang sekaligus tantangan, khususnya bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti biro perjalanan yang seringkali belum memiliki sertifikasi halal formal. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis strategi Ramayana Tour, sebuah perusahaan jasa travel di Tasikmalaya, dalam membangun keunggulan kompetitif dan mempertahankan kepercayaan konsumen di pasar pariwisata halal tanpa mengandalkan sertifikasi resmi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap bahwa perusahaan mengandalkan strategi komunikasi pemasaran yang intensif, terutama melalui proses pitching dan presentasi yang transparan untuk meyakinkan klien dari instansi pemerintah. Kepercayaan (trust) dibangun dengan menekankan komitmen pada kualitas layanan, jaminan kehalalan makanan dari mitra restoran, dan fasilitas ibadah, serta memanfaatkan kepercayaan interpersonal melalui rekomendasi dan hubungan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam konteks UMKM pariwisata, pembangunan kepercayaan dapat dicapai melalui komunikasi persuasif dan konsistensi layanan, meskipun tanpa sertifikasi. Implikasinya, perusahaan disarankan untuk secara bertahap mengadopsi standar halal formal guna memperkuat kredibilitas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Tinjauan Konseptual Proses Dokumentasi dalam Penghimpun Dana Pada Perbankan Syariah Putri Utari, Diana; Anabilla Alma Widyaningtias; Tsuwaebatul Aslamiyah; Joni
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7186

Abstract

Perkembangan pesat perbankan syariah dalam sistem keuangan modern mendorong peningkatan aktivitas penghimpunan dana melalui produk seperti tabungan, giro, dan deposito yang berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara konseptual proses dokumentasi transaksi penghimpunan dana yang didasarkan pada akad wadiah dan mudharabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji prosedur dokumentasi di perbankan syariah. Dokumentasi transaksi memiliki peran kursial sebagai bukti sah perjanjian antara bank dan nasabah serta menjadi dasar pencatatatan sistematis dalam sistem informasi akuntansi perbankan. Peninjauan ini menekankan pentingnya dokumentasi untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dengan menghadiri unsur riba, gharar, maysir. Selain itu, tantangan digitalisasi perbankan menuntun sistem dokumentasi yang terintegrasi antara dokumen fisik dan elektronik. Hasil tinjauan menunjukan bahwa dokumentasi yang akurat berfungsi sebagai penghubung vital antara pelaksanaan akad secara syar’i dan efisiensi oprasional administrasi bank, yang pada akhirnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga keuangan syariah.
Relevansi dan Tantangan Sumber Keuangan Negara Non Zakat Dalam Sistem Keuangan Indonesia Pipit; Tsuwaebatul Aslamiyah; Seli Saelurrohmah S; Asep Suryanto
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7192

Abstract

Keuangan negara dalam perspektif Islam tidak hanya bersumber dari zakat, tetapi juga berasal dari berbagai sumber non-zakat seperti ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, usyr, dan hibah yang pada masa awal Islam dikelola melalui lembaga Baitul Mal untuk mendukung kebutuhan negara dan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam konteks negara modern seperti Indonesia, sumber-sumber klasik tersebut tidak lagi diterapkan dan sistem keuangan publik lebih bertumpu pada penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta hibah yang dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi sumber keuangan negara non-zakat dalam sistem keuangan publik Indonesia serta mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber keuangan non-zakat modern seperti infaq, sedekah, wakaf, dan hibah memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, kontribusinya dalam sistem keuangan publik nasional masih relatif terbatas karena struktur penerimaan negara masih didominasi oleh pajak dan PNBP, serta pengelolaan dana filantropi yang belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan, peningkatan literasi masyarakat, serta pemanfaatan dana secara lebih produktif agar sumber keuangan non-zakat dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.