Pipit
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Peran Akad dan Ta’awun Pada Asuransi Jiwa Syariah Sebagai Solusi Mengatasi Gharar, Maisir, dan Riba Serta Tantangan Dalam Implementasinya Pipit; Suci Rahmawati; Wafa Jannatul Ma’wa; Adam; Joni Ahmad Mughni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5905

Abstract

Asuransi syariah merupakan salah satu instrumen manajemen risiko yang berkembang sebagai solusi atas kelemahan asuransi konvensional yang kerap mengandung unsur gharar, maisir, dan riba. Meskipun aset asuransi syariah di Indonesia terus meningkat, tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap produk ini masih rendah. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42% sedangkan tingkat inklusinya hanya 13,41%. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk, termasuk asuransi jiwa syariah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sistem operasional asuransi jiwa syariah dalam mengeliminasi unsur gharar, maisir, dan riba melalui mekanisme akad tabarru’, mudharabah, dan wakalah bil ujrah, serta meninjau implementasi klaim dan reasuransi yang berbasis prinsip ta’awun. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem operasional asuransi jiwa syariah tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan finansial, tetapi juga sebagai instrumen solidaritas sosial yang adil dan etis sesuai prinsip ekonomi Islam.
“Dinamika Tantangan Fashion Muslim dan Modest Wear Dalam Mendorong Indonesia Sebagai Pusat Modest Fashion Halal Dunia” Dina Ainul Latifah; Pipit; Falha Himatul Aliyah; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5938

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri modest fashion halal dunia, didukung oleh populasi Muslim terbesar, kekayaan budaya, serta pertumbuhan industri kreatif yang signifikan. Industri halal fashion merupakan bagian dari ekonomi halal yang berlandaskan prinsip syariah, tidak hanya menekankan aspek kesopanan berpakaian, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, kehalalan bahan, dan etika produksi. Fashion Muslim dan modest wear di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran berbusana syar’i di kalangan masyarakat urban. Namun, pengembangan industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya sertifikasi halal untuk produk fashion, ketergantungan bahan baku impor, dan lemahnya daya saing brand lokal dibandingkan produk internasional. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komprehensif yang mencakup penguatan sertifikasi halal di sektor fashion, pembangunan ekosistem bahan baku lokal yang mandiri, peningkatan kualitas dan branding produk, serta pemanfaatan teknologi digital dan promosi global. Dukungan pemerintah, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan budaya lokal sebagai nilai tambah dapat menjadi kunci sukses. Dengan strategi yang tepat dan sinergi semua pihak, Indonesia berpeluang besar menjadi pemimpin global dalam industri modest fashion halal yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan.
Relevansi dan Tantangan Sumber Keuangan Negara Non Zakat Dalam Sistem Keuangan Indonesia Pipit; Tsuwaebatul Aslamiyah; Seli Saelurrohmah S; Asep Suryanto
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7192

Abstract

Keuangan negara dalam perspektif Islam tidak hanya bersumber dari zakat, tetapi juga berasal dari berbagai sumber non-zakat seperti ghanimah, fa’i, kharaj, jizyah, usyr, dan hibah yang pada masa awal Islam dikelola melalui lembaga Baitul Mal untuk mendukung kebutuhan negara dan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam konteks negara modern seperti Indonesia, sumber-sumber klasik tersebut tidak lagi diterapkan dan sistem keuangan publik lebih bertumpu pada penerimaan pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta hibah yang dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi sumber keuangan negara non-zakat dalam sistem keuangan publik Indonesia serta mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber keuangan non-zakat modern seperti infaq, sedekah, wakaf, dan hibah memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, kontribusinya dalam sistem keuangan publik nasional masih relatif terbatas karena struktur penerimaan negara masih didominasi oleh pajak dan PNBP, serta pengelolaan dana filantropi yang belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan, peningkatan literasi masyarakat, serta pemanfaatan dana secara lebih produktif agar sumber keuangan non-zakat dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.