Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Obesitas pada Karyawan RSUD Kepahiang Bengkulu Salsabila, Aureliza Syfa; Frisca
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24483

Abstract

Kejadian obesitas mengalami peningkatan yang drastis tiap tahun. Obesitas dapat diartikan sebagai akumulasi lemak berlebih pada tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan serta menambah risiko timbulnya kelainan kardiometabolik. Berikut faktor yang berhubungan dengan obesitas seperti kualitas tidur buruk. Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan obesitas yang dialami karyawan RSUD Kepahiang Bengkulu. Metodologi penelitian yaitu meggunakan cross-sectional dengan pendekatan studi analitik. Data responden diambil dengan judgemental sampling didapatkan sejumlah 180 orang responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kemudian dilakukan pengukuran antropometri, lalu data tersebut digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh agar diketahui status gizi responden. Analisis statistik dengan metode chi-square yang dinyatakan dalam bentuk tabel berukuran 2x2 menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan mempunyai rata–rata usia 38 tahun. Mayoritas responden yang berprofesi sebagai perawat sebesar 69 orang (38,3%), 149 orang (82,2%) jarang berolahraga, 45 orang (25%) mempunyai perilaku konsumsi kopi pada malam hari, dan 109 orang (60,6%) mempunyai perilaku makan larut malam. Dalam studi ini diperoleh hasil yaitu kualitas tidur dari 126 orang (70%) termasuk buruk sedangkan 124 orang (68,9%) tergolong obesitas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 105 (83,3%) responden dengan kualitas tidur yang buruk mengalami obesitas. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang berarti pada kualitas tidur dan obesitas pada karyawan Rumah Sakit Daerah Kepahiang Bengkulu secara statistik dengan p<0,0001, serta bermakna juga secara epidemiologi dengan angka prevalence ratio sebesar 1,53.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ORANG DEWASA USIA PRODUKTIF DI POSBINDU DESA KADUGADUNG Rahman, Ajrur; Frisca
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v8727m20

Abstract

High blood pressure is part of the group of non-communicable diseases and is often referred to as “The Silent Killer” because it usually does not show symptoms but can lead to serious complications. According to estimates from the World Health Organization (WHO), the number of adults with hypertension worldwide reaches approximately 1.28 billion, with the majority of cases identified in developing countries. In Indonesia, the prevalence of hypertension reaches 34.11% and is more commonly found in women. One of the main contributing risk factors is obesity, including both general and central obesity. Obesity occurs when there is an imbalance between calorie intake and the amount of energy expended by the body, thereby affecting increased blood volume and causing vascular resistance. Assessment of obesity is generally carried out using the Body Mass Index (BMI) parameter as well as waist circumference measurement. The objective of this study was to examine the relationship between BMI and waist circumference with the occurrence of hypertension in the productive-age population at Posbindu, Kadugadung Village. Analysis of 154 respondents revealed a significant association between BMI and the incidence of hypertension (p = 0.035; PRR = 1.516; OR = 2.032; CI did not cross 1). These results indicate that individuals with obesity have a 1.516-fold higher risk and a 2.032-fold greater likelihood of developing hypertension compared to non-obese individuals. In contrast, waist circumference did not show a significant association with hypertension (p = 0.341; PRR = 1.208; OR = 1.372; CI includes 1).