Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR ANAK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH MATERI WUDHU’ MELALUI METODE PEMBIASAAN Nur Ali Yasin; M.Habibulloh
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 1 No 4 (2025): Februari-April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/mhk4ej56

Abstract

TPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pendampingan anak dalam pembelajaran fikih materi wudhu’ melalui metode pembiasaan di Desa Pesucen, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman dan praktik ibadah yang benar pada anak-anak khususnya pasca pandemi di lingkungan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dan strategi pendampingan partisipatif, kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan dalam memahami tata cara wudhu’ dan membiasakan diri melaksanakannya dengan benar. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan didampingi secara langsung mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini secara efektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan praksis dan teladan langsung dalam pendidikan ibadah pada anak-anak.
Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Lingkungan: Pendampingan dan Edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Nur Ali Yasin; A'isah
Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 02 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/efada.Vol2.Iss02.854

Abstract

Kegiatan pendampingan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Krajan Barat, Desa Segobang, dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan alternatif pengobatan yang alami, ekonomis, dan berbasis kearifan lokal, terutama pascapandemi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi serta pelatihan langsung kepada masyarakat dalam mengenal, menanam, dan memanfaatkan tanaman obat secara mandiri. Metode yang digunakan meliputi empat tahap: persiapan, penyuluhan materi, pelatihan/praktik langsung, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga terkait TOGA, baik dari segi manfaat kesehatan maupun potensi nilai ekonomisnya. Tanaman-tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur mulai dimanfaatkan sebagai obat alami serta penghias pekarangan rumah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian kesehatan keluarga serta pelestarian pengetahuan tradisional di tengah masyarakat.