Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisa Kadar Protein Total Ikan Kurisi (Nemipterus japonicus) Segar yang Diawetkan dengan Biji picung Tua (Pangium edule Reinw) Hidayati, Arini; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i1.3742

Abstract

Curry fish catch by fishermen is quite abundant, kurisi fish contains protein between 5-20%, and fat is about 5% and is easy to lime (rot). Kurisi fish are utilized by fishing communities in the form of processed surimi and dried fish (salted fish). One alternative is the inhibitor of the decay process with preservation using old picung seeds (Pangium edule Reinw). The purpose of this study was to analyze the levels of preserved curry fish protein using old picung seeds. The research method was carried out experimentally using a factorial design, namely Factor I of fresh curry fish covered in 5 mm thick picung paste placed in a plastic container at 16 ℃ refrigerator temperature, Factor II fresh curry fish without coated with picung paste placed in a plastic container at 16 ℃, with 6 replications. The results showed control protein content of 6.71%, at a temperature of 16 ℃ for 32 hours; treatment with picung seeds 11.88%, at a temperature of 16 ℃ for 32 hours; etc. Results Analysis of factorial ANOVA test at a time factor has a significance value of 0.01, which means that there is an effect caused by a long time factor of observation. In the treatment factor has a significance value of 0.01 then there is the effect caused by the picung seed factor. Then the interaction between time factor and treatment factor has a significance value of 0.05, so there is an effect caused by the interaction between the time factor and the factor of giving picung seeds. Old picung seeds as an influential natural preservative can increase the shelf life, and be able to maintain the protein levels of fish curisi during the preservation period of 48 hours. Compared with 32 hours of preservative seedless curry fish preservation which experienced total decay and decreased protein content.Keywords: Preservation, old picung seed paste, Protein.ABSTRAKIkan kurisi hasil tangkapan nelayan cukup melimpah, ikan kurisi mengandung protein antara 5 – 20 %, lemak lebih kurang 5 % dan mudah lesis (busuk).Ikan kurisi dimanfaatkan masyarakat nelayan dalam bentuk olahan surimi dan ikan kering (ikan asin). Salahsatualternativpenghambat proses pembusukandenganpengawetan menggunakan biji picung tua (Pangium edule Reinw). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kadar protein ikan kurisi hasil pengawetan menggunakan biji picung tua. Metoda penelitan dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Faktorial yaitu Faktor I ikan kurisi segar dilumuri pasta picung setebal 5 mm yang ditempatkan dalam wadah plastikpada suhu kulkas 16 oC, Faktor II ikan kurisi segar tanpa dilumuri pasta picung ditempatkan dalam wadah plastikpada suhu kulkas 16 oC,dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein kontrol 6,71%, pada suhu 16 oC selama 32 jam; perlakuan dengan biji picung 11,88%, pada suhu 16 oC selama 32 jam. Hasil Analisis uji ANOVA FAKTORIAL pada faktor waktu memiliki nilai signifikansi 0,01 yang berarti terdapat efek yang ditimbulkan oleh faktor lama waktu penyimapan. Pada faktor perlakuan memiliki nilai signifikansi 0,01 Maka terdapat efek yang ditimbulkan oleh faktor biji picung. Kemudian interaksi antara faktor waktu dan faktor perlakuan memiliki nilai signifikansi 0,05 Maka terdapat efek yang ditimbulkan oleh interaksi antara faktor waktu dan faktor pemberian biji picung. Biji picung tua sebagai pengawet alami berpengaruh mampu meningkatkan lama masa simpan, dan mampu mempertahankan kadar protein ikan kurisi selama masa pengawetan yakni 48 jam. Dibandingkan dengan pengawetan ikan kurisi tanpa biji picung selama 32 jam yang mengalami kebusukan total dan megalami penurunan kadar protein.Kata kunci: Pengawetan, Pasta biji picung tua, Protein
EFEKTIVITAS PEMBERIAN HEALTH EDUCATION TENTANG TARIAN TEPUNG SELACI PUPUT TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PADA SISWA Hidayati, Arini; Suwanti, Iis
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v3i2.346

Abstract

Cuci tangan enam langkah merupakan salah satu upaya prefentif untuk menghindari terjadinya infeksi pada anak. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memastikan anak dapat melakukan cuci tangan enam langkah dengan cara melakukan transfer iptek kepada anak dengan cara health education menggunakan tarian tepung selaci puput. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis health education tentang tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada siswa kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Jumlah sampel yang diambil seluruh siswa kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto sebanyak 70 siswa dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan checklist, setelah data-data terkumpul kemudian dilakukan analisa data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, dan yang terakhir dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdiri dari 2 kelompok dengan jumlah 70 responden didapati hasil akhir data pre dan post yang signifikan pada kelompok A berjumlah 37 responden yang diberikan health education dengan metode tarian tepung selaci puput sebesar 0,058. Sedangkan hasil akhir data pre dan post pada kelompok B yang berjumlah 33 responden yang tidak diberikan intervensi tidak signifikan dengan jumlah sebesar 0,046. Hasil penelitian ini menemukan bahwa health education tentang tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada siswa kelas 3 Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhsinun Mojokerto. Setelah melihat hasil penelitian ini, maka pemberian health education dengan metode tarian tepung selaci puput efektif terhadap perilaku cuci tangan pada anak
Scientific Basis in Learning: Psychology, Communication, and Management Nur Ali Yasin; Hidayati, Arini; Nurlailin, Wiwik
Educational Journal of Learning Technology Vol. 2 No. 3 (2025): Educational Journal of Learning Technology (May 2025)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/edutech.v2i3.57

Abstract

This article explores the scientific foundations of learning from educational psychology, communication, and classroom management perspectives. A qualitative-descriptive library research method identifies key issues such as limited teacher understanding of student development and weak communication skills. The findings emphasize the importance of psychological insight, empathetic communication, and effective management in creating adaptive, humanistic learning. The study proposes strategies including differentiated instruction, empathy-based communication, and innovative classroom practices. Integrating these foundations is crucial to shaping professional and responsive educators facing modern educational challenges.
PROPHET MUHAMMAD'S PROPHETIC BUSINESS STRATEGY: COMPARISON WITH MANAGEMENT THEORY AND ITS IMPLICATIONS FOR CHARACTER EDUCATION Yasin, Nur Ali; Hidayati, Arini; Nurlailin, Wiwik
UTSAHA: Journal of Entrepreneurship Vol. 3 Issue 4 (2024)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/joe.v3i4.769

Abstract

This article aims to examine the business strategy of the Prophet Muhammad SAW. from a modern management perspective and to outline its implications for strengthening character education. Through a descriptive qualitative approach based on literature studies, this study reveals that the Prophet SAW applied business principles that include honesty, trustworthiness, partnership, courage to take risks, efficiency, and servant leadership. These principles are then analyzed comparatively with modern management theories such as business governance, risk management, and transformational leadership. The results of the study show that the Prophet SAW. applied a business strategy based on noble values, such as honesty, trustworthiness, fair partnership, efficiency in resource management, courage to take wise risks, and servant leadership. These values are then studied comparatively with modern management theories such as stakeholder theory, servant leadership, value-based management, and risk management. It was found that the Prophet's business principles have strong relevance to current management practices, while also making a significant contribution to shaping the character of entrepreneurs with integrity and ethics. Therefore, the integration of prophetic business strategies into education, especially in entrepreneurship learning, is very important to build a generation that is not only economically competent but also morally and spiritually strong.
Penerapan Model Pembelajaran Koperative Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bilangan Kompleks pada Siswa XI SMA Nurul Jadid Semester Ganjil Tahun 2024/2025 Azizi, Muhammad Alaika Nashrul; Hidayati, Arini; Illah, Ata
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v4i4.2828

Abstract

This study aims to improve students’ mathematics learning outcomes on the topic of Complex Numbers through the implementation of the Jigsaw cooperative learning model in Class XI of SMA Nurul Jadid during the first semester of the 2024/2025 academic year. The study was motivated by students’ low understanding and interest in mathematics, which resulted from conventional teaching methods that lacked student engagement. The Jigsaw model was selected because it emphasizes collaboration, individual responsibility, and active participation. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of the study were 15 students of class XI MIPA 1. Data were collected through learning outcome tests and student activity observations, then analyzed descriptively. The findings show a significant improvement from Cycle I to Cycle II. The average student score increased from 61.3 to 91.3, while classical mastery rose from 53% to 93%. In addition, students demonstrated more active and collaborative learning behavior. The Jigsaw model proved effective in creating an interactive learning environment, enhancing motivation, and deepening conceptual understanding in mathematics. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model is recommended as an effective strategy for improving learning outcomes and the quality of mathematics instruction in secondary schools.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Siswa MI Nurul Mun’im Maharani, Della Indrian; Hidayati, Arini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep dasar operasi hitung, khususnya penjumlahan dan pengurangan, yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam kegiatan belajar. Akibatnya, siswa cenderung pasif, hanya menghafal rumus, dan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal berbentuk masalah. Model PBL dipilih karena menekankan pada penyajian masalah nyata yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif berdiskusi, serta membangun pemahaman konsep secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa yang mengikuti pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman matematika, observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, serta dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk melihat peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa secara signifikan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai rata-rata siswa setelah pembelajaran serta meningkatnya aktivitas dan partisipasi siswa dalam diskusi, mengemukakan pendapat, dan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Pertanggungjawaban Pidana Anak Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana: (Studi Kasus Putusan No.5/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mks) Hidayati, Arini; Hani Irhamdessetya
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3771

Abstract

Penelitian ini fokus pada pertimbangan hukum yang dilakukan oleh hakim dalam menetapkan pertanggungjawaban pidana anak serta penerapan prinsip keadilan dan perlindungan anak dalam memberikan putusan hukuman, dengan menggunakan kasus putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mks. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris, yaitu dengan mempelajari aturan hukum yang terdapat dalam peraturan dan menghubungkan dengan penerapan hukum dalam praktik di pengadilan melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, serta wawancara dengan hakim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak pelaku terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Namun, hukuman tetap berlandasan prinsip kepentingan terbaik anak dengan memberikan hukuman pembinaan. Putusan ini menunjukkan keseimbangan antara pertangungjawaban pidana anak, perlindungan anak, serta keadilan untuk korban
AI in Reading Comprehension Learning: Literature Review on Roles and Challenges of Artificial Intelligence Hidayati, Arini; Maulida Shofia, Hana; Izhara, Mutiara Dewi; Daristin, Pipit Ertika; Herwiana, Sakhi
Teaching English as Foreign Language, Literature and Linguisticss Vol. 6 No. 1 (2026): TEFLICS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/teflics.v6i1.11816

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed language learning, particularly reading comprehension, with Artificial Intelligence (AI) emerging as a promising tool that enhances learning through adaptive support, instant feedback, and personalized instruction. This study investigates the roles and challenges of AI in reading comprehension learning through a literature review. The increasing use of AI-based platforms, such as ChatGPT, Grammarly, QuillBot, and ELSA Speak, highlights the need to evaluate their pedagogical contributions and potential risks. Guided by Sweller’s Cognitive Load Theory and Skinner’s Operant Conditioning framework, this study analyzes findings from national and international academic journals retrieved through Google Scholar. Data were examined using descriptive qualitative content analysis. The results identify four major roles of AI in reading comprehension learning: providing immediate feedback, facilitating personalized learning experiences, offering cognitive scaffolding for complex texts, and increasing student motivation and engagement. Nevertheless, five significant challenges emerge: learners’ tendency to avoid lengthy reading materials, excessive dependence on AI-generated answers, reduced opportunities for productive cognitive struggle, increased cognitive load when processing complex information, and a growing preference for quick-answer seeking behavior. These findings suggest that AI can serve as an effective instructional support tool when integrated thoughtfully into reading instruction. However, its implementation should be accompanied by active teacher guidance to prevent overreliance and to encourage critical thinking. The study advocates a hybrid instructional approach in which AI functions as a scaffold that complements, rather than replaces, learners’ cognitive processes, thereby promoting deeper and more sustainable reading comprehension development.