Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

THE INFLUENCE OF EDUCATION LEVEL TO COASTAL AND WATERSHED ZONE OF OPAK RIVER Fallo, Trisno; Pongoh, Jovita Irene; Ginting, Febriyanti Angelia
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 6, No 2 (2018): PUBLIKAUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.944 KB) | DOI: 10.31289/publika.v6i2.1880

Abstract

Education level contributes to community’s mindset and knowledge in terms of environmental conservation management and awareness. Coastal and watershed zone management of Opak River, Bantul district, is measured based on education level. Coastal and watershed zone management should consider environmental aspects of the watershed region. Watershed zone conservation is determined by community’s mindset, behavior, and awareness. The objectives of this study are (1) to identify the influence of education level to coastal and watershed zone management in Kretek Sub-district, Bantul District. (2) to identify current coastal and watershed zone management in Kretek Sub-district, Bantul District. This study uses a descriptive method using literature study from relevant information sources collected from various literatures. Data collection techniques used in this study are observations, questionnaires, and interviews. Study results show no influence of education level to coastal and watershed zone management of Opak River.
Peran Pemerintah Desa Sengon Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dalam Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting Nurhadi, Nurhadi; Syamsudin, Syamsudin; Angelia, Febriyanti
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.21089

Abstract

Angka pravalensi stunting di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal angka stunting yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Untuk itu, perlu percepatan penurunan angka stunting. Strategi nasional percepatan penurunan Stunting melalui peran pemerintah desa/kelurahan dalam implementasi kebijakan pemerintah terkait penanganan Stunting perlu dikaji agar efektif dan berdampak pada penurunan Stunting secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dan faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan penanganan Stunting di tingkat desa agar dapat untuk meningkatkan kinerja kebijakan dan program. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara kepada 8 informan. Adapun informan telah ditentukan sebelum penelitian dilakukan sehingga pada penelitian ini menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data mengunakan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sengon Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten telah menjalankan peran dalam penanganan Stunting sebagaimana yang dimandatkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 6 Tahun 2020 yaitu menyangkut aspek perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan/penggerakan. Selain itu, Pemerintah Desa Sengon juga menjalankan monitoring dan evaluasi untuk mengefektifkan implementasi kebijakan. Adapun faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan agar program semakin optimal yaitu mengatasi masalah ketersediaan sumber daya khususnya menyangkut aspek keterbatasan dana dan aspek disposisi khususnya daya dukung pihak terkait seperti media, perguruan tinggi, organisasi non pemerintah dan swasta serta masyarakat.
ANALISIS ETIKA LINGKUNGAN DALAM KASUS TAMBANG TIMAH BANGKA BELITUNG Ginting, Febriyanti Angelia; Fallo, Trisno; Haryani, Poppy; Nurusman, Habib Abdillah; Ginting, Inriyatni Sri Pertiwi; Sejati, Martina Ayu
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.22100

Abstract

Tin mining in the Bangka Belitung Islands Province has long been a strategic economic sector since the colonial era. Despite its significant contribution to the national economy, this activity has led to complex ecological and social impacts, including environmental degradation, pollution, and social conflict. This study aims to analyze tin mining practices through the lens of environmental ethics, highlighting the moral imbalance between human interests and nature. Employing a qualitative case study approach, the research draws on a literature review of scholarly articles, media investigations, and theoretical frameworks of environmental ethics—particularly anthropocentrism, biocentrism, and ecocentrism. The findings reveal the dominance of anthropocentric values in mining policies and practices, wherein human interests are prioritized over ecosystem sustainability. Weak governance, the prevalence of illegal mining, and widespread environmental damage point to an ethical crisis in natural resource management. Biocentric and ecocentric approaches are proposed as normative alternatives that recognize the intrinsic value of nature and non-human life forms. This study underscores the urgency of reformulating development paradigms based on ecological justice to achieve more inclusive and ethical sustainability in resource governance in Indonesia
Legal Regulation of Online Food in Indonesia: Challenges for Public Health and Its Comparison with Malaysia Laot Kian, Antonius Maria; Ginting, Febriyanti Angelia; Setyowati, Putri Ratna
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48371

Abstract

This study examines the phenomenon of the rapid growth of online food services in Indonesia through platforms such as GoFood, GrabFood, and ShopeeFood. The popularity of this service is driven by the ease of ordering food, where the assessment of food preferences is often based on the reviews of other users. However, there are concerns that these reviews could be affected by bot ratings or automated systems, which can give a false positive impression. High ratings often make a food product sell better, even though it may contain health risks for consumers. The relationship between online food services and Indonesia's public health is a major concern, given the high consumption of potentially unhealthy foods. The biggest challenge is how to regulate these services in relation to public health. The absence of a law that specifically regulates online food services is a major regulatory issue. The current law only regulates the Law on Information and Electronic Transactions, which was last amended by Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 concerning the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2012 concerning Food, do not also regulate in detail. Comparison with Malaysia, consumers are protected by the Food Act 1983, which requires restaurants and online food platforms to ensure food safety standards, which is more details than Indonesian regulation.
STRATEGI PENGEMBANGAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (SCHOOL BASED MANAGEMENT) DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SDN KARANGDUKUH, KECAMATAN JOGONALAN, KABUPATEN KLATEN Angelia Ginting, Febriyanti; Nurhadi, Nurhadi; Julien Marlitha, Natalia; Rismawati, Nur; Abanat, Frida; Aidil Trianadi, Duta; Nay, Martenci
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 12 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i12.2023.5486-5496

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, pendekatan manajemen berbasis sekolah telah menjadi fokus utama dalam reformasi pendidikan di banyak negara. Konsep ini menggeser pusat pengambilan keputusan dari tingkat administratif pusat ke tingkat sekolah sendiri. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan komunitas sekolah dalam proses pengambilan keputusan, meningkatkan akuntabilitas, dan memungkinkan penyesuaian yang lebih baik dengan kebutuhan lokal. Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional Indonesia. Pancasila bukan hanya sekadar seperangkat prinsip politik, tetapi juga mencerminkan etika dan moral bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan menjadi sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda. Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila adalah upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya efektif dalam pengelolaan sekolah dan meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila. Metode penelitian ini adalah deskriptif berupa data kualitatif. Data kualitatif yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Teknis analisis data yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan untuk Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila adalah (1) SDN Karangdukuh memiliki sejumlah kekuatan, seperti kesolidan warga sekolah, kompetensi guru dan siswa, serta dukungan dari komite sekolah dan pemerintah setempat. (2) Sekolah juga menghadapi beberapa kelemahan, terutama terkait dengan keterbatasan sarana dan prasarana, serta sumber daya keuangan yang terbatas. (3) Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh SDN Karangdukuh, seperti potensi mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah dan pengembangan kemitraan dengan pihak eksternal. (4) Tantangan utama yang dihadapi oleh sekolah adalah persaingan dengan sekolah-sekolah lain di sekitar, terutama sekolah negeri lain dan sekolah swasta yang dapat menjadi alternatif bagi orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka.
Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Perempuan: Peran Bank Sampah Gondangan Sejahtera dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Setyowati, Putri Ratna; A. Ginting, Febriyanti; Fallo, Trisno; Anton Sudira, Anton
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi peran pemberdayaan perempuan di tengah kompleksitas permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul inisiatif berbasis ekologis seperti Bank Sampah Gondangan Sejahtera di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemberdayaan perempuan dan ekonomi hijau. Bank sampah ini tidak hanya berhasil mengurangi timbunan sampah di lingkungannya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi dari limbah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah, (2) mengetahui peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, (3) dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari keberadaan Bank Sampah bagi masyarakat, dan (4) alur dan model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus di Bank Sampah Gondangan Sejahtera. Data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer, dimana data sekunder diperoleh dari instansi, sedangkan data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 48% menyatakan sangat setuju dan 51% menyatakan setuju jika bank sampah mendukung prinsip ekonomi hijau. Bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berupa tabungan bank sampah, pengolahan kreatif sampah, pembuatan kompos mandiri, dan penjualan hasil pengolahan sampah. Peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yaitu sebagai tonggak utama pengelolaan lingkungan yang dimulai dari rumah. Dampak sosial yang diperoleh yaitu budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, solidaritas antarwarga dan rasa aman. Dampak ekonomi yang diperoleh yaitu khususnya perempuan dapat berdaya secara ekonomi dengan mendapat tambahan penghasilan. Dampak lingkungan yang diperoleh yaitu masyarakat praktik langsung mengenai pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau sehingga lingkungan lebih lestari. Model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berbasis gotong royong dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Alurnya berawal dari pemilahan sampah, pengolahan sampah secara mandiri, pengangkutan sampah ke bank sampah, pencatatan dan pembukuan sampah, pengolahan kreatif sampah, dan terakhir sampai penjualan berbasis sirkular ekonomi hijau.
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEREMPUAN BERDAYA LINGKUNGAN DAN EKONOMI DI BANK SAMPAH GONDANGAN SEJAHTERA Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febriyanti Angelia; Fallo, Trisno; Aridito, Muhammad Noviansyah; Laksono, Gangsar Edi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36622

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Di tingkat provinsi, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tantangan operasional dan kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat. Pemerintah Daerah DIY telah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap persoalan sampah, dengan menekankan pada prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). Hal tersebut juga berperan sebagai strategi utama untuk menurunkan beban TPA dan meningkatkan praktik pengelolaan berbasis masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan program lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Perempuan Berdaya Lingkungan dan Ekonomi di Bank Sampah Gondangan Sejahtera” hadir sebagai bentuk nyata dari sinergi antara kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini bertujuan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan daur ulang, serta penguatan nilai ekonomi melalui sistem tabungan dan produksi berbasis limbah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan berbasis edukasi dan sosialiasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan hasil pretest-post-test, serta kuisoner. Jenis sampah yang terbanyak yaitu plastik sejumlah 87,30% dan kertas 92,70%. Sedangkan sampah organik paling sedikit dikumpulkan ke Bank Sampah dikarenkan nasabah dihimbau untuk mengolah secara mandiri sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dikaryakan menjadi sirkular ekonomi sehingga perempuan dapat berdaya ekonomi dan lingkungan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan antusias. Para peserta memberikan tiga pertanyaan mengenai tips pengolahan sampah organik di rumah terutama nasi basah. Kemudian narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Rata-rata hasil pretest yaitu 54,53% dan hasil post-test 86,67%, dengan peningkatan 32,13%. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi dan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengurus Bank Sampah Gondangan Sejahtera.Kata kunci: Bank Sampah, Peran Perempuan, Ekonomi, Lingkungan. ABSTRACTAt the provincial level, waste management in the Special Region of Yogyakarta (DIY) shows operational challenges and the need to increase community participation. The Yogyakarta Regional Government has encouraged the implementation of the circular economy as a solution to the waste problem, by emphasizing the 5R principle (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). It also serves as a key strategy to reduce the burden on landfills and improve community-based management practices. This condition confirms the importance of sustainable local educational interventions and programs. In this context, the activity "Education and Socialization of Women with Environmental and Economic Empowered at the Gondangan Sejahtera Waste Bank" is present as a tangible form of synergy between environmental awareness and women's economic empowerment. This program aims to increase women's capacity in household waste management, recycling training, and strengthen economic value through a waste-based savings and production system. This activity was carried out with an education-based and socialization-based counseling method. Primary data were obtained through direct observation, in-depth interviews, and pretest-post-test results, as well as questionnaires. The most types of waste are plastic at 87.30% and paper at 92.70%. Meanwhile, the least organic waste is collected at the Waste Bank, and customers are encouraged to process organic waste independently. This shows that inorganic waste can be made into a circular economy so that women can be economically and environmentally empowered. This community service activity ran smoothly and enthusiastically. The participants gave three questions regarding tips for processing organic waste at home, especially wet rice. Then the resource person can answer the question well. The average pretest result was 54.53% and post-test result was 86.67%, with an increase of 32.13%. This proves that this education and socialization can increase the knowledge of the management of the Gondangan Sejahtera Waste Bank.Keywords: Waste Banks, Women's Role, Economy, Environment.
PENGEMBANGAN INOVASI BANK SAMPAH DIGITAL BAGI KELOMPOK PEREMPUAN SEBAGAI UPAYA MENUJU EKONOMI SIRKULAR Angelia Ginting, Febriyanti; Ratna Setyowati, Putri; Triaji, Bagas; Sausani, Afifah; Dessyana, Faras; Fallo, Trisno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4902-4909

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Kalurahan Sardonoharjo dalam pemanfaatan sistem informasi lingkungan berbasis teknologi, sekaligus memberikan pengalaman belajar terstruktur bagi mahasiswa melalui integrasi program dengan mata kuliah Etika Lingkungan dan Ekonomi Teknik Lingkungan. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap sistem pemantauan lingkungan yang lebih akurat, cepat, dan mudah diakses, serta perlunya peningkatan literasi teknologi bagi para pelaku pengelolaan lingkungan di tingkat lokal. Metode kegiatan mencakup analisis situasi berbasis data spasial, pelatihan teknologi informasi lingkungan, pendampingan mahasiswa dalam proses identifikasi masalah, serta evaluasi dampak melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemantauan lingkungan digital, peningkatan keterampilan teknis mahasiswa yang berkontribusi pada potensi rekognisi SKS melalui aktivitas berbobot akademik, serta terbangunnya model kolaborasi triple-helix sederhana antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan komunitas lokal. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi pengabdian, pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi mampu memperkuat efektivitas pemberdayaan masyarakat dan menciptakan nilai tambah akademik bagi mahasiswa. Program ini diharapkan menjadi praktik baik dalam pengembangan sistem informasi lingkungan berbasis komunitas.
THE EFFECTIVENESS OF DEEP LEARNING-BASED LEARNING WITH A PROJECT-BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN REGIONAL DEVELOPMENT MATERIALS AT SMA NEGERI 4 JAYAPURA CITY Inriyatni Sri Pertiwi Ginting; Renny T. Tumober; Muhammad Ridwan; Febriyanti Angelia Ginting; Tommi; Poppy Haryani
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7676

Abstract

This study analyzes the effectiveness of integrating Deep Learning and Project-Based Learning (PjBL) on student learning outcomes in Regional Development material at SMA Negeri 4 Kota Jayapura. A quasi-experimental method with one group pretest-posttest design was applied to 34 students of class XI D. Data were collected through tests, observations, and documentation, then analyzed using Paired Sample t-Test. The results showed a significant increase in learning outcomes with pretest average of 24.29 to 74.96 in posttest (t = -29.717; p < 0.05). This learning also produced contextual teaching materials and improved students' conceptual understanding from memorization to analytical thinking. This study contributes to the development of innovative geography learning models. Future research is recommended to use control groups and integrate digital technology.
ANALISIS KONDISI DAN DISTRIBUSI POTENSI EKONOMI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Martina Ayu Sejati; Poppy Haryani; Tugma Jaya Manalu; Arfita rahmawati; Febriyanti Angelia Ginting
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.22047

Abstract

An important aspect in describing the success of development is through analyzing the economic conditions of the region. Economic analysis also plays an important role in assessing regional inequality. Kabupaten Sumbawa Barat is one of the regions that has a diversity of resources and has various types of economic sectors. The objectives of this research include: (1) Analyzing the regional financial capacity in Kabupaten Sumbawa Barat; (2) Analyzing the Economic Base Sector by business field in Kabupaten Sumbawa Barat in 2019-2023; and (3) Analyzing the value of Economic inequality in Kabupaten Sumbawa Barat. The method applied in this research is quantitative descriptive method with secondary data from the Central Bureau of Statistics, and related agencies. The calculation techniques used are: Calculation of regional financial capability (Degree of Fiscal Decentralization); Financial Independence (Degree of Fiscal Autonomy); Location Quotient (LQ); and Williamson Index. The results showed that the value of the Degree of Fiscal Decentralization (DDF) in Kabupaten Sumbawa Barat in 2019 was 6% and fell into the category of very less, while for 2020 to 2023 it was 13% and fell into the category of less. Meanwhile, the value of the Degree of Fiscal Autonomy (DOF) in 2019 is the lowest value, namely 11.3 and has increased in 2023 to 22 and is included in the concurrency classification. The base sector is the mining and quarrying sector (4.78). The other three sectors that have the highest value and potential are the transportation and storage sector (0.31), the construction sector (0.29) and the agriculture, forestry and fisheries sector (0.29).While the sector with the lowest value is the processing industry (0.07). The value of economic inequality using the Wiliamson Index shows an inequality value of 0.77 and falls into the high inequality category.