Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Efektifitas Pelaksanaan Pembangunan Proyek Gedung Bank Nagari Kelvin Dayu Utama; Maiyozzi Chairi
Civil Engineering Collaboration Vol. 7 (2022) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v7i1.37

Abstract

Pembangunan-pembangunan akan terus dikembangkan demi meningkatkan dan memajukan perindustrian perekonomian disuatu daerah. Dengan pesatnya perkembangan disektor industri konstruksi tersebut tentulah terdapat faktor penting yang mempengaruhi keberasilan pembangunan proyek diindustri konstruksi ini sehingga bisa terlaksana dan terseleaikan, sehingga terus bisa berkembang seknifikan. Dipenelitian Tugas Akhir yang penulis buat ini terdapat tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor penunjang keberhasilan proyek kontruksi, untuk mengetahui faktor keberhasilan yang paling mempengaruhi pelaksanaan proyek, dan mengetahui faktor keberhasilan yang dianggap paling penting oleh responden. Dan proses pengumpulan data pada penelitian ini berupa data primer, yaitu suatu cara pengumpulan data yang berhubungan dengan responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner kepada para responden. Kuisioner disebarkan pada team project pembangunan gedung kantor PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat Cabang Lubuk Basung Kemudian dianalisis data menggunakan program SPSS 21.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, faktor yang memiliki efek atau dampak tertinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi gedung kantor PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat Cabang Lubuk Basung yaitu faktor peralatan dengan presentase sebesar 15,61% dari keseluruhan faktor (variabel) total sebesar 58,6%. Dan sisahnya 41,4% dipengaruhi oleh faktor (vaiabel) lain diluar penelitian. Dari pada itu faktor keberhasilan yang dianggap paling penting oleh responden adalah faktor peralatan sebesar 15,61%, faktor tenaga kerja sebesar 11,45%, faktor metode 11,33%, faktor bahan dan faktor biaya masing-masing sebesar 10,10%. Jadi faktor keberhasilan yang paling penting yaitu faktor peralatan dengan presentase 15,61%
Perencanaan Integrasi Layanan Operasional Antar Moda Railbus dan Angkutan Umum di Kota Padang Maiyozzi Chairi; Yossyafra Yossyafra; Elsa Eka Putri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.823 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.1.1-12.2017

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat menyebabkan akses jalan untuk menunjang kelancaran perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skenario perencanaan secara operasional dalam menyesuaikan moda transportasi Railbus yang terintegrasi dengan moda angkutan umum sehingga diharapkan pemanfaatan dan pelayanannya bisa berjalan dengan baik, diterima oleh semua masyarakat, dan tercipta transportasi multimoda yang efektif dan efisien. Penelitian ini juga didukung oleh parameter analisis perencanaan yaitu waktu tempuh perjalanan dan biaya perjalanan. Di dalam perencanaan menggunakan identifikasi daerah tangkapan (Catchment Area) pada 5 Stasiun/Halte Railbus dengan asumsi radius +2000 m dan daerah tangkapan (Catchment Area) untuk rute angkot dengan asumsi +500 m ke daerah sekitar. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, deskriptif dan perencanaan yang merujuk pada hasil survey pengamatan operasional kombinasi multimoda dalam kondisi angkot eksisting maupun setelah multimoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 zona yang telah ditetapkan batasannya dan sudah diidentifikasi, maka didapatkan sekitar 18 zona asal tujuan perjalanan yang berpeluang untuk multimoda dan terbagi menjadi 180 kombinasi asal tujuan perjalanan dengan persentase sekitar 11,83 % dari O-D Matrix secara keseluruhan. Pada analisis variabel waktu perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 18 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 77 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 42,77% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,06% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Sedangkan pada analisis variabel biaya perjalanan didapatkan sebanyak 15 zona asal dan 14 zona tujuan yang berpeluang multimoda terdiri dari 78 kombinasi asal tujuan perjalanan atau sekitar 43,33% dari keseluruhan kombinasi asal tujuan perjalanan dan 5,13% dari O-D Matrix secara keseluruhan. Tahap akhir dilakukan berupa perencanaan terintegrasi dari semua skenario yang sudah ditetapkan yaitu berupa perencanaan yang diharapkan terintegrasi secara waktu, rute, biaya, dan fasilitas penunjang.Kata kunci : Integrasi, Transportasi, Railbus, Kombinasi perjalanan, Multimoda
Kajian Numerik Perilaku Seismik Link Geser Pada Sistem Struktur Baja Tahan Gempa Tipe EBF Yurisman Yurisman; Buyung Army; Desnila Sari; Maiyozzi Chairi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.204-217.2021

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil studi numerik terhadap perilaku link geser (shear link) pada sistem struktur baja tahan gempa tipe Eccentrically Braced Frame (EBF). Rangka baja berpengaku eksentrik (EBF) mempunyai kekakuan elastik yang sangat baik dibawah pembebanan lateral sedang dan mempunyai daktilitas yang tinggi saat dibebani beban gempa yang besar. Dibawah kondisi pembebanan ekstrim perilaku inelastik direncanakan untuk ditahan oleh Link. Kinerja dari system struktur EBF sangat tergantung dari perilaku elemen link yang berfungsi sebagai sekring pada sistem struktur tersebut. Dalam kajian ini telah diteliti terhadap beberapa parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seismik elemen Link. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan Link dengan kinerja seismic (kekuatan, kekakuan, daktilitas dan dissipasi energi) yang lebih tinggi dibandingkan dengan link standar AISC sehingga diharapkan  pada akhirnya akan mendapatkan sstem EBF dengan kinerja yang lebih baik. Kinerja Link diukur dalam nilai kekuatan (strength), kekakuan (stiffness), daktilitas (ductility) serta kemampuan Link dalam melakukan dissipasi energi. Kajian dilakukan secara numerik dengan menggunakan program applikasi Patran_Nastran   dimana Link dimodelkan sebagai balok yang terpisah dari system EBF (sub assembly) yang dikekang pada kedua ujungnya sementara pada salah satu ujung tersebut diberikan beban perpindahan secara siklik dan monotonik dengan kontrol perpindahan (displacement control). Beberapa parameter yang diteliti mencakup parameter penampang, modifikasi terhadap pengaku dibagian badan. Parameter penampang yang diteliti adalah yang terkait dengan kelansingan penampang (h/tw, bf/tf) sedangkan modifikasi terhadap pengaku badan dilakukan dalam bentuk pemasangan pengaku dalam arah diagonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kelansingan badan (h/tw) , kelansingan sayap (bf/2tf), dan penempatan pengaku secara diagonal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Link, sedangkan jarak plat pengaku lateral tidak mempunyai pengaruh yang berarti. Hasil analisis terhadap perilaku seismik Link geser dinyatakan dalam bentuk kurva beban vs perpindahan. Dari hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan Link dengan kinerja yang lebih baik dapat dilakukan dengan cara modifikasi terhadap penampang dan melakukan rekayasa terhadap geometrik pengaku badan (pengaku vertikal dan diagonal).
LITERASI KESIAPSIAGAAN GEMPA DI SUMATERA BARAT: SEBUAH REVIEW Rita Nasmirayanti; Rafki Imani; Meldia Fitri; Jihan Melasari; Maiyozzi Chairi; Nadra Arsyad
Construction and Material Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Construction and Material Journal Vol. 4 No. 1 Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v4i1.4527

Abstract

The West Sumatra earthquake on September 30, 2009, has left a long sorrow for the families of the victims. The number of children who died at “Bimbel” center at that time was a proof of how vulnerable and at-risk children were to the threat of earthquakes. Learning from the past earthquakes, the local government and policy makers of West Sumatra Province have taken steps to take preventive measures, especially since the 2009 earthquake. Follow-up efforts such as reconstruction and rehabilitation have also been carried out well. However, these efforts will be meaningless if they are carried out sporadically and unsustainably. Efforts that have been carried out and have developed so far must be carried out from upstream to downstream in a more focused manner, starting from children to adults. Community capacity building, both through systematic socialization and sustainable disaster education, must continue to be carried out in every condition where there is no potential disaster in a disaster-prone area. The Law of the Republic of Indonesia No. 24 of 2007 concerning disasters, it is states that one of the groups of people who are vulnerable to disasters is the age group of children. Earthquake disaster education and knowledge need to be introduced early on. This study aims at evaluating the importance of literacy and disaster education for children. The method used is an evaluation method and a review of several previous studies, then summarize the results obtained from some of the previous studies. The results of the study stated that disaster literacy for children is important to do from an early age, so that they have more readiness and capacity to face disasters in the future. Keywords: Disaster Literacy, Disaster Education, Earthquake.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Stasiun Kereta Api Simpang Haru, Kota Padang Maiyozzi Chairi; Widiawati Purba; Violita Nirma Putri
Civil Engineering Collaboration Vol. 4 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v4i2.4

Abstract

Stasiun Simpang Haru, Kota Padang dibuka pada 22 Agustus 1891. Stasiun ini terletak di jalan Stasiun No.1 Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat merupakan stasiun kereta api kelas besar yang berada dalam pengelolaan PT.Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatra Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan stasiun kereta api simpang haru dengan menggunakan metode survey lapangan serta melakukan pengamatan di Stasiun Simpang Haru yang akan di bandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api dan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Simpang Haru secara langsung kepengguna jasadengan menggunakan metode perhitungan Servqual (Service Quality). Stasiun Simpang Haru memenuhi 86,66% fasilitas yang diatur oleh tabel Permenhub No.48 tahun 2015 tentang standar pelayanan minimum angkutan orang dengan kereta api. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di stasiun Simpang haru, maka dapat disimpulkan bahwa dari perhitungangap secara keseluruhan ruang tunggu stasiun memiliki tempat duduk yang memadai dengan nilai gap sebesar -1.25, sedangkan dalam tingkat kepentingan ruang tunggu stasiun memiliki tempat yg memadai berada prioritas yang ke-9. Yang berarti bahwa apa yang diharapkan pengguna jasa cukup terpenuhi. Darihasil pengolahan analisis gap per dimensi dapat diketahui bahwa dimensi emphaty (empati) menempati rangking terakhir karna memiliki nilai gap yang sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwakriteria dalamdimensi emphaty (empati) perlu atau lebih diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan.
Analisa Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Kolektor Studi Kasus Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Kota Padang Maiyozzi Chairi; Jihan Melasari; Rian Afandi
Civil Engineering Collaboration Vol. 5 (2020) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v5i1.9

Abstract

Congestion is a situation or state of stalling or even stopping traffic caused by a large number of vehicles exceeding road capacity. Traffic congestion is a big problem that is often faced in Indonesia, especially in big cities. This study aims to analyze the factors that cause congestion in Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun, Padang City. This research is quantitative descriptive by calculating traffic volume and the causes of traffic jams. And following the Urban Road Capacity Guidelines (PKJP, 2014). Based on the results of the field survey in Road Capacity (C) 3340 pcu / hour, Total Traffic Volume (Q) 1446 pcu / hour and Saturation Degree (DJ) 0.43 pcu / hour, so that the Road Service Level (LOS) type can be obtained B in the sense that traffic flow is stable, the speed starts to be influenced by traffic conditions, but can still be chosen according to the will of the driver. The highest level of congestion occurs on Wednesday, December 11, 2019 (from the day surveyed).
Perencanaan Ulang Pondasi Pilar Jembatan Sikabu Kayu Gadang N Nanda; Maiyozzi Chairi; Nofri Fu’adi Rahmat
Civil Engineering Collaboration Vol. 6 (2021) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v6i2.30

Abstract

The construction of transportation facilities such as bridges plays an important role in the development of human resources today because more and more road users will use these facilities. The Sikabu Kayu Gadang Bridge has a span of 100 meters with a structure of precast concrete, abutments, pillars and a foundation of concrete and steel piles which inspired the authors to conduct research. In this type of selection, several things need to be considered, such as the load being carried and the location of the hard ground. Based on this, this study aims to analyze the deep foundation that can be applied to the project in the hope of getting more efficient results. Based on the re-planning, the bearing capacity of the foundation permit (Qall) is 1254.98 kN with a diameter of 0.5 m and a depth of 20 m. The permitted bearing capacity of the pile group (Qall) is 12795.46 kN to withstand the loads acting on the superstructure. Bore Pile foundation logitudinal reinforcement = 10 D16 and Bore Pile shear reinforcement = ᴓ 12 – 150 mm.
STUDI NUMERIK KINERJA BALOK BAJA DENGAN VARIASI JARAK PENGAKU MENGGUNAKAN PROGRAM MSC. PATRAN/NASTRAN Dimas Wicahyadi; Maiyozzi Chairi; Rita Nasmirayanti
Civil Engineering Collaboration Vol. 7 (2022) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v7i2.45

Abstract

Baja merupakan salah satu material yang banyak digunakan seiring kemajuan di bidang konstruksi. Baja memiliki sifat-sifat mekanis yang dapat menjadi kelebihan dalam penggunaannya. Namun pada baja profil terdapat berbagai ukuran sehingga perlu penyesuaian dengan kebutuhan. Salah satunya dengan modifikasi di balok link pada sistem struktur baja tahan gempa EBF dengan tambahan pengaku (stiffener). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kinerja struktur link yang diberikan pengaku (stiffener) dengan displacement control. Analisis pada profil baja IWF dengan ukuran 200.100.5,5.8 menggunakan program Msc. Patran/Nastran. Berdasarkan analisis didapatkan variasi jarak pengaku yang dilakukan pada badan dan sayap link ternyata tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kurva perpindahan vs beban. Namun berdasarkan pemodelan yang dilakukan variasi terbaik yang didapatkan adalah variasi pada S-02 dengan kekuatan (strength) sebesar 164.792 kN, kekakuan (stiffness) sebesar 5493,09 N/mm, dan daktilitas (ductility) sebesar 1,220.
Evaluasi Tingkat Kerusakan Perkerasan Lentur pada Ruas Jalan Bangkok-Datar Konduang Pasaman Sumatera Barat Rafki Imani; Maiyozzi Chairi; Mediana Desfita; Ikmal Baidlo
JURNAL RIVET Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/rivet.v2i2.766

Abstract

Ruas jalan Bangkok-Datar Konduang merupakan jalan berstatus provinsi yang ada di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, satu-satunya akses jalan yang digunakan oleh masyarakat yang dapat menunjang ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Kondisi jalan pada saat ini banyak yang mengalami kerusakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis, tingkat dan indeks kerusakan serta mengevaluasi solusi perbaikan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu PCI dan SDI. Metode ini merupakan sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi. Panjang ruas 2300 m dengan lebar 3,5 m yang akan dibagi menjadi 23 segmen dengan ukuran 100 m/segmen. Hasil penelitian didapatkan jenis kerusakan Lubang, Retak Kulit Buaya, Retak Blok dan Sungkur. Nilai rata-rata PCI seluruh segmen didapat sebesar 40,1 termasuk dalam kategori kerusakan Sedang (Fair). Sedangkan nilai rata-rata SDI seluruh segmen 117,5 termasuk dalam kategori Rusak Ringan. Dari kerusakan yang terjadi didapat jenis penanganan yang tepat yaitu Rehabilitas.
ANALISIS RISIKO K3 PADA PROYEK GEDUNG RSUD PASAMAN BARAT DENGAN METODE HIRARC Kharisma Permata Sari; Maiyozzi Chairi; Ricky Permata Helin
JURNAL RIVET Vol 2 No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.57 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v2i01.491

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja masih belum menunjukkan hasil yang diharapkan, hal ini terindikasi dari tingkat kecelakaan kerja yang relatif masih tinggi. Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja maka diperlukan suatu manajeman risiko yang kegiatannya dapat meminimalisir tingkat risiko kecelakaan kerja ke yang lebih rendah, dan mencegah kerugian dari proyek konstruksi, diperlukan suatu sistem manajemen K3 yang mengatur dan dapat menjadi acuan bagi konsultan, kontraktor, dan para pekerja konstruksi. Data hasil Penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada 30 orang pekerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja PT MAM ENERGINDO yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini pekerja/karyawan PT. MAM ENERGINDO berjumlah 30 orang yang bertugas di PT. MAM ENERGINDO. Hasil Penelitian analisis validitas dan reliabilitas dihitung menggunakan aplikasi SPSS, untuk validitas dinyatakan valid karena > , dan untuk reliabilitas, Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas diperoleh nilai Cronbach Alpha 0,751 data dikatakan reliabel jika angka cronbach alpha > 0,7. Karena Cronbach Alpha = 0,751 lebih besar dari Cronbach Alpha = 0,7, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut adalah reliabel. dengan demikian dapat dikatakan bahwa Hasil rata-rata penilaian resiko menunjukkan bahwa area pembangunan RSUD Pasaman Barat masih berada pada level risiko low dengan 3 kecelakaan moderate yaitu Tertimpa peralatan/material, Terkena percikan las dan Terinfeksi akibat terhirup debu dari plafon yang dipotong . Selain itu area pembangunan RSUD Pasaman Barat masih berada pada level risiko low