Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Matilde Hoar Nahak; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.739 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.174

Abstract

Desa Bannae merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Insana Barat dan memiliki produktivitas jagung yang tinggi karena masyarakat pada umumnya berprofesi sebagai petani dan menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) besarnya pendapatan yang diperoleh petani; dan 2) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di desa Bannae kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan Februari hingga Juni 2017. Populasi berjumlah 413 KK dengan sampel 40 responden. Untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dilakukan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang dikeluarkan selama berusahatani jagung selama satu musim tanam ada dua jenis biaya yaitu biaya variabel dan biaya tetap dengan total biaya sebesar Rp17.236.516,00 dengan rata-rata biaya sebesar Rp430.913,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung Rp63.190.000,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp1.579.750,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp45.953.483,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.148.837,00. Keuntungan relatif yang diperoleh petani rata-rata 3,61 dan dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis dan setiap pengeluaran satu rupiah dapat memberikan rata-rata keuntungan sebesar 3,61.
Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara Febronius Nana; Simon Juan Kune; Adeline Norawati Hutapea
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.921 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.241

Abstract

Desa Popnam adalah salah satu desa di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU yang masyarakatnya mengembangkan usahatani selada air yang berjalan secara turun temurun karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang mempunyai potensi sumber air dan lahan pertanian yang cocok untuk membudidayakan selada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani selada air; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani selada air di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai November 2017. Populasi berjumlah 342 KK dengan sampel berjumlah 50 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani selada maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui pendapatan usahatani maka dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani selada digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Lahan usahatani yang digarap oleh petani adalah lahan milik sendiri dengan kisaran luas lahan bervariasi antara 3-15 are. Tahapan kegiatan usahatani dimulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit), panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani selada air di desa Popnam adalah sebesar Rp201.724.000,00 dengan rata-rata pendapatan usahatani selada air sebesar Rp4.034.480,00. Nilai R/C Ratio sebesar 7,103. Artinya kegiatan usahatani selada air di desa Popnam menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk dilanjutkan karena setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp7,103,00.
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Alfridus Hane; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.246 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.242

Abstract

Desa Bannae merupakan desa yang memiliki banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani sawi; dan 2) pendapatan usahatani sawi di Kawasan Ekonomi Masyarakat desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Bannae, kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani sawi di desa Bannae yang mengusahakan sawi sehingga populasi dalam penelitian berjumlah 51 orang, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga semua populasi menjadi sampel yakni sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis berdasarkan tujuan penelitian. Untuk mengetahui gambaran umum produksi sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani sawi maka dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sawi di desa Bannae dimulai dari pengolahan lahan dilakukan oleh tenaga kerja pria dan wanita, tanah diolah menggunakan alat-alat meliputi pacul, linggis, parang, dan tajak, kemudian dilanjutkan dengan persiapan benih. Penanaman dilakukan setelah bibit sayur sawi mempunyai 4 sampai 5 helai daun. Sebelum penanaman bedengan disiram terlebih dahulu. Petani membuat lubang tanam pada bedengan jarak + 20 x 20 cm. Bibit sayur sawi ditanam 2-3 bibit per lubang. Setelah tanam bedengan disiram dengan air secukupnya. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan hingga panen dan pasca panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam berusahatani sawi sebesar Rp697.470,59 dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp35.571.000,00. Total penerimaan sebesar Rp42.749.000,00 dengan rata-rata sebesar Rp838.215,69. Total pendapatan petani sayur sawi sebesar Rp7.178.000,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp140.745,10 per musim tanam.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jeruk Keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Natalia D. Seran; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.366 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.266

Abstract

Desa Suanae merupakan salah satu desa yang memproduksi usahatani jeruk keprok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani jeruk keprok dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jeruk keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari 51 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fungsi Cobb-Douglass dengan menggunakan alat bantuan Software SpSS versi 16.0 dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan hasil analisis nilai signifikan R2 sebesar 96,6% dan 3,4% adalah variabel yang tidak diteliti, uji F (simultan) menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 258.021 > Ftabel 2.42 berpengaruh nyata pada taraf 5%, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sedangkan uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi jeruk keprok pada taraf 5% sedangkan variabel benih, modal dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk keprok di desa Suanae.
Analisis Pendapatan dan Keuntungan Relatif Usahatani Jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.078 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; 2) besarnya pendapatan yang diperoleh dari petani; 3) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan April 2014. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga dari 460 orang yang berusahatani jagung di Desa Bitefa akan di ambil 46 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total pendapatan usahatani jagung di Desa Bitefa adalah Rp 623.145.000 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 13.546.630.43 / musim tanam. Dengan total luas lahan 3.513 are dan rata-rata luas lahan 76,37 are. Sedangkan Rata-rata Keuntungan relatif dalam kegiatan usahatani jagung yang diperoleh petani sebesar 25,83 artinya kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis karena hasil perhitungannya lebih besar dari 1 (25,83 ≥1).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Pinang Kering pada Pedagang Pengecer di Pasar Baru Kefamenanu Ani Arsianti Nakamnanu; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.742 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.304

Abstract

Salah satu aspek yang memiliki peranan penting yakni aspek pemasaran. Posisi pedagang pinang sebagai produsen sekaligus sebagai penentu harga, maka pedagang dituntut untuk mengetahui informasi pasar dan memperhatikan faktor-faktor lain sehingga pedagang mampu meningkatkan volume penjualan pinangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran apa saja yang berlaku pada pedagang pinang kering; dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran pinang kering pada pedagang pengecer di pasar Baru Kefamenanu. Penelitian dilaksanakan di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, mulai dari bulan Juni 2016 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer pinang kering adalah fungsi pertukaran dan fungsi distribusi fisik, sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan sedangkan fungsi distribusi fisik terdiri dari fungsi penyimpanan serta pengangkutan. Secara bersama-sama faktor harga beli, harga jual, biaya penjualan, pendidikan, pengalaman dan pendapatan berpengaruh terhadap penawaran pinang kering. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung 63,805 > nilai Ftabel 2,66 atau pada α = 0,05 > probabilitas 0,000. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor harga beli dengan nilai thitung sebesar 2,842 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor harga jual dengan nilai thitung sebesar 9,066 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendidikan dengan nilai thitung sebesar 1,893 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendapatan dengan nilai thitung sebesar 2,555 > nilai ttabel sebesar 1,734 sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap penawaran pinang kering adalah faktor biaya penjualan dengan nilai thitung sebesar 1,245 < nilai ttabel sebesar 1,734, faktor yang berpengaruh namun pengaruh negatif adalah faktor pengalaman, dengan nilai thitung sebesar -3,406 < ttabel sebesar 1,734.
Analisis Pendapatan Nelayan Perahu Motor Tempel dan Perahu Motor Lampara di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara Rofinus A. Suri; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.822 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.308

Abstract

Sumberdaya ikan bersifat terbuka untuk dimanfaatkan oleh siapa saja dan dikategorikan sebagai sumberdaya yang dapat pulih. Kelurahan Humusu C, merupakan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara yang wilayahnya berada di pesisir pantai dengan sebagian masyarakat memilih untuk bermata pencaharian sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara; dan 2) besar pendapatan yang diperoleh nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara di kelurahan Humusu C kecamatan Insana Utara yang dilakukan pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2017. Untuk mengetahui gambaran umum usaha tangkapan ikan maka digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk mengetahui pendapatan nelayan dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan dengan menggunakan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara. Perahu motor Tempel menggunakan alat tangkap dengan memakai pukat ¼ Ins, pukat 1 Ins, pukat 2 Ins, dan pancing dengan ukuran yang berbeda-beda antara lain motor kecil 5,5 PK, yang beroperasi di siang hari dan motor besar 9-28 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Tempel adalah Rp. 29.145.845 dengan pendapatan tertinggi Rp. 42.085.455 dan pendapatan terendah Rp. 12.402.455. Sedangkan usaha penangkapan ikan yang menggunakan perahu motor Lampara dengan memakai pukat Lampara dan pancing, yang beroperasi pada malam hari dengan ukuran motor Tempel 17 x 3 m dengan kekuatan 300 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Lampara adalah Rp. 81.061.600 dengan pendapatan tertinggi Rp. 95.402.643 dan pendapatan terendah Rp. 72.213.883.
Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung di Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Adrianus Seran Kolik; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 4 No 2 (2019): AGRIMOR - April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.963 KB) | DOI: 10.32938/ag.v4i2.524

Abstract

This study aims to describe maize farming and analyzing the factors that affect maize production in Lorotolus Village, Wewiku District, Malaka Regency. The method used is descriptive qualitative analysis and Cobb-Douglas analysis using multiple linear regression. This research was conducted from February to July 2018 in Lorotolus Village. The results of the analysis showed that the factors significantly affected maize production in Lorotulus were the number of seeds and the number of labors. Other independent variables in this study did not significantly affect maize production in Lorotulus Village.
Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Bawang Putih di Desa Saenam Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Kelompok Tani Cahaya Baru) Stefanus C.M. Djoka; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 4 No 3 (2019): AGRIMOR - July 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.288 KB) | DOI: 10.32938/ag.v4i3.761

Abstract

This study aims to analize factor that affecting farming of garlic in Saenam Village on West Miomaffo District of North Central Timor. The sampling technique is done using a sampling census technique. This study was conducted in November 2017 until October 2018. The method used in the Cobb-Douglas analysis uses multiple linear regression. The results of the analysis showed the factors that affect garlic production significantly are the area of ​​land, the number of workers, experience in farming, and education. All of independent variable affect positively to farming of garlic. The other of independent variable don’t have affect significantly over to production farming of garlic.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Garam di Desa Oesena Kecamatan Miomafo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara Umbu Joka; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 6 No 4 (2021): AGRIMOR - October 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ag.v6i4.1393

Abstract

This research aims to study: general description and factors that determine salt business income In Oesena Village, Miomafo Timur District, North Central Timor Regency,. In Oesena Village, East Miomafo District, North Central Timor Regency, this research was conducted. The population and samples in this analysis were obtained using saturated sampling techniques. The overall population in this sample was 20 people who worked on salt in the Oesena Village. Through measuring the sample size using the saturated sample method, all members of the population are sampled. Thus, from the explanation above, all participants of the population are observed, that would be 20 people. The results showed that the salt processing process carried out in Oesena Village was divided into three stages: the filtering stage of raw material (seed salt), the cooking stage and the filtration stage of the ripe salt. Salt marketing takes place where consumers take salt at each farmer's house at a fixed sale price. The total expense incurred by the salt farmers in Oesena Village in 2020 for the salt industry is IDR 497,057,090, while the total revenue is IDR 813,000,000. Total Salt Business Income is the result of a reduction in total sales with a total cost, so that the total Salt Business Income in Oesena Village in 2020 is IDR 315,942,910. On the basis of the capital factor t-test, the volume of production has a significant effect on income with a significant value of 0,00 <0,05 with a confidence level of 5%.