Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Boredom dengan Cyberslacking pada Mahasiswa Syafiqah, Nurul
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.2250

Abstract

This study aims to see the relationship between boredom and cyberslacking in students at (UNP) Padang State University. This study applies a quantitative approach by involving Padang State University students as the population in the research and a total sample of 346 students determined through the cluster random sampling technique. Data was collected through questionnaires to measure cyberslacking and boredom based on the concept of cyberslacking. The analysis of the data was carried out by the Pearson Product Moment correlation test with the help of the SPSS 26 for Windows program. The results showed that in general, cyberslacking and boredom in students were in the medium category, with a Pearson correlation value of 0.684 for the variables of cyberslacking and boredom.
Hidden Wounds: Prevalence of Chronic Wounds in Asia, A Systematic Review and Meta‑Analysis Burhan, Asmat; Syafiqah, Nurul; Ruangdet, Kritsada; Oanh, Lê Thị Kim; R. MacLeod, Emily; Dutta Roy, Ananya; M. Norrström, Elin; Susanti, Indah
Java Nursing Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July - October 2025
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v3i3.117

Abstract

Background: Chronic wounds are a persistent and costly health issue globally, with particularly high burdens in low- and middle-income countries. Despite increasing awareness, comprehensive regional estimates of chronic wound prevalence across Asia remain limited and inconsistent. Purpose: This study aimed to estimate the pooled prevalence of chronic wounds in Asian populations and identify key moderators associated with their distribution and burden, including comorbidities, wound types, and geographic or healthcare-related factors. Methods: A systematic review and meta-analysis were conducted according to PRISMA guidelines. Searches of PubMed, Embase, Scopus, and Web of Science identified 46 eligible observational studies published through 2024. Random-effects models were used to estimate pooled prevalence. Subgroup and meta-regression analyses explored the influence of demographic, clinical, and geographic moderators. Risk of bias was assessed using the Newcastle-Ottawa Scale (NOS). Results: A total of 46 studies comprising 6,425 chronic wound cases were included in the analysis. The pooled prevalence of chronic wounds was 32.1% (95% CI: 25.9–39.1), with substantial heterogeneity (I² = 98.8%). Diabetic foot ulcers were the most common wound type. Prevalence was significantly higher in developing countries (34.8%), in Southeast Asia (50.8%), and in hospital-based settings (32.6%). Smoking (β = 0.049; p = 0.019) and malnutrition (β = 0.047; p < 0.001)  were significantly associated with increased prevalence, while serum albumin was inversely associated (β = –4.308; p < 0.001). Conclusions: Chronic wounds are highly prevalent across Asian populations, particularly in resource-limited settings. Socioeconomic context, nutritional deficiencies, and modifiable lifestyle factors contribute substantially to this burden. These findings support the need for standardized wound surveillance, targeted prevention strategies, and improved nutritional and behavioral interventions, especially in developing health systems. Future studies should adopt prospective designs and harmonized definitions to strengthen regional and global wound epidemiology.
Analisis Perbandingan Unsur Intrinsik pada Novel dan Film "Dia Angkasa" melalui Perspektif Ekranisasi Syafiqah, Nurul; Suhartini Khalik; Rosmini Kasman; M. Nurzin R. Kasau
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i1.6541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara novel “Dia Angkasa” karya Nurwina Sari dengan film “Dia Angkasa” karya Adhe Darmastrya Sondang berdasarkan teori ekranisasi menurut Pamusuk Eneste. Penelitian ini juga mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik yang mengalami perubahan selama proses adaptasi, mencakup penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel “Dia Angkasa” karya Nurwina Sari dan film “Dia Angkasa” karya Adhe Darmastrya Sondang yang tersedia di aplikasi VIU. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan mendalam terhadap novel dan penontonan film secara menyeluruh, dilanjutkan dengan identifikasi serta koding terhadap perubahan yang ditemukan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya 13 penciutan alur, 1 penciutan latar, dan 25 penciutan tokoh; serta penambahan 5 alur dan 2 tokoh. Tidak ditemukan penambahan latar. Selain itu, terdapat 7 perubahan bervariasi alur, 8 perubahan latar, dan 5 perubahan tokoh dan penokohan. Penciutan dan penambahan dilakukan untuk menyesuaikan durasi, sedangkan perubahan bervariasi bertujuan mempercepat ritme penceritaan dan memperkuat konflik agar pesan cerita tetap tersampaikan secara efektif.
Desain Produk dan Infiltrasi Teknologi untuk Meningkatkan Penjualan Gula Merah pada Industri Rumah Tangga di Desa Bolli Kabupaten Bone Ramly, Ramly; Alamsjah, Alamsjah; Jumliana, Melsa; Ramdhani, Aura; Syafiqah, Nurul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7123

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya ekonomi kreatif melalui pelatihan dan pendampingan desain produk dan infiltrasi teknologi untuk meningkatkan penjualan gula merah. Kegiatan dilakukan dengan lima tahapan yaitu mulai dari observasi, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi serta pendampingan dan evaluasi. Pengabdian ini dilakulan karena keterbatasan pengetahuan mitra sasaran dalam desain produk dan penggunaan teknologi modern dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pengabdian dilakukan di Desa Bolli Kabupaten Bone, pada industri rumah tangga pembuatan gula merah milik Bapak Sudirman. Pendekatan yang digunakan adalah pastisipatif kolaboratif, dimana mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi, observasi, wawancara dan pelatihan serta pendampingan.  Dalam kegiatan pengabdian ini terdapat 5 materi yang dibawakan yaitu tentang desain produk, penerapan teknologi pengaduk gula merah aren, manajemen keuangan harga pokok penjualan, kewirausahaan dan digital marketing. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa kemasan produk yang memiliki desain dan keterampilan mitra sasaran dalam menggunakan teknologi pengaduk gula merah aren sehingga dapat memudahkan dalam produksi serta meminimalkan risiko kecelakaan kerja.  Pengabdian ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat terkait kewirausahaan, manajemen keuangan dan digital marketing.
Pengaruh Body Dissatisfaction terhadap Kecenderungan Eating Disorder pada Remaja Putri di Kota Bukittinggi Syafiqah, Nurul; As Syafiyah, Aufizzahra
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i2.36573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh (body dissatisfaction) terhadap kecenderungan eating disorder pada remaja putri di Kota Bukittinggi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 50 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi di Kota Bukittinggi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan secara daring melalui Google Form. Kuesioner mencakup informed consent, data diri subjek (nama atau inisial, usia, jenis kelamin), serta instrumen Body Shape Questionnaire (BSQ-16A) dan Eating Attitudes Test (EAT). Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana menggunakan SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dan kecenderungan eating disorder, dengan pengaruh sebesar 20,4%, sedangkan 79,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Komparasi Karakter Ekstrovert dan Introvert Tokoh Utama dalam Film "200 Pounds Beauty" Versi Korea dan Indonesia: Psikologi Analitik Carl Gustav Jung Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Syafiqah, Nurul
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 9, No 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5986

Abstract

This article describe the comparison between extroverted and introverted characteristics of the main characters in the Korean version (2006) and the Indonesian version (2023) of the film 200 Pounds Beauty using Carl Gustav Jung’s analytical psychology approach. This approach was chosen because it can reveal personality dynamics through four psychic functions thinking, feeling, sensing, and intuition that shape an individual’s extroverted and introverted orientations. The research employs a qualitative descriptive method with a comparative design, using literature study and documentation techniques on both films. The data, consisting of dialogues, scenes, and expressions of the main characters, were analyzed to identify personality traits based on Jung’s theory.The results show that in the Korean version, the character Hanna/Jenny tends to be extroverted, demonstrated by her courage to appear in public and her pursuit of social recognition, while still harboring inner conflicts that reveal her introverted side. Meanwhile, in the Indonesian version, the character Juwita/Angel displays a balance between the two types, with a dominant introverted nature reflected through self-reflection, guilt, and moral awareness of her identity. Cultural differences also influence the expression of personality and the social values presented. This study concludes that Jung’s analytical psychology theory is effective for analyzing personality in cross-cultural films and understanding the process of self-acceptance.Keywords: analytical psychology; Carl Gustav Jung; extrovert; introvertArtikel ini  memaparkan komparasi karakter ekstrovert dan introvert tokoh utama dalam film 200 Pounds Beauty versi Korea (2006) dan versi Indonesia (2023) menggunakan pendekatan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap dinamika kepribadian melalui empat fungsi psikis pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi yang membentuk orientasi ekstrovert dan introvert individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain komparatif dan teknik studi pustaka serta dokumentasi terhadap kedua film. Data berupa dialog, adegan, dan ekspresi tokoh utama dianalisis untuk menemukan ciri kepribadian berdasarkan teori Jung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam versi Korea, tokoh Hanna/Jenny cenderung ekstrovert dengan keberanian tampil di ruang publik dan pencarian pengakuan sosial, namun tetap menyimpan konflik batin yang memperlihatkan sisi introvert. Sementara itu, tokoh Juwita/Angel dalam versi Indonesia memperlihatkan keseimbangan antara kedua tipe, dengan dominasi sifat introvert yang tercermin melalui refleksi diri, rasa bersalah, dan kesadaran moral terhadap identitasnya. Tokoh utama dalam kedua versi film menunjukkan ekspresi kepribadian yang berbeda dalam menanggapi konflik batin dan pencarian jati diri. Penelitian ini menegaskan bahwa teori psikologi analitik Jung efektif digunakan untuk menganalisis kepribadian tokoh dalam film dan memahami proses penerimaan diri melalui dinamika fungsi psikis.Kata kunci: Carl Gustav Jung; ekstrovert;  introvert;  psikologi analitik