Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Father Involvement terhadap Relationship Contingent Self Esteem Pada Perempuan Dewasa Awal As Syafiyah, Aufizzahra; Primanita, Rida Yanna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11124

Abstract

Dalam menjalin hubungan romantis, seringkali individu berada dalam suatu kondisi yang dikenal sebagai relationship contingent self esteem (RCSE). RCSE mengacu pada tingkat harga diri seseorang yang sangat bergantung pada keberhasilan atau kegagalan dalam hubungan interpersonal (romantis) mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana keterlibatan ayah dalam pengasuhan berpengaruh terhadap tingkat relationship contingent self esteem seorang perempuan dewasa awal ketika sudah dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian. Sampel penelitian merupakan 349 perempuan dewasa awal yang saat ini berada dalam hubungan romantis dengan lawan jenis. Teknik purposive sampling digunakan untuk pemilihan sampel yang tepat. Data dianalisis menggunakan berbagai teknik statistik, termasuk uji korelasi product moment dari Karl Pearson, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara father involvement terhadap relationship contingent self esteem sebesar 51%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, sementara hipotesis nol (H0) ditolak berdasarkan temuan penelitian ini.
Dusta di Dunia Maya: Bagaimana Peran Kepuasan Pernikahan terhadap Perselingkuhan Daring pada Pasangan yang Sudah Menikah di Sumatera Barat As Syafiyah, Aufizzahra; Pratama, Dinda Putri; Nadhifa, Irsawinda; Fasa, Raisa Qurratu ‘Ain; Yasmin, Maya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15797

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan banyaknya fenomena kasus perceraian yang terjadi karena aktivitas perselingkuhan di media sosial. Hal ini mendorong peneliti untuk mengeksplorasi sejauh mana kepuasan dalam pernikahan mempengaruhi terjadinya perselingkuhan daring pada pasangan yang telah menikah di wilayah Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 156 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sampelnya. Kriteria sampel yaitu pasangan yang sudah menikah 5-10 tahun, pengguna sosial media, suku minang, dan berdomisili di Sumatera Barat. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan internet infidelity pada pasangan yang sudah menikah di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran internet infidelity pada kategori sedang serta gambaran kepuasan pernikahan pada kategori sedang dan kepuasan dalam pernikahan memberikan peranan sebesar 25% terhadap internet infidelity. Hasil Temuan dari penelitian ini menekankan pentingnya kepuasan pernikahan dalam mencegah perselingkuhan daring. Pasangan yang merasa puas dalam pernikahan akan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terlibat dalam perselingkuhan daring.
Pengaruh Body Dissatisfaction terhadap Kecenderungan Eating Disorder pada Remaja Putri di Kota Bukittinggi Syafiqah, Nurul; As Syafiyah, Aufizzahra
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i2.36573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh (body dissatisfaction) terhadap kecenderungan eating disorder pada remaja putri di Kota Bukittinggi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 50 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi di Kota Bukittinggi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan secara daring melalui Google Form. Kuesioner mencakup informed consent, data diri subjek (nama atau inisial, usia, jenis kelamin), serta instrumen Body Shape Questionnaire (BSQ-16A) dan Eating Attitudes Test (EAT). Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana menggunakan SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dan kecenderungan eating disorder, dengan pengaruh sebesar 20,4%, sedangkan 79,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Eksplorasi Konsep Self dalam Dinamika Berpikir Sosial As Syafiyah, Aufizzahra; S, Neviyarni
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 2 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i2.39856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara konsep diri (self-concept), harga diri (self-esteem), pengetahuan diri (self-knowledge), dan diri sosial (social self) dalam konteks psikologi sosial. Melalui kajian literatur, penelitian ini mengulas teori-teori dan penelitian yang terkait dengan perkembangan dan pembentukan konsep diri, termasuk teori perbandingan sosial, self-schemas, serta konsep possible selves. Penelitian ini juga membahas bagaimana harga diri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti pencapaian pribadi, pengakuan sosial, serta persepsi individu terhadap standar yang berlaku dalam masyarakat, dengan mengacu pada Terror Management Theory oleh Greenberg. Selain itu, pengetahuan diri berperan penting dalam membentuk konsep diri dan memengaruhi bagaimana seseorang menilai dirinya dalam berbagai domain kehidupan. Dalam perspektif diri sosial, penelitian ini menyoroti pentingnya interaksi sosial dan umpan balik dari orang lain dalam membentuk cara individu memandang diri mereka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri dan harga diri tidak hanya dibentuk oleh penerimaan sosial, tetapi juga oleh pencapaian pribadi dan nilai-nilai yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Burnout as a Mediator of Quiet Quitting and Employee Well-Being in Generation Z Pratiwi, Bella; As Syafiyah, Aufizzahra; Rafli, Syarifatul Hidni; Rahmi, Tuti
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v8i1.6347

Abstract

The increasing prevalence of quiet quitting among Generation Z employees has raised concerns regarding its implications for employee well-being and psychological health in the workplace. This study examines the relationship between quiet quitting and employee well-being, with burnout positioned as a mediating variable among Generation Z employees working at a Honda-affiliated company in Padang City, Indonesia. A quantitative correlational design was employed, involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using standardized self-report questionnaires and analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation analysis, and mediation analysis through path modeling. The results indicate that quiet quitting is positively associated with burnout and negatively associated with employee well-being. Further analysis reveals that quiet quitting has a significant direct negative effect on employee well-being, as well as an indirect effect through increased levels of burnout, indicating partial mediation. The proposed model explains 5.6% of the variance in burnout and 23.2% of the variance in employee well-being, confirm that disengagement behaviors contribute meaningfully, though not exclusively, to employees’ psychological outcomes. Overall, the findings confirm that quiet quitting represents maladaptive disengagement rather than a protective coping strategy, as it is linked to emotional exhaustion and reduced workplace well-being. These results highlight the importance of organizational interventions aimed at reducing burnout and fostering healthy engagement to support the psychological well-being of young employees and promote sustainable work environments.