Perforasi membran timpani (MT) merupakan masalah klinis yang menimbulkan gangguan pendengaran, infeksi berulang, dan penurunan kualitas hidup. Penutupan perforasi dilakukan melalui patch miringoplasti untuk ukuran kecil–sedang atau graft miringoplasti untuk perforasi lebih besar. Perkembangan bioteknologi memperkenalkan platelet concentrate sebagai biomaterial regeneratif, termasuk Platelet-Rich Fibrin (PRF). Di antara variannya, Leukocyte Platelet-Rich Fibrin (L-PRF) memiliki keunggulan biologis dan klinis. Artikel ini meninjau keunggulan L-PRF dibandingkan P-PRF, PRFM, I-PRF, dan A-PRF dalam patch maupun graft miringoplasti. Kajian disusun sebagai systematic review dengan pencarian sistematis pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar (2010–2025). L-PRF mengandung leukosit tinggi, melepaskan faktor pertumbuhan hingga 14 hari, dan memiliki matriks fibrin padat sebagai scaffold alami. Pada patch, L-PRF efektif sebagai bahan utama untuk perforasi kecil–sedang, sedangkan pada graft berperan sebagai adjuvan yang memperkuat integrasi cangkok. L-PRF lebih konsisten mendukung regenerasi jaringan dibanding varian lain, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.