Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI BINDER PADA PENCAPAN ZAT WARNA PIGMEN TERHADAP KETAHANAN LUNTUR WARNA DAN PEGANGAN KAIN POLYESTER Kusumadewi, Afriani; Luciana; Nurherawati, Feny; Pravitasari, Filly; Riswandi, Andri; Maulinawati, Susi
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.140

Abstract

Pencapan dengan zat warna pigmen dapat digunakan pada semua jenis serat. Zat warna pigmen tidak mempunyai afinitas terhadap serat, maka fiksasinya ke dalam serat diperlukan bantuan zat pengikat yaitu binder. Kekuatan ikatan antara zat warna pigmen dengan serat tergantung pada daya ikat dari binder yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi binder terhadap ketahanan luntur warna dan handfeel kain poliester yang dicap dengan zat warna pigmen. Variasi konsentrasi binder yang digunakan adalah 7%, 10%, dan 20%. Pada  penelitian ini akan mengevaluasi dari sifat kelunturan warnanya dan daya handfeel dari hasil pencapan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi binder memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan luntur warna dan handfeel terhadap hasil pencapan kain poliester dengan zat warna pigmen. Semakin tinggi konsentrasi binder, semakin baik ketahanan luntur warna kain terhadap gosokan kering, gosokan basah, dan pencucian. Namun, semakin tinggi konsentrasi binder juga akan membuat handfeel kain semakin kaku. Berdasarkan hasil pengujian, konsentrasi binder 7% pada proses pencapan kain polyester dengan zat warna pigmen menghasilkan ketahanan luntur warna yang  kurang baik dilihat dari nilai gray staining-nya pada angka 3,walaupun daya handfeel-nya lembut. Sedangkan binder dengan konsentrasi 20%, memiliki kelunturan warna yang sangat baik dilihat dari nilai staining gray scale-nya pada angka 4-5, namun daya handfeel kainnya begitu kaku. Binder dengan konsetrasi 10% memberikan hasil yang lebih seimbang, dengan memiliki nilai staining gray scale 3-4 dan daya handfeel kain yang masih cukup nyaman. sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi binder 10% memberikan hasil yang optimal baik dari segi kelunturan warnanya dan sifat handfeel-nya.
PENINGKATAN EFISIENSI PENCELUPAN KAIN KAPAS BERBASIS PERLAKUAN KATIONISASI CHPTAC Riswandi, Andri; Maulinawati, Susi; Kusumadewi, Afriani; Abdullah, Fadil
Jurnal Inkofar Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i2.494

Abstract

Reactive dyeing processes generally exhibit a relatively low fixation efficiency, ranging from 50% to 70%, which results in approximately 35% to 35% of the dye being discharged into the dyeing wastewater. In this study, cotton fabric was treated with a cationizing agent, CHPTAC, at a concentration of 5%, combined with different NaOH concentrations of 15%, 25%, and 35% relative to CHPTAC, using the exhaust method. The dyeing process was carried out using color Red Type A(vinyl sulfone type) and color Red Type B (monochlorotriazine type) reactive dyes. The results indicated that the cationized cotton fabric exhibited higher dye uptake compared to the untreated fabric. This improvement was confirmed by FTIR analysis, which showed the formation of N–H functional groups within the wavenumber range of 1580 cm⁻¹ to 3490 cm⁻¹. Furthermore, the color strength (K/S value) for vinyl sulfone dyed fabric increased from 1,65 for non-cationized samples to 3,31 for samples treated with 5% CHPTAC and 35% NaOH. Similarly, in monochlorotriazine dyeing, the K/S value increased from 2,04 for untreated fabric to 4,07 after the cationization process. The rubbing fastness test demonstrated satisfactory results, with dry rubbing values in the range of 4–5 and wet rubbing values between 3–4 and 4–5 for both vinyl sulfone and monochlorotriazine reactive dyes applied to 100% cotton fabric