Rohimah, Dewi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Implementation of Operational Funds School In Increase Teacher Personality H. Soro , Suharyanto; Handayani, Neng Kiki; Rohimah, Dewi
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.732

Abstract

Study This discuss utilization strategic aid fund Operational School (BOS) in increase competence the personality of teachers at SDN 235 Lengkong Kecil, a school the basis of the country in Bandung which is facing challenge diversity background behind social and formation character students . Competence teacher personality which includes stability emotion , maturity , wisdom , and authority acknowledged as factor important in create environment positive learning​ as well as become example for students . Purpose study This is analyzing BOS funds allocated and implemented For support development teacher personality . With use approach studies case , data collected through observation participatory , interview deep with leader school and teachers, analysis document report finance school (RKAS), as well as towards development programs personality . Research results show that the BOS funds at SDN 235 Lengkong Kecil are partly big used For need operational and administrative , some funds are allocated For activity teacher development such as internal training on integrity and ethics profession , reflection forum ethical regularly , and activity formation characters that involve figure community . Initiatives This proven increase discipline , motivation , and solidarity between teachers, so that create climate more school​ harmonious and better teacher - student relationship good . However , research also found challenge like activities that are of a nature incidental and not yet listed in planning , as well as difference priority between stakeholders interests that sometimes hinder optimization utilization of funds. Conclusion from study that school the Already do utilization of boss funds in accordance with luck , but Still there is lack so that No cover all school programs.
Manajemen Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di Homeschooling Sauri, R. Supyan; Rohimah, Dewi; Handayani, Neng Kiki; Maesaroh, Nimas; Utami, Puji Ratna Dwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2577

Abstract

The integration of digital technology in homeschooling learning requires systematic management to ensure effectiveness and sustainability. The gap between technology availability and effective management capabilities, particularly in nonformal education contexts, creates an urgent need for a comprehensive management model. This study aims to analyze the management of digital technology utilization in learning at Homeschooling Focus, Arcamanik District, Bandung City, focusing on planning, implementation, and evaluation. The research employed a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation as data collection techniques, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that planning is conducted contextually through initial assessment, implementation utilizes various digital platforms with facilitative strategies emphasizing rewards and appreciation, and evaluation is performed in layers involving self-reflection, peer collaboration, and managerial supervision. This study concludes that systematic digital technology management through integrated planning, implementation, and evaluation functions contributes significantly to improving learning quality, learning motivation, creativity, and development of students' interests and talents in the homeschooling context;ABSTRAKIntegrasi teknologi digital dalam pembelajaran homeschooling memerlukan manajemen yang sistematis untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan. Kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan kemampuan pengelolaan yang efektif, terutama dalam konteks pendidikan nonformal, menimbulkan kebutuhan mendesak akan model manajemen yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di Homeschooling Focus, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara kontekstual melalui asesmen awal, pelaksanaan memanfaatkan beragam platform digital dengan strategi fasilitatif yang mengedepankan reward dan apresiasi, serta evaluasi dilakukan secara berlapis melibatkan refleksi mandiri, kolaborasi sejawat, dan pengawasan manajerial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen teknologi digital yang sistematis melalui fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, motivasi belajar, kreativitas, dan pengembangan minat bakat peserta didik dalam konteks homeschooling.
Manajemen pengembangan Lifeskill melalui Pelatihan Kecantikan Kulit di LKP Srimaya Bandung Rohimah, Dewi; Handayani, Sri; Wasliman, Eva Dianawati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2501

Abstract

The competency gap between vocational training graduates and industry needs remains a serious problem in Indonesia, indicating weak training program management in developing lifeskills relevant to labor market demands. This research aims to analyze the implementation of lifeskill development management through beauty skincare training at LKP SRIMAYA Bandung, focusing on planning, organizing, implementing, and controlling program functions. The study employs a qualitative approach with case study method, where data collection was conducted through in-depth interviews with managers, instructors, and trainees, direct observation of learning processes, and analysis of curriculum documents and standard operating procedures. The findings reveal that LKP SRIMAYA faces significant weaknesses in all four management functions, including curriculum planning that is unresponsive to industry developments, suboptimal resource organization with non-ideal supervision ratios and inadequate facilities, conventional learning implementation without structured industry partnerships, and absence of evaluation systems and tracer studies resulting in no continuous improvement mechanisms. These management weaknesses impact declining enrollment numbers and low graduate competitiveness. The research concludes that the effectiveness of vocational lifeskill development heavily depends on systematic and integrated management function implementation, and the necessity of strengthening managerial capacity of non-formal education institution managers to improve training program quality and relevance.ABSTRAKKesenjangan kompetensi antara lulusan pelatihan vokasional dengan kebutuhan industri masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang mengindikasikan lemahnya manajemen program pelatihan dalam mengembangkan lifeskill yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pengembangan lifeskill melalui pelatihan kecantikan kulit di LKP SRIMAYA Bandung dengan fokus pada fungsi planing, organizing, actuating, dan controling program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, instruktur, dan peserta pelatihan, observasi langsung proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan standar operasional prosedur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa LKP SRIMAYA menghadapi kelemahan signifikan pada keempat fungsi manajemen, meliputi perencanaan kurikulum yang tidak responsif terhadap perkembangan industri, pengorganisasian sumber daya yang tidak optimal dengan rasio pembimbingan tidak ideal dan fasilitas tidak memadai, pelaksanaan pembelajaran yang masih konvensional tanpa kemitraan industri terstruktur, serta ketiadaan sistem evaluasi dan tracer study yang menyebabkan tidak ada mekanisme perbaikan berkelanjutan. Kelemahan manajemen ini berdampak pada penurunan jumlah pendaftar dan rendahnya daya saing lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengembangan lifeskill vokasional sangat bergantung pada implementasi fungsi manajemen yang sistematis dan terintegrasi, serta perlunya penguatan kapasitas manajerial pengelola lembaga pendidikan nonformal untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program pelatihan.