Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Media Pop Up Book untuk Pendidikan Pancasila: Studi Kasus Pembelajaran Keanekaragaman Budaya pada Siswa Kelas IV di UPT SD Negeri 1 Tanjung Kemala Lailatul Fadilah; Reni Kartika Putri; Dede Jaoharoh
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.370

Abstract

Riset ini difokuskan pada penciptaan media edukasi berupa pop up book untuk mendukung proses pembelajaran Pancasila, dengan penekanan khusus pada topik keanekaragaman budaya untuk siswa tingkat IV di UPT SD Negeri 1 Tanjung Kemala. Proses pembuatan media ini menerapkan metodologi Research and Development (R&D) melalui kerangka kerja ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pop up book yang dikembangkan diharapkan mampu menumbuhkan antusiasme dan meningkatkan penguasaan siswa terhadap prinsip-prinsip Pancasila yang tercermin dalam kekayaan budaya bangsa Indonesia. Evaluasi dari para pakar konten dan media membuktikan bahwa produk ini memiliki kualifikasi yang sangat baik dan aplikatif untuk diimplementasikan. Percobaan yang dilakukan terhadap siswa mendemonstrasikan adanya peningkatan semangat belajar dan penguasaan materi dengan tingkat keberhasilan yang menggembirakan. Pop up book ini menawarkan solusi kreatif dalam pendidikan Pancasila yang menghibur, inspiratif, dan melibatkan partisipasi aktif siswa.
WORKSHOP MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT (GOOGLE SITE) DI UPTD SD 21 KEDONDONG Dessy Saputry; Amy Sabila; RR Dwi Astuti; Umi Kholidah; Dede Jaoharoh; Declara Puspameta Susilo
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di era saat ini diharapkan sudah menerapkan pembelajaran berbasis ICT. Oleh karena itu, pengajar dituntut dapat menguasi teknologi dalam proses belajar-mengajar. Untuk menambah serta meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan serta memaksimalkan media pembelajaran berbasis ICT perlu diadakannya workshop dalam menghasilkan dan memakai media pembelajaran berbasis ICT untuk guru. Workshop ini dilaksanakan dengan mengusung judul : “Workshop media pembelajaran berbasis ICT (Google site) Bagi guru di UPTD Sekolah Dasar 21 Kedondong”berlokasi di jl Simpang Pelalangan Kec Kedondong, Kab. Pesawaran, pada tanggal, 07 Februari 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 8 peserta yaitu bpk/ibu guru Sekolah Dasar UPTD 21 Kedondong. Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menaikkan kompetensi guru dalam menerapkan digitalisasi pembelajaran supaya menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menjadi wujud transformasi layanan pendidikan guna mewujudkan merdeka belajar. Pembinaan ini dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama, penyampaian materi, tahap kedua praktek pribadi untuk membiuat website google site. Metode yg dipergunakan selama pelatihan berlangsung ialah ceramah, tanya jawab, serta praktik dan penugasan.
INOVASI GURU: MENGINTEGRASIKAN DEEP LEARNING DENGAN EKSPERIMEN VISUAL DI KELAS Lailatul Fadilah; Deny Apriyani Juhri; Fitria Alfiani; Declara Puspameta Susilo; Dede Jaoharoh; Tegar Saputra; Reni Kartika Putri
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi guru dalam mengintegrasikan deep learning dengan eksperimen visual di kelas sebagai upaya mewujudkan pembelajaran yang mendalam, adaptif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Pringsewu pada bulan September hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi nonpartisipan terhadap guru dan siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama inovasi guru, yaitu: performa guru dalam pembelajaran berbasis deep learning, integrasi visual dalam pembelajaran, inovasi strategi instruksional, penerapan deep learning di kelas, dan pemantauan perilaku guru serta siswa. Integrasi deep learning dengan eksperimen visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kognitif, memperkuat pemahaman konseptual, dan menciptakan interaksi belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini menegaskan bahwa guru berperan sebagai inovator pembelajaran yang mampu menggabungkan kecerdasan buatan dengan kreativitas pedagogis untuk mengembangkan pembelajaran abad ke-21.