Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Terpaan Tayangan Horor “Diary Misteri Sara” Pada Youtube Channel Sara Wijayanto Terhadap Sikap Kepercayaan Akan Mistis Nurdianti, Khofifah; Basarah, Finy Fitrya
PROPAGANDA Vol 4 No 1 (2024): PROPAGANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/prop.v4i1.1429

Abstract

YouTube is one of the most popular social media because it has various types of content that can be watched freely, including horror and mystical content. One of the YouTube channels who has horror content is "Diary Mystery Sara" (by Sara Wijatanto) or known as DMS. YouTube menjadi salah satu media sosial terpopuler karena memiliki berbagai jenis konten yang bisa ditonton secara bebas, termasuk konten horor dan mistis. Salah satu channel YouTube yang memiliki konten horor adalah "Diary Mystery Sara" (karya Sara Wijatanto) atau dikenal dengan DMS. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) untuk mengkaji keyakinan mistik penonton. Teori S-O-R berasumsi bahwa efek media yang dihasilkan merupakan reaksi spesifik terhadap stimulus tertentu. Dalam penelitian ini, STIMULUSnya adalah konten horor pada “Diary Mistery Sara”, ORGANISME Mahasiswa Penyiaran Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana angkatan 2020, dan RESPONSnya adalah keyakinan mistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, paradigma positivisme, dan metode survei dengan menyebarkan kuesioner sebagai instrumen penelitian data kepada 52 responden dengan kriteria purposive sampling. Hasil penelitian nilai koefisien korelasi sebesar 0,817 menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan searah. Koefisien determinasi sebesar 66,8% menunjukkan bahwa Keyakinan Mistik (Y) sebesar 66,8% dapat dijelaskan oleh variabel bebas Konten Horor “Diary Mistery Sara” (X), sisanya sebesar 33,2% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain. Dimensi yang mempunyai pengaruh besar dengan nilai mean tertinggi adalah ATTENTION pada variabel X dan COGNTIVE pada variabel Y, sedangkan nilai mean terendah adalah FREQUENCY pada variabel X, dan AFFECTIVE pada variabel Y.
Indonesian Culture in The Web Series “Goresan Jejak & Goresan Jejak 2” Finy Fitrya Basarah; Ira Purwitasari; Poerwaningrum Lestari Soeryowati
Jurnal InterAct Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v14i2.7371

Abstract

Web series berjudul Goresan Jejak dan Goresan Jejak 2 melalui saluran YouTube Indonesia Kaya merupakan satu dari sekian judul web series yang mengangkat mengenai kebudayaan Indonesia. Dengan mempergunakan teori dan metode semiotika dari Charles Sanders Peirce dan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa makna kebudayaan Indonesia yang ditampilkan dalam sebuah web series, Adapun hasil yang diperoleh adalah terdapatnya nilai-nilai Pancasila dalam kebudayaan yang ditampilkan, yaitu sikap religius yang artinya percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa (sila pertama), ramah-tamah dan berbagi kepada orang lain yang artinya memiliki rasa kemanusiaan (sila kedua), ketangguhan, persatuan, dan tidak melupakan asal-usul dan juga sejarah perjuangan bangsa (sila ketiga), kebersamaan (sila keempat), dan terakhir adanya keseimbangan, kegotong-royongan, dan menghormati orang lain, yang menunjukkan adanya rasa keadilan (sila kelima). Pancasila sendiri merupakan hasil dari kebiasaan orang Indonesia yang sudah tertanam dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Jadi, judul Goresan Jejak di sini dihubungkan dengan nilai-nilai sejarah (Pancasila) yang berasal dari kebiasaan masyarakat Indonesia, yang kemudian menjadi kebudayaan di daerah setempat.