Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan: Sinergi Kebijakan dan Administrasi Publik di Merauke Nathan, Ivone Agustina
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9y5pyw47

Abstract

This study aims to analyze the strategy of local government in building food security through policy synergy and public administration in Merauke Regency, a border area that has agricultural potential as well as socio-ecological complexity. Using a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, this study reveals various structural and institutional obstacles in the implementation of regional food policies. The findings show that food security in Merauke is not optimal due to institutional fragmentation, weak bureaucratic capacity, and the lack of synchronization of central and regional policies. In addition, the role of indigenous peoples who have local knowledge in food management has not been formally integrated into the policy system. Based on this analysis, a strategic improvement direction is formulated which includes the establishment of a cross-sectoral coordinating forum, strengthening public administration capacity, implementing adaptive decentralization, recognizing customary-based food systems, and developing a spatial data-based food information system. This study contributes theoretically to the study of regional food governance and practically provides policy recommendations for strengthening inclusive and resilient food security in peripheral areas.
Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda Kampung dalam Perencanaan dan Pengawasan Pembangunan Desa di Kabupaten Merauke Fonataba, Yosafat; Hombore, Esau; Nathan, Ivone Agustina; Konorop, Simon Yanuarius
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/89fjfs49

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan pemuda dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa, sekaligus menghasilkan model sederhana pemberdayaan kelompok rentan dalam tata kelola desa yang dapat direplikasi di wilayah perbatasan lainnya. Program ini dilaksanakan di Kampung Yanggandur, Kabupaten Merauke, menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan aparatur pemerintahan kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), tokoh adat, perempuan, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, pemetaan pola partisipasi, penyusunan modul kontekstual, pelatihan teknis, workshop partisipasi masyarakat, pendampingan, serta evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas aparatur dalam penyusunan laporan keuangan sederhana, penyampaian informasi anggaran secara terbuka, dan penggunaan media informasi publik seperti papan anggaran. Selain itu, partisipasi perempuan dan pemuda dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan desa meningkat secara signifikan. Program ini mendukung penerapan prinsip good governance pada tingkat desa, khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Model pendampingan yang dikembangkan dinilai efektif dan relevan untuk direplikasi pada kampung-kampung perbatasan lainnya sebagai upaya memperkuat tata kelola desa berbasis partisipasi dan kearifan lokal.
Partisipasi Masyarakat Adat dalam Perencanaan Pembangunan Daerah: Perspektif Tata Kelola Inklusif Nathan, Ivone Agustina
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9grpkg89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat adat Kampung Kweel, Merauke dalam perencanaan pembangunan daerah serta mengeksplorasi hambatan dan faktor pendukung partisipasi untuk mendukung tata kelola yang inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tokoh adat, aparat kampung, dan warga yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terjadi dalam bentuk musyawarah kampung, penentuan prioritas pembangunan, dan peran tokoh adat sebagai mediator. Tingkat partisipasi lebih tinggi pada tokoh adat dan warga dewasa dibandingkan pemuda dan perempuan. Hambatan partisipasi meliputi keterbatasan informasi, akses geografis, dan norma sosial-budaya, sedangkan faktor pendukungnya adalah kepemimpinan inklusif aparat kampung, dukungan tokoh adat, dan media lokal. Partisipasi ini berdampak pada peningkatan relevansi program pembangunan, rasa kepemilikan masyarakat, dan keberlanjutan proyek, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah kampung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, keterlibatan pemuda dan perempuan, serta integrasi kearifan lokal untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih inklusif dan responsif.
Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Adat dalam Perumusan Kebijakan Publik Lokal di Wilayah Perbatasan Merauke melalui Forum Konsultasi Publik dan Pelatihan Literasi Kebijakan Wika, Martinus; Nathan, Ivone Agustina; Kebubun, Rosina Jostina Marise; Fonataba, Josafat
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7s475t57

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adat Kampung Yanggandur, Merauke, dalam perumusan kebijakan publik lokal melalui forum konsultasi publik dan pelatihan literasi kebijakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, menempatkan warga sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal meliputi pemetaan sosial dan wawancara dengan aparat kampung, tokoh adt, dan perwakilan warga untuk memahami kondisi eksisting partisipasi masyarakat serta kendala dalam menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan edukasi literasi kebijakan publik melalui penyuluhan interaktif yang membahas mekanisme perumusan kebijakan, hak partisipasi masyarakat, dan alur administrasi kampung. Tahap pelatihan dan simulasi forum konsultasi publik membekali warga dengan keterampilan komunikasi administratif, penyusunan aspirasi tertulis, dan praktik musyawarah partisipatif berbasis kasus lokal. Pendampingan forum dialog antara masyarakat dan aparat kampung memastikan keberlanjutan praktik partisipatif serta pembentukan forum yang sistematis dan terdokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, keterampilan literasi kebijakan, serta terbentuknya forum konsultasi publik yang inklusif dan akuntabel. Model partisipasi yang dihasilkan berpotensi memperkuat tata kelola pemerintahan kampung secara transparan, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi replikasi bagi wilayah perbatasan lain.